Tuesday, 27 February 2018

Kenangan Yang Tertinggal di Jogja

SHARE

Belum pernah terbayang bisa melihat candi dengan mata kepala sendiri. Terlebih di tempat yang jauh dari domisiliku, Jember. Rombongan MAN 1 Jember yang hendak berangkat pada Sabtu, 24 Februari 2018 itu mengalami keterlambatan beberapa jam, karena hujan deras dan banyak peserta yang belum hadir.

Untuk study tour kelas XI kali ini, separuh lebih anggota kelasku ikut bersama, dan selebihnya lebih memih di rumah saja. Perjalanan Jember-Jogja cukup lama, karena kami sempat beberapa kali berhenti untuk melakukan sholat jama' Qashar, maupun makan bersama.

Di tengah perjalanan, teman-teman yang sedari tadi sibuk menyanyi hendak meramaikan bis 5 yang kami naiki, sontak hening seketika saat saya melihat jam di HP, yang menunjukkan pukul 12.00 malam. Tentunya tidur +10 jam di bis sangat tidak nyaman, terlebih sepatu yang basah karena hujan kemarin.

Spot 1 : RM Kampung Ulu


Bangun tidur, sepertinya nggak afdhol kalo belum mandi. Spot pertama yang kita singgahi yakni Rumah Makan Kampung Ulu, Borobudur, Jogjakarta. Sebelumnya, di WAG sempat ada perdebatan sengit ya, teman-teman yang mengatakan bahwa Borobudur itu di Magelang. Dan lumrah wisatawan menyebut letak Borobudur di Jogja.

Waktu yang dibutuhkan nggak lama lah, karena antrean nggak terlalu panjang juga, jadi bisa langsung mandi di kamar mandi yang disediakan. Lepas itu, kami semua langsung makan prasmanan bersama. Cuma rasanya, saya 'aneh' sendiri karena tidak memakai baju seperti teman-teman, dan jujur, waktu itu mangkel banget sama yang mengkoordinir baju sekelas, cuma ya coba bersabar aja saya.

Alamak... Kemarin saya dibully habis-habisan di grup WA, dan saya disuruh untuk berfoto sama arca, ya, berhubung disini ada beberapa patung, cukup mantep lah, buat rame-rame di grup.

Spot 2 : Borobudur


Ini spot yang sangat saya tunggu-tunggu. Karena ini adalah kali pertama saya bisa melihat secara live seperti apa bentuk Candi yang selama ini hanya bisa lihat di layar HP.

Candi yang dibangun pada dinasti syailendra ini berukuran 123×123 m dengan tinggi 42 m terbentuk dari balok-balok batu andesit yang saling mengunci. Di Borobudur, saya sempat mengelilingi bangunan bersejarah ini selama kurang lebih 3 jam, dari jam 07.00-10.00, dan waktu-waktu itu kita pakai untuk berselfi ria, dibawah terik matahari yang menyengat.

Spot 3 : Museum Merapi


Letaknya cukup jauh dari Borobudur, kurang lebih 1 jam, dan saya tertidur pulas didalam bis. Dan setiap kali teman-teman menyebut nama Museum Merapi, saya jadi teringat mbah Marijan yang meninggal saat letusan gunung merapi.

Tak butuh waktu lama, kami pun segera masuk berbondong-bondong, namun di stop karena batas yang sudah maksimal, jadi saya masuk kloter ke 2, ah.. Menyebalkan.. Dari luar, nampak museum ini sangat besar nan tinggi terlebih warnanya yang "Merapi Banget" membuat teman-teman merasa merinding, entah apa saja yang akan dimuseumkan didalam.

Didalam, ada miniatur daerah yang masih dalam jangkauan merapi. Lalu, masuk ke bagian yang lebih dalam, ini lebih ekstrem, ada foto aktivitas merapi dari tahun ke tahun, yang terakhir letusan terbesar merapi pada tahun 2010 silam. Setidaknya, ada lebih dari 100 kali merapi meletus. Woah...

Ada juga tester gempa. Ini gambaran kecil gempa yang akan terjadi, dengan skala richter yang cukup lumayan besar, hingga menggoyangkan lampu yang terpasang. Ada dokumentasi korban akibat gunung merapi, dan masih banyak lagi.

Spot 4 : Hotel Sartika


Kalau bermalam di kota orang, harus menginap lah ya, hehehe. Disini, kami sudah terbagi menjadi beberapa kelompok yang tinggal dalam setiap kamar. Disini kita semua merebah, melepas penat, setelah seharian dibawa keliling untuk mencari ilmu dari objek wisata.

Sekaligus mengumpulkan tenaga yang cukup, karena nanti malam, sebelum sholat isya', kita harus ada di malioboro.

Spot 5 : Malioboro


Hanya dengan membayar Rp. 10.000, kita bisa menaiki bentor, bersama beberapa anak lainnya. Yah, namanya juga anak-anak, mainnya ya balapan becak. Dan we have fun together. Dan kita diturunin di alun-alunnya. Disamping jalanan, warung-warung penjaja cindera mata berderet memadati jalan kami.

Tiba-tiba, bawaannya pengen belanja terus. Saya sempat berbelanja baju, daster, dan cindera mata untuk dijadikan oleh-oleh. Ternyata, kami masih bingung. Dimanakah gerangan malioboro yang sesungguhnya ? Ternyata masih jauh.. Jauh banget. Dan kita semua jalan kaki untuk sampai disana.

Sesekali kami berdiam sejenak untuk menahan penat di kaki ini. Dan setelah sekian lama kami berjalan, bertemulah di ujung jalan bertuliskan "Jl. Malioboro" dan banyak orang yang berfoto dibawah plang itu. What ? Setelah dari tadi kami berjalan ternyata untuk foto disini ? Ajaib sekali. Walaupun ada rasa sesal tersendiri, tapi cukup dibawa senyum aja sih.

Spot 6 : Studi Kampus UIN Sunan Kalijaga


Setelah tadi malem berlelah-lelahan menyusuri tempat misteri yang bernama Malioboro, kami diajak untuk study kampus dan karena saya jurusan agama, maka tujuan kami yakni UIN Sunan Kalijaga.

Niat saya ingin bisa bertemu dengan P' Marina, mahasiswi Fakultas Fishum asli Thailand, namun tanpa ada kabar dan cukup membuat saya kecewa sih.. Namun, jangan terlalu dipikirin, karena disini kita akan belajar bersama dengan Dekan dan wakil Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam yang cukup berbobot banget pembicaraan kami semua.


Pertama, dihadiri oleh wakil Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Dr. H. Fakhrudin Faiz, S. Ag, M. Ag, dan di tengah sesi, pak Dekan akan menyusul, karena sedang ada jadwal mengajar.

Kami semua dibuat kaget, lantaran ucapan Ust. Faiz, dalam sambutannya : "Saya dulu pada tahun 1990 pernah memakai seragam yang sama seperti yang adek pakai saat ini, ya, saya alumni MAPK MAN 1 Jember". Sontak seisi ruangan riuh dengan tepuk tangan teman-teman, karena merasa kakak kelasnya telah menjadi orang penting, yang kini tengah berbicara dihadapan mereka.

Disini juga dijelaskan tentang 5 prodi yang ada di Fakultas Ushuluddin, yakni Al Qur'an tafsir, Hadist, Aqidah + Filsafat, Studi agama, dan Sosiologi agama. Dan di sesi tanya jawab, teman-teman juga ada yang aktif bertanya, yang rata-rata mereka menanyakan beasiswa untuk bisa sekolah di UIN Sunan Kalijaga ini. Ada beberapa beasiswa yang dijelaskan,.misal bidikmisi, PBSB (Pendidikan Beasiswa Santri Berprestasi)

Yang diakhiri dengan motivasi-motivasi yang meningkatkan semagat kami untuk bisa menstabilkan rapot.

Spot 7 : Wisata Kraton


Di kraton, seperti ada adat yang masih melekat, dan kita masih belajar beradaptasi dengan adat tersebut, misal saya dilarang untuk memakai topi di wilayah kraton, yah 2 kali sih saya lupa kalo topi itu masih nempel, akibatnya, yah abdi dalemnya kayak agak marah gimana gitu, sama saya.

Hehehehe, tapi pulang dari situ, sempet mampir buat beli buku sih, yang lumayan murah-murah, alias banting harga.

Spot 8 : Candi Prambanan


Spot ini menjadi pertanda akan berakhirnya cerita yang sangat indah di Jogjakarta ini. Dan disini megah, tinggi menjulang, dan saya sempat memasuki beberapa candi, yang di dalam nya terdapat arca, namun, saya belum masuk ke candi yang terdapat arca roro jonggrangnya, karena sudah keburu ditarik mundur untuk naik ke bis.


Kalo bagi saya pribadi sih, ada kesan-kesan menarik, dimana kita bisa mengetahui wisata di kota orang, hingga tempat-tempat unik yang baru saya temui di Jogja. Mungkin, kalau ada kesempatam, kalian bisa mengunjungi tempat-tempat unik tersebut, recomended banget...

SHARE

Author : verified_user

Kehidupan realitas asmara tak seindah drama Korea. Untuk menemukan pasangan sejati, mungkin kamu akan menemui berbagai macam persoalan, mulai dari yang sederhana sampai yang rumit saat menjalani suatu hubungan. Dengan ujian yang berat, maka kekuatan jalinan cinta kalian akan terbukti. Apakah siap untuk berlanjut ke jenjang yang lebih serius, atau hanya cukup menjadi cerita sementara saja.

32 comments:

  1. Beberapa kali ke Jogja, tapi gak sempat mampir Prambanan. Lewat doang. Tadi scroll kirain ada foto bareng arca, eh ternyata bukan disini atau mungkin gak dimuat disini.
    Dan akhirnya jadi tau, Faisol itu masih sekolah ya. Keren, ih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hemmm, kenapa pula, yg dicari selalu saja arca. Hehehehe

      Delete
  2. Asyiknya jalan-jalan ke Yogyakarta. Jadi pengen juga. Tapi sedikit kecewa nih, baca dari atas sampe abis, gak nemu fotomu sama arca, mas... Hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha iya mbak, besok aku tambahin yah, soalnya sinyal masih telolet

      Delete
  3. Aslinya masih banyak banget lho tempat yang cakep di Jogja.. nggak ngepantai yaa?? Eh..serius hotek sartika? Santika hotel mungkin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak sih mbak, tapi kami ikutin arahan guru, jadi gabisa ngepantai. Di candi aja udah bersyukur banget. Serius lah mbak, hotel sartika. Hehehehe

      Delete
  4. Terakhir ke Jogja ada kali 20 tahun yang lalu..duh peradaban mana yng saya singgahi ini ya. Pengen ke Jogja lagiii..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hemmm, jogja 20 tahun yang lalu lebih astri pastinya yah mak... Hehehe

      Delete
  5. Oh kirain bener nyempatin diri buat liat arca, ternyata studi tour ya.
    Jogja katanya istimewa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya emang bener sih sempey foto sama arca, tapi malu ah, dipajang disini...

      Delete
  6. Ihhh aku gemes loh, meski dibilangin sih sempat ada perdrbatan Borobudur di Magelang, tapi tetap saja Isol nulisnya Borobudur,Jogja. Nantinya malah nyesatin yang ga tahu kalau memang ada di Jogja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hemmm, kan aku udah bilang mbak, karena itu lumrah bagi wisatawan

      Delete
  7. Aku suka study tour kalian ada acara ke kampus, jadi selain wisata budaya ada edukasi dibidang lainny juga, dlu waktu sma aku piknik y piknik aja .
    Betewe hampir semua tmpat yg kami datangi udh aku datangi juga,kecuali uin, rm ulu, sm hotel santika..hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hemn ya mbak, next tine smoga bisa ke tempat itu ya,

      Delete
  8. Kalau baca begini, jadi pingin lagi ke Jogja. Hahaha.

    ReplyDelete
  9. Seruuu sekali studytournya, dek
    Lengkap dan bergizi sekali ya, touringnyaa
    heheheee

    ReplyDelete
  10. Malioboro dan Jogja selalu punya cerita sendiri ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehhehe, plang malioboro yah, teringat capek yang sangat disana

      Delete
  11. Iya ih mas, entar yang punya Borobudur marah lho. Hahaha.

    Perlu dikasih penjelasan kali, bahwa wisatawan mungkin biasa nyebutnya di Jogja tapi yg tepat di Magelang.

    Kudoakan Faisol kuliah di UIN Suka biar bisa menjelajah candi-candi lagi hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin... Sekalian doakan dapet ilmu yg barokah yaaa

      Delete
  12. diriku malah belum singgah ke Prambanan... hiks

    ReplyDelete
  13. Pasti berkesan banget ya lihat candi langsung pertamakalinya ☺

    Gimana kesannya setelah lihat langsung candi Borobudur, bro ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah berasa "wow" banget mas, melihat batu pahatan yang istimewa

      Delete
  14. Jogja emang tempatnya orang2 ninggalin kenangan hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mbak, banyak kenangan manis disini. Hehehehe

      Delete
  15. Wah senangnya, aku pun belum pernah lihat candi nih hehe, pengen banget lihat Borobudur. Eh tapi mudah-mudahan tahun ini bisa kesana sekalian liburan bareng suami.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehehe, alhamdulillah mbak, maen kesini juga lah kapan"

      Delete
  16. waah, cukup menarik juga yaa perjalanan Anda mas...
    Jadi terinspirasi ingin ke jogja...
    apalagi orang-orangnya sangat ramah...
    dan Jogja itu seperti kota kenangan, kayak kenangan gue sma pacar... jangan baper yaa.. hahaha :D

    ReplyDelete
  17. Sedikit saran untuk artikel ini : keterangan lokasi candi Borobudur yang benar di Magelang, bukan di Yogyakarta.
    Kebetulan rumahku ngga gitu jauh dari candi Borobudur.
    Candi Borobudur ada di kabupaten Magelang, kalau aku di kotamadyanya.

    Kalau candi Prambanan benar lokasinya di Yogya.

    Salam kenal, Faisol.
    Juga salam buat teman-teman study tournya.

    ReplyDelete

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi