BREAKING NEWS

[5]

Jadi Konsumen Cerdas di Era Digital


Berbelanja adalah salah satu kebutuhan pokok kaum milenial di era digital saat ini. Terlebih dengan semakin pesatnya teknologi turut memeriahkan kemajuan dalam bidang ekonomi tersebut. Tahun 2018 pun sangat didominasi oleh brand-brand e-commerce yang mulai merajai bisnis dunia maya.


Saya berhasil mengumpulkan riset, bahwasanya di Indonesia mayoritas membeli 5 barang yang laris dijual, versi liputan6, fashion dan gadget mendominasi persentase peminatnya, sehingga, kita harus bisa memilah-milih barang yang sesuai dengan budget pembeli. Terlebih lagi, saat ini masyarakat mulai melakukan perpindahan mindset secara besar-besaran, untuk menjadi masyarakat digital yang bijak.

Dari kelima barang populer tersebut, produk kosmetik dan kecantikan menempati posisi teratas dengan peminat yang sangat banyak di Indonesia. Namun, siapa sangka jika produk tersebut malah mayoritas merupakan barang impor gelap, yang tidak berstandar SNI. Seperti yang sudah dinyatakan oleh Tulus Abadi, ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mengungkapkan bahwa produk yang tidak memiliki standar SNI maka bisa dikategorikan produk ilegal yang diselundupkan oleh importir, dan bisa dimintai pertanggung jawaban secara hukum.

Kedepannya, penetapan SNI bagi produk impor akan semakin digalakkan, mengingat saat ini masih dalam bentuk sukarela, agar masyarakat bisa selamat dari benda-benda produksi yang membahayakan kaum hawa, yakni kosmetik.

Pada tahun 2017, produk kosmetik yang ilegal, lebih banyak, yakni tercatat 1,25 juta produk kosmetik ilegal, yang disita oleh BPOM, karena dinilai membahayakan dimana angka tersebut lebih besar dibanding dengan beredarnya kosmetik legal dan terdaftar secara resmi.

Seperti berita yang dilansir dari news.detik.com, bahwa pada 15 februari 2018 silam, BPOM menggrebek rumah produksi ilegal yang sudah beroperasi sejak 1 tahun yang lalu, namun ilegal, dikarenakan bahan dasar produk kosmetik ini sangat berbahaya, yakni merkuri dan pewarba (pewarna berbahaya). Karena saya sendiri masih awam masalah merkuri, saya langsung browsing seperti apa merkuri itu, dan kenapa banyak yang menjadikan barang ini sebagai bahan pembuatan kosmetik ?

Setelah saya telusuri, merkuri adalah zat air raksa yang bisa untuk memutihkan kulit. Namun, pemakaian secara terus menerus akan membuat efek pigmentasi secara permanen. Ini sangat berbahaya, akan menimbulkan banyak sekali efek samping, mulai dari iritasi berkepanjangan, kulit rusak, hingga menyebabkan kanker. Sehingga, sangat berbahaya untuk kulit, terlebih kulit wanita yang sangat sensitif.


 Untuk harganya sendiri, sangat-sangat murah. Mereka mematok harga 20.000 rupiah untuk 1 paket kecantikan berisi 12 produk, dan dari situ mereka bisa meraup keuntungan hingga 50-100 juta rupiah per minggu. Diduga, praktek transaksi barang haram ini dilakukan via online shop.

Menurut riset berdasarkan data-data yang akurat, dipaparkan bahwasanya konten komersil yang populer dibuka masyarakat Indonesia adalah online shop. Benar saja, persentase penggunanya mencapai hingga 62% dari jumlah penduduk Indonesia, atau sebanyak 82,2 juta pengguna.

Angka yang sangat besar ini juga memicu semakin meningkatnya kriminalitas di dunia maya, lebih tepatnya kejahatan ekonomi. Seperti yang baru-baru ini menyita perhatian saya, tentang penipuan salah satu online shop di Instagram.

Ini ceritanya sangat unik, dimana admin di akun IG nasional yakni @abang.felix , ya salah satu postingannya bikin saya terharu. Bagaimana tidak terharu, kalau niatnya ingin memberikan kado untuk ibu, malah kena tipu ? Saat si admin meminta resi, malah tidak ada respon. Nah, ini kebangetan kan

Tidak hanya abang felix yang terkena modus penipuan online shop, saya pun menjadi korban kejahatan penjual.

Waktu itu, niat hati ingin mengembangkan bisnis invest dengan kurs dollar, untuk top up saldo di Perfect Money. Saya pun menyebarkan di beberapa grup dan di wall facebook. Karena sangat butuh, aku pun langsung transfer tanpa lihat reputasi orang tersebut, dan juga tanpa melihat apakah ada testimoni atau tidak ? Namun nahas, setelah saya kirim, tanpa menunggu beberapa lama, saya pun diblokir. Mulai dari situ, saya merasakan efek jera, dan mulai memerhatikan aspek-aspek yang menuntut pembeli untuk semakin jeli.


Seperti yang sudah saya lakukan wawacara dengan salah satu narasumber via whatsapp (Dada Ramdhani, CEO gayafone.com) yang juga menjelaskan bahwa dengan melakukan transaksi jual beli berbasis online, penjual dapat lebih mudah memasarkan barang daganganya. Selain itu juga, biaya pemasaran yang mudah, juga membuat banyak penjual kreatif mulai mendirikan toko berbasis Online Shop.

Benar, kan ? Tidak harus memiliki lahan, namun cukup pemasaran menggunakan Fb ads, IG ads, kerjasama dengan blogger, dan masih banyak teknik marketing lainnya. Karena pengguna social media sangat banyak, ini membuat mereka bisa lebih leluasa berinteraksi dengan calon pembeli.
Sama seperti halnya penjual, pembeli pun sama takutnya terhadap penipuan. Bahkan, bisa lebih takut lagi. Makanya, di era modernisasi ini, selain dituntut untuk bisa mengoperasikan teknologi dengan bijak, kita juga harus bisa menjadi konsumen yang cerdas.

Yups, benar sekali. Jadi pembeli, pembeli yang cerdas, bukan sekedar asal-asalan memilih benda yang kita iginkan. Saya dapat ilmu baru nih, setelah sharing-sharing bersama mas ilham sadli (CEO www.ilhamsadli.com) mas ilham ini tidak pernah tertipu saat melakukan transaksi online.

Tipsnya sangat mudah untuk kita lakukan. Yang paling penting, cek rating Online shop tersebut, karena mas ilham sering bertransaksi di Tokopedia dan prelo, maka bisa melihat dengan mudah rating penjual di situs jual beli tersebut.

Kalau seller-nya rating nya tinggi, berarti dia sangat recommended.

Kemudian, perhatikan testimoni pelanggan. Testimoni bisa kita lihat dari feed IG online shop tersebut, kemudian kita cek, apakah akun yang melakukan testimoni itu fake atau real. Jika semua sudah diperhatikan, maka transaksi bisa dilanjutkan.

Dalam momen Harkonas (Hari Konsumen Nasiomal), bisa dicek di www.harkonas.id, banyak sekali hal yang perlu untuk kita ketahui, maupun sekedar untuk mengingatkan ulang. Ada beberapa kriteria layak atau tidaknya suatu transaksi online terjadi. Yang perlu dicek : Keamanan, garansi, kualitas barang, rating seller.

Selain itu, kita juga harus pandai-pandai dalam memilih suatu produk sesuai SNI (Standar Nasional Indonesia), ini sangat penting mengingat banyaknya komoditi yang berbahaya sehingga menimbulkan kerusakan bahkan kematian. Untuk itu, jika kalian ingin membaca atau mengetahui 113 komoditi yang SNI nya sudah diberlakukan secara wajib http://ditjenpktn.kemendag.go.id/standar-nasional-indonesia-sni/daftar-komoditi-yang-sni-nya-sudah-diberlakukan-secara-wajib

Selain itu, pastikan pilihan pertama kalian dalam memilih produk itu biasakan untuk memilih produk dalam negeri terlebih dahulu.

Artikel ini diikutsertakan dalam kompetisi Harkonas 2018
Jadi Konsumen Cerdas di Era Digital Jadi Konsumen Cerdas di Era Digital Reviewed by Faisol abrori on 15:29 Rating: 5

46 comments:

  1. Wah sol aku baru mau ngedraft, kamu udh selesai aja haha

    ReplyDelete
  2. Wah. Makasih tipsnya, Sol. Aku belum pernah sih tertipu saat belanja online, tapi pernah hampir tertipu saat jualan online. Nyesek juga sih rasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah beruntung ya mbak, masih 'hampir' lah saya 2 kali berturut-turut, ya, semoga tabah saja lah mbak...

      Delete
  3. Iya benar
    . Aku sebagai pelaku bisnis online menjual gamispun harus bisa cerdasnjuga nih. Biar kalo ada pembeli mereka akan merasakan kepuasaan karena sudah memilih produk yany tepat di toko online kami

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak, kepercayaan pelanggan itu yang utama. Semangat...

      Delete
  4. Terima kasih tipsnya sol... Semoga menang ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mas... Amin... Ayo ikutan juga mas

      Delete
  5. Mantap tulisannya, gambar juga mendukung. Semoga menang gan

    ReplyDelete
  6. Artikelnya mantap mas.. N gambar pemanisnya itulho yg bikin ngiler.. Aku diajarin cara bikinnya๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak mas.... Insyaallah nanti kalau ada waktu luang

      Delete
  7. Harus jadi konsumen cerdas ya Sol biar barang/jasa yg kita beli bener bener di butuhkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget kang amir, kalau kita bisa memanagement keuangan, sudah bisa dipastikan kita menjadi konsumen yang cerdas

      Delete
  8. Hobi online shopping..seumur2 batu ketipu sekali..duh, sampe sekarang masih dendam..hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dijadikan pelajaran untuk kedepannya kali ya mbak... Hehehehe

      Delete
  9. Hmmm hari gini emang kudu cerdas sol biar ga ketipu. Jangan karena iming iming semata jadi dibeli barangnya.

    Tambah keren ya tulisannya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, kapok aku, mulai sekarang kudu bisa jadi konsumen cerdas

      Delete
  10. Salfok dengan grafis nya dek.Mantab

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehehe,,,, ayo ikutan juga mbak, mayan loh hadiahnya

      Delete
  11. Gercep sekali Sol, kamu udah published, saya ngedraft aja belum ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehehe, hayukk ngedraft mas....

      Delete
    2. Sepertinya gak keburu, Sol. Good luck ya. Padahal mah pernah punya pengalaman kurang mengasyikkan saat belanja di minimarket

      Delete
    3. Oh iya, kan hari sabtu ini DL, iya deh mas, makasih doanya ya... Gudlak juga

      Delete
  12. Saya termasuk yg hati² dalam berbelanja online. Hanya platform tertentu, seller dg reputasi baik, dan transaksi via ATM secara manual.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sipp sipp mas, jadi bisa menerapkan konsumen cerdas ini...

      Delete
  13. Mari menjadi konsumen cerdas broo

    ReplyDelete
  14. Ada testimoni pun anda tetap harus waspada. Pasalnya testimoni bisa saja dipalsukan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya, makanya dilihat apakah akun yang melakukan testimoni itu real or fake, begitu mas

      Delete
  15. aih, nyesek dong ya pernah ketipu online. syukurlah kamu tegar menghadapinya dan menjadis emakin cerdas sbg konsumen :)

    ReplyDelete
  16. Waaah....kudu harus cerdas ya Sol. Biar gak ketipu belanja online. Makasih sharingnya Sol.

    ReplyDelete
  17. saya juga pernah tertipu belanja online. Sudah rela sih tapi tetap sakit kalau diingat, wkwk. Tiga juta rupiah hilang begitu saja. Tapi dari sana saya belajar lagi untuk menjadi konsumen cerdas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh lebih berat nih ya kak... 3 jeti itu besar banget... Yang sabar ya mbak, jadikan pelajaran aja

      Delete
  18. Waspada aja kalo beli di olshop, modus tipu tipunya macem macem

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mas, modus satu gagal, eh ada 1000 modus tambahan, kan asem banget yakk...

      Delete
  19. harus teliti sebelum membeli ya.

    ReplyDelete
  20. Selain cerdas, seperti nya konsumen juga harus waras. Karena banyak konsumen yang berbelanja tanpa mikir perbandingan antara penghasilan dan biayanya. Ujung ujungnya you knowlah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mas, nggak seimbang gegara kalap promo

      Delete
  21. Besok2 makin ati2 y kak klo transaksi online biar gak ketipu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mbak, harus super hati-hai mulai besok nih....

      Delete

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi

Soratemplates

Image Link [https://2.bp.blogspot.com/-LlPFabzu1vg/WmPkufGLzCI/AAAAAAAADUs/P5RvC4--L0wazaEW0uB8PiknUquVT6HagCLcBGAs/s200/Faisol%2BAbrori.png] Author Name [FAISOL ABRORI] Author Description [Lifestyle Blogger, Suka nulis, nonton drama Thailand] Twitter Username [Sora Templates] Facebook Username Sora Templates] GPlus Username [104219125408123734587] Pinterest Username [Sora Templates] Instagram Username [Sora Templates]