15 April 2017

Review Film "Long Visit Aka My Mom"



Halo gaes ? Kebetulan, aku ada kesempatan nih, buat ngereview salah satu film yang menurutku sangat berkualitas, dan mengandung banyak pesan moral. Cocoklah, buat kita tonton, sehari-hari.



Yups, benar. Film "Long Visit Aka My Mom" juga biasa disebut film "My Mom" ini, dirilis pada tanggal 22 April 2010, ( 7 tahun silam ), drama Korea yang satu ini, begitu memesona banyak penonton. Aku penasaran, dan akhirnya terbukti sendiri, aku ikut sedih, masuk kayaknya, isi film itu, asal diresapi dalam-dalam. Pasti pesannya nyampe

Film yang berdurasi 107 menit ini, mengangkat tema kasih sayang, pengorbanan seorang Ibu. Tokoh Ibu diperankan oleh Kim Jae Sook, dan Ji Suk ( anak ) diperankan oleh Para Jin Hee

Film ini dibuka dengan adegan Ji Suk menaiki kereta, dan masa lalunya mulai teringat kembali saat melihat anak kecil yang sudah pandai membaca.

Saat menduduki bangku SMP, Ji Suk malu akan ibunya yang berpakaian jelek, dan menyuruh ibunya agar pulang saja. Aku yakin, pasti saat itu hati seorang ibu teriris-iris, mengetahui anaknya yang ia bangga-banggakan malu terhadap ibunya sendiri.

Ayahnya seorang sopir bus, yang notabenenya, dulu pernah mengalami kecelakaan, sehingga cacat saat berjalan. Ia terus bersabar, saat diejek oleh penumpang yang bksan menunggu bus yang lama sekali. Dan ayahnya itu selalu melampiaskan emosinya kepada sang ibu.

Sebagai seorang anak, dia memiliki jiwa yang kuat, juga tegar. Saat pertengkaran orang tuanya, membuat ia sangat benci terhadap ayahnya, karena selalu memukuli ibunya tanpa penyebab yang jelas. Namun, seorang Ibu akan melakukan sedikit pengorbanan untuk anaknya, dia tidak ingin menyusahkan anaknya, apalagi masih bersekolah. 

Ia pun menginjak dewasa, kini ia akan melanjutkan studi ke Seoul, dan akan mengambil jurusan sastra. Seluruh anggota keluarga bangga terhadapnya.

Dalam masa belajarnya di Seoul, dia juga sempat bekerja untuk menambah penghasilan, ternyata dia juga mendapatkan kekasih dari tempatnya bekerja. Loncat satu, dua pulau terlampaui.

Dalam masa pernikahannya pun banyak rintangan, dan dia hanya bisa diam, dan menangis meratapi nasibnya yang belum menikah. Mengetahui hal itu, karena pemutusan hubungan pernikahan ini karena emosi ibunya, maka sang ibu kembali kepada calon mertuanya Ji Suk, dan memohon untuk bersedia menikahkan anaknya dengan Ji Suk.

Singkat cerita, Ji Suk pun hamil, dan ia sudah memiliki jiwa keibuannya, dan berjanji untuk menjadi anak yang baik untuk ibunya.

Seorang Ibu memiliki firasat yang nggak enak terhadap anaknya, oekh karena itu, ditelpon lah suami Ji Suk, dan dia mengatakan bahwa Ji Suk sedang sakit. Namun, ibu bertanya, "Kenapa kok nggak dibawa ke Rumah Sakit saja, kok malah datang ke sini ?"

Dia kangen Sama ibu, dan dia sudah dibawa ke dokter .Tak disangka, ternyata ia mengidap penyakit kanker pankreas stadium akhir.

Ibunya langsung lemas, seakan tak percaya. Ia menangis sejadi-jadinya, kemudian ke kamar Ji Suk, langsung memijat kaki Ji Suk,

"Tidak ada yg bisa mengambil anakku, selama aku masih hidup" kata ibunya. Mereka berdua pun saling berpelukan dan menangis serentak. Kesedihan malam itu, dalam diri masing-masing.

Hari esok adalah hari terakhir mereka bertemu, karena Ji Suk sudah akan pergi ke Seoul, untuk mengurus anaknya. Ibu terus aja berlari mengejar kereta yang membawa Ji Suk kembali. Sedihnya....

Kabar terdengar bahwa Ji Suk telah meninggal, dan..... Ibu pun langsung lemas tak berdaya, dan merasakan begitu terpukul dengan kehilangan Putri tercinta mereka.

Film ini saya rekomendasikan buat kalian dari kalangan manapun, untuk mempelajari seberapa dalam, kasih sayang yang orang tua berikan.

Silakan beri respon gaess..... 

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi