Wednesday, 11 October 2017

Review Film Dangal : Film inspiratif dan Tersukses



Film : Dangal ( 2016 )
Genre : Olahraga, Inspiratif
Rating : 4,7/5


***

Aku mulai mengenal Film ini, sejak diputar oleh guru olahraga, sambil menikmati waktu yang luang. Sebenarnya, aku kurang begitu tertarik, kalau pembahasannya seputar olahraga sih, tapi entah kenapa ada rasa yang membangun dan memaksa untuk memahami pesan yang ingin disampaikan. Okelah, aku tonton.

Tokoh utamanya adalah sepasang kakak beradik, yakni Geeta dan Babita, beserta ayahnya Mahavir Singh. Geeta kecil diperankan oleh Zaira Wasim, Babita kecil diperankan oleh Suhani Batnagar. Geeta dewasa diperankan oleh : Fateema Sana Syeikh, Babita dewasa diperankan oleh : Sanya Malhotra, sedangkan Mahavir ( ayah Geeta dan Babita ) diperankan oleh Aamir Khan.

Film ini memiliki latar belakang seputar olahraga. Dimana, Mahavir Singh menginginkan agar memiliki anak cowok, agar kelak bisa menurunkan bakatnya di bidang olahraga gulat. Namun sayang, anak-anak nya adalah cewek semua. Sedih gitu lah, Mahavir Singh ini.

Trus, melihat kemampuan anaknya berkelahi dengan cowok yang mengatakannya nenek sihir, akhirnya ada rasa bangga menyelimuti hati Mahavir. Dan mereka pun dilatih layaknya anak laki-laki yang digembleng untuk menjadi pegulat hebat. Ada adegan gregetin juga, dimana saat mereka mengeluh bahwa mereka berkutuan sejak bergulat diatas pasir, sehingga keesokan harinya rambut mereka digundul plontos.

Cerita awal sungguh menggetarkan hati, sob. Dimana geeta melawan petarung gulat cowok. Timgkat desa sih. Banyak yang menertawakan geeta, karena dia cewek pertama yang bergulat. Namun, karena ini pertarungan pertama, Geeta kalah dengan sang lawan. Namun, dia mendapatkan hadiah yang lebih besar daripada sang juara.

Untuk pergulatan selanjutnya, nama Geeta semakin dikenal banyak orang Sebagai pegulat hebat. Hingga, dengan bekal pemberitahuan beserta teknik dari ayahnya, Geeta berhasil memasuki olimpiade nasional.


***
Hasil gambar untuk DANGAL
Ini pemeran Film DANGAL, wahhhhh cantik-cantik juga yah

 

Film ini sendiri memiliki alur yang begitu teratur dan diluar dugaan. Sulit ditebak juga. Konflik yang dipaparkan juga dinilai sukses seperti perkelahian antara Mahavir dengan Geeta, ini membuat penonton gemetaran. Sebab, karena perbedaan teknik yang digunakan, mereka bisa bergulat dihadapan anak didiknya. Trus, mereka saling marah, dan backsong yang diputar saat mereka saling marah adalah lagu "neina" behhhh, serasa terhanyut suasana deh, kalau diputar. Jujur aja, aku sampe hafal lirik lagunya. 🎼🎼🎼

Geeta semakin lama, semakin feminim rupanya. Tidak fokus lagi terhadap gulat, melanggar aturan ayahnya yang melarang ia untuk makan pedas, sehingga, seringkali ia kalah dalam olimpiade. Dan hingga akhirnya ia menyesali perbuatannya, dan meminta maaf kepada sang ayah. Dari sini, poin patuh pada orang tua dapet nih.

Karena ia bergulat terakhir kali di Jakarta, maka ayahnya mengulas tentang kesalahannya waktu gulat di Jakarta. Ada rasa senang gimana, gitu. Nama Jakarta, Indonesia disebut berkali-kali. Ahahahhaa, kemudian diberitahukan via telepon

Teknik gurunya yakni terus menyerang. Namun, ternyata itu teknik yang salah. Dan Geeta akhirnya tidak mendengarkan teknik gurunya. Namun, lebih kepada ayahnya. Hingga pada akhirnya, dia mendapatkan juara internasional gulat.

Peran Babita juga ikut andil, namun tidak banyak. Dimana, dia juga memenangkan gulat hingga Nasional, dan menuju ke pelatihan atlet internasional. Mantap

Film ini telah menginspirasi banyak wanita untuk bisa semakin aktif dalam olahraga gulat. Bahwa, emansipasi wanita harus dijunjung tinggi. Dan kata-kata yang paling terkenang nih

"Ingatlah, bagaimana cara lemah ayahmu membawamu hingga ke olimpiade internasional"


4 comments:

  1. wah udah lama ga nonton film India

    ReplyDelete
  2. Pernah baca sinopsisnya dulu. Tapi belum sempet nonton sampai sekarang :D

    ReplyDelete

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi

Powered by Blogger.