Rabu

RabuT19.55

Komunikasi di Era Digital



Komunikasi adalah hal yang sangat penting bagi setiap manusia. Karena, sifat komunikasi disini adalah sifat dasar dan alamiah manusia. Sehingga, mau tidak mau, kita harus bisa melakukan interaksi antar sessama melalui komunikasi. Mungkin mulai dari saya kecil, saya masih terpaku dalam "komunikasi tradisional" yang dalam penerapannya tidak melibatkan atau mencampurkan unsur teknologi didalamnya.

Teknologi semakin berganti seiring waktu yang kian berlalu. Dengan pesatnya, teknologi merambah pada setiap lapisan masyarakat, bahkan setiap insan seakan dituntut untuk bisa menguasai teknologi. Tak luput dunia komunikasi. Mungkin sudah banyak kita jumpai orang-orang yang sangat aktif dalam berkomunikasi online, namun pasif saat berinteraksi secara offline. Tanpa kita sadari, kita berbicara dalam setiap ketikan di Whatsapp.

Dulu, saya masih awam soal social media dan sejenisnya. Namun, saya ingat waktu kelas 2 SMP, saat ingin membuat akun facebook saya, dimana hal itu adalah awal mula saya menginjak dunia komunikasi online. Saya ingat persis, tata cara yang diajarkan kakak kelas saya, dan hingga saat ini, saya masih 'kadang' aktif di social media, ya mungkin karena kesibukan lainnya, sehingga akun facebook saya terbengkalai.

Setelah akun facebook, saya merambah kepada social media yang lain, yakni instagram. Saya kira, mungkin ini aplikasi yang sangat berat, dan unfaedah. Tapi, ternyata dari social media inilah banyak selebgram maupun seorang buzzer mendapatkan bayaran. Seperti artikel saya yang berjudul Kaya Raya Hanya dari Social Media, itu mengingatkan saya, bagaimana social media bisa menghasilkan uang yang tidak sedikit jumlahnya.

Sama halnya dengan instagram, twitter dengan pengguna twitter di Indonesia sebanyak 19,5 juta tweeps menyebabkan ramainya brand yang berlomba-lomba untuk memperkenalkan produk maupun target pemasaran mereka dengan menyewa buzzer maupun influencer untuk bisa menjadikan hastag mereka menjadi viral, dalam artian trending topik. Pada awalnya, kita hanya menggunakan untuk berkomunikasi kepada sesama teman, maupun saling retweet, dan sekarang twitter bisa menjadi ladang penghasilan juga bagi orang yang ingin mengoptimalkannya.

Hingga tiba saatnya dunia komunikasi online memperkenalkan saya pada Whatsapp, aplikasi yang sudah lumrah digunakan oleh blogger, maupun orang kebanyakan. Ini semakin mengubah mindset setiap pribadi untuk mengkonsumsi internet lebih banyak lagi. Jika di era sebelumnya, saya masih cukup sering mendengar istilah SMS an, sekarang trend itu telah berubah, digantikan oleh WA. Adik saya saja (4 SD) sudah mahir menggunakan Whatsapp. Ketika ditanya, alasannya ya memang guru-guru akan berkomunikasi dengan siswanya dalam sebuah grup Whatsapp. Entah itu menanyakan PR, berdiskusi, atau bahkan chat-chat unfaedah, semua bisa terjadi dengan mudah di media Whatsapp.

Baca juga : Cara Mendaftar Whatsapp Tanpa Nomor HP

Kesimpulan :

Komunikasi di Era digital ini, sangat jauh berbeda semasa kecil dulu, dimana terkadang dari teknologi ini sendiri, yang mengkotak-kotakkan mereka dalam tanda kutip "individualis", namun juga bisa mengambil faedah yang sangat besar, yakni bisa semakin maju, jejaring yang lebih luas, dan masih banyak hal positif lainnya. Dampak-dampak itu akan nampak pada watak sang pengguna. Jika mereka bisa menempatkan komunikasi online pada tempatnya, mereka akan mendapatkan faedah yang sangat banyak. begitupun sebaliknya.

Kalau sobat ingin membaca artikel yang berkaitan, baca juga : Tren Komunikasi Digital di Indonesia

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi