Selasa

SelasaT18.23

Cintaku pada Sastra, Bikin Aku Bangga di Banggai



Halo teman-teman ? Aku mau sharing-sharing nih, sekaligus cerita sih. Mulai dari kelas 6 SD, jiwa sastraku mulai tumbuh. Yahh, aku mulai suka menulis sebuah karya, baik itu puisi, maupun cerpen. Hingga pada tahun 2016 silam, karyaku mulai banyak yang diterbitkan.

Seperti salah satu bukuku yang berjudul "Sebait Rindu". Buku pertamaku. Dari situ, semangat menulis ku semakin meningkat.

Judul sharing-sharing kita kali ini adalah "Cintaku Pada Sastra Bikin Aku Bangga di Banggai". Silakan dibaca....

Banggai - Surga tersembunyi di Timur Sulawesi. Begitulah ibarat yang cocok untuk menggambarkan kabupaten tersebut. Bagaimana tidak ? Kabupaten ini menyimpan banyak sekali potensi wisata yang begitu fantastis dan belum terjamah oleh manusia.

Pulo Dua

Teman-teman, tau enggak ? Kabupaten tersebut, memiliki destinasi wisata favorit, salah satunya adalah Pulo Dua / Pulau Dua. Tempat ini memiliki keindahan pantainya yang memukau, bersih, juga indah. Tak heran, jika tempat ini sering disebut sebagai ikon wisata di Banggai


Danau Tower

Danau Tower ini terletak di desa Tower, nama yang unik bagi orang kebanyakan. Hihihi, menarik. Apalagi, ditambah pesona alam nya. Terdapat sebuah Danau yang unik, dikarenakan selama puluhan tahun danau ini selalu kering di musim kemarau, namun belakangan ini tak pernah mengalami kekeringan loh sob. Menarik banget kan ?

BUDAYA 

Adat Babasal, Tampil pada festival Parade Budaya di Australia. Ini menunjukkan, bahwa dunia mengakui adanya budaya kita, yakni salah satunya adalah adat Babasal tersebut. 

Oh iya nih sob. Kabupaten Luwuk Banggai, memiliki beragam suku, diantaranya suku "Orang Saluan", kadang juga disebut "Orang Loinang" yang artinya orang Gunung. Uwe Kantumuan Mami , menjadi tari yang populer di kalangan suku tersebut. 

Tari yang memiliki arti "Rotan Sumber Kehidupan Kami" ini, menggambarkan cara hidup masyarakat Suku Saluan. Juga sebagai ungkapan rasa syukur atas berlimpahnya rotan-rotan di daerah tersebut. Wuidih, maknanya dalem banget.

Tak lupa, Festival Sastra Banggai, yang membuat aku kagum, takjub, dan entah harus mengatakan apa untuk mengisyaratkan kata ini. 

Bagaimana tidak ? Sehabis aku baca sebuah post "Tentang Festival Sastra Banggai" membuat hati ini seakan bergetar saat membacanya. Berawal dari rasa kagum mereka ( Babasal Mombasa ) terhadap kota-kota yang sudah mulai mengalami perhelatan sastra.

Sebagai pecinta sastra, tentu hal ini menjadi suatu hal yang menarik bagiku. Yah, membawa buku "Sebait Rindu" karyaku bersama dengan penulis-penulis lain, yang tentu sudah menjadi penulis yang lebih  profesional, menjadi mimpi bagiku

Artikel ini diikut sertakan dalam kompetisi blog "Bangga di Banggai" . Alasanku mengikuti kompetisi ini, untuk bisa menikmati indahnya Luwuk Banggai, sekaligus bisa bersama-sama dengan penulis lain, agar bisa sharing-sharing. Waahh, impian yang fantastis. 

Kalau Bisa Menjadi Sastrawan Hebat, Kenapa Tidak ?

Terimakasih telah membaca...

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi