BREAKING NEWS

[5]

Tragedi Pak Budi : Menyisakan Jejak Kelam Dunia Pendidikan


Berita duka, seakan mencuat dari setiap media yang ada. Betapa tidak ? Ketika seseorang murid tega menganiaya gurunya, dimana seharusnya dia beradab sebagai murid, malah biadab terhadap gurunya sendiri.

Diawali dari kelas seni rupa yang diajar oleh Pak Budi, di XI SMAN 1 Torjun, Sampang, Jawa Timur pada pukul 13.00, menyisakan pilu yang amat dalam, bahkan tidak tahu bahwa itulah detik-detik ajal menjemputnya.

Di kelas seni rupa tersebut, dikatakan bahwa pelaku, murid berinisial MH, menjahili teman-temannya, dan mencorat-coreti lukisan milik temannya. Kemudian, Pak Budi pun menegurnya agar ia berhenti menjahili temannya.

Namun, peringatan itu tak membuatnya jera, bahkan semakin menjadi-jadi mengganggu temannya. Sehingga, pak Budi datang sambil mencoret pipinya dengan cat air. Malah teguran tersebut membuat si pelaku marah. Sehingga terjadilah perkelahian didalam kelas tersebut. Sontak, siswa langsung melerai perkelahian tersebut.

Dan pak Budi pun dibawa ke kantor untuk menjelaskan yang sebenarnya terjadi. Pak Budi pun disuruh istirahat di rumah, namun setibanya di rumah, pak Budi langsung pingsan, dimana sebelumnya dia mengatakan bahwa sakit kepala.

Langsung dibawa ke Rumah Sakit, dan ternyata pak Budi sudah meninggal pada pukul 21.40 WIB, di RSUD dr. Soetomo. Dikarenakan terkena mati batang otak, dan semua organ dalam sudah tidak berfungsi lagi.

Mendengar kisah yang amat sangat mengerikan tersebut, sudah sepatutnyalah kita merenungi diri. Pantaskah seorang pencari ilmu melakukan hal tersebut kepada guru ?

Jujur, sebagai seorang pelajar yang sama-sama duduk di kelas XI, saya sangat prihatin. Melihat buruknya akhlak seorang siswa terhadap gurunya, lalu apa gunanya dia meminta ilmu, sedangkan dia tidak menghormati pemberi ilmu ?

Jika di masa-masa dulu, seorang guru bisa memukul seorang siswa karena ketidaksopanannya, maupun hal-hal yang menjengkelkan, lalu kenapa di zaman ini terbalik ? Malah murid yang menganiaya gurunya hingga meninggal.

Walaupun kasus pembunuhan oleh seorang siswa kepada gurunya sangat langka, namun ini bisa dikatakan perbuatan amoral yang merusak citra pendidikan di Indonesia.

Saya pribadi hanya mengingatkan terutama pada teman-teman sebaya, adik kelas, hingga kakak kelas, untuk bisa menghargai seorang guru, terlebih guru tersebut sangat sabar dalam mendidik kita untuk menjadi orang yang suskses kelak.

Sumber gambar : surabaya.tribunnews.com
Tragedi Pak Budi : Menyisakan Jejak Kelam Dunia Pendidikan Tragedi Pak Budi : Menyisakan Jejak Kelam Dunia Pendidikan Reviewed by Faisol abrori on 06:04 Rating: 5

5 comments:

  1. Semoga kasus seperti ini ga terulang ya, Sol. Perlu saling mengingatkan memang dari murid dan guru, sama2 belajar. Semoga diberikan yg terbaik untuk Pak guru Budi ya, amien

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin.... Semoga ditempatkan di syurganya Allah SWT

      Delete
  2. Aku setuju bahwa menggunakan kekerasan bukanlah cara terbaik untuk mendidik. Aku yang besar di tahun 90'an ikut merasakan bagaimana sakitnya penggaris papan tulis saat dikeplak ke tangan hanya karena kuku agak panjang, atau penghapus papan tulis bisa melayang di ruang keras agar kami para murid tidak berisik. Belum lagi hukuman seperti mencubit perut atau lengan, berdiri satu kaki di depan kelas sambil menjewer telinga sendiri, dan lainnya. Aku setuju kalau hukuman seperti itu sebaiknya dihapus.
    Tapi bukan berarti kita jadi tak menghargai guru. Biar bagaimana pun guru adalah orangtua kita di sekolah yang harus dihormati.
    Beberapa waktu lalu aku malah sempat membaca sebuah komentar yang bikin merinding "Ah, emang orang tua jaman dulu aja gila hormat." Sedih rasanya kalau melihat generasi yang ada saat ini jadi seperti ini.

    ReplyDelete
  3. Cakeeep. Kalian juga tidak bisa seperti skrg tanpa campur tangan seorang guru. Drpd buat keributan mending kreatif membuat karya ya, sol. Salah satunya ngeblog atau vlog yg jika dimaintance bisa menghasilkan uang. ^_^

    ReplyDelete
  4. Sedih pas baca berita tentang Pak Budi ini. Padahal harusnya tiap-tiap kita sadar, tanpa guru, mana bisa kita jadi sekarang. Semoga hal-hal begini tak terjadi lagi di kemudian hari

    ReplyDelete

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi

Soratemplates

Image Link [https://2.bp.blogspot.com/-LlPFabzu1vg/WmPkufGLzCI/AAAAAAAADUs/P5RvC4--L0wazaEW0uB8PiknUquVT6HagCLcBGAs/s200/Faisol%2BAbrori.png] Author Name [FAISOL ABRORI] Author Description [Lifestyle Blogger, Suka nulis, nonton drama Thailand] Twitter Username [Sora Templates] Facebook Username Sora Templates] GPlus Username [104219125408123734587] Pinterest Username [Sora Templates] Instagram Username [Sora Templates]