Senin

SeninT21.04

Tragedi Pak Budi : Menyisakan Jejak Kelam Dunia Pendidikan


Berita duka, seakan mencuat dari setiap media yang ada. Betapa tidak ? Ketika seseorang murid tega menganiaya gurunya, dimana seharusnya dia beradab sebagai murid, malah biadab terhadap gurunya sendiri.

Diawali dari kelas seni rupa yang diajar oleh Pak Budi, di XI SMAN 1 Torjun, Sampang, Jawa Timur pada pukul 13.00, menyisakan pilu yang amat dalam, bahkan tidak tahu bahwa itulah detik-detik ajal menjemputnya.

Di kelas seni rupa tersebut, dikatakan bahwa pelaku, murid berinisial MH, menjahili teman-temannya, dan mencorat-coreti lukisan milik temannya. Kemudian, Pak Budi pun menegurnya agar ia berhenti menjahili temannya.

Namun, peringatan itu tak membuatnya jera, bahkan semakin menjadi-jadi mengganggu temannya. Sehingga, pak Budi datang sambil mencoret pipinya dengan cat air. Malah teguran tersebut membuat si pelaku marah. Sehingga terjadilah perkelahian didalam kelas tersebut. Sontak, siswa langsung melerai perkelahian tersebut.

Dan pak Budi pun dibawa ke kantor untuk menjelaskan yang sebenarnya terjadi. Pak Budi pun disuruh istirahat di rumah, namun setibanya di rumah, pak Budi langsung pingsan, dimana sebelumnya dia mengatakan bahwa sakit kepala.

Langsung dibawa ke Rumah Sakit, dan ternyata pak Budi sudah meninggal pada pukul 21.40 WIB, di RSUD dr. Soetomo. Dikarenakan terkena mati batang otak, dan semua organ dalam sudah tidak berfungsi lagi.

Mendengar kisah yang amat sangat mengerikan tersebut, sudah sepatutnyalah kita merenungi diri. Pantaskah seorang pencari ilmu melakukan hal tersebut kepada guru ?

Jujur, sebagai seorang pelajar yang sama-sama duduk di kelas XI, saya sangat prihatin. Melihat buruknya akhlak seorang siswa terhadap gurunya, lalu apa gunanya dia meminta ilmu, sedangkan dia tidak menghormati pemberi ilmu ?

Jika di masa-masa dulu, seorang guru bisa memukul seorang siswa karena ketidaksopanannya, maupun hal-hal yang menjengkelkan, lalu kenapa di zaman ini terbalik ? Malah murid yang menganiaya gurunya hingga meninggal.

Walaupun kasus pembunuhan oleh seorang siswa kepada gurunya sangat langka, namun ini bisa dikatakan perbuatan amoral yang merusak citra pendidikan di Indonesia.

Saya pribadi hanya mengingatkan terutama pada teman-teman sebaya, adik kelas, hingga kakak kelas, untuk bisa menghargai seorang guru, terlebih guru tersebut sangat sabar dalam mendidik kita untuk menjadi orang yang suskses kelak.

Sumber gambar : surabaya.tribunnews.com

FYI, as information aja, jika kalian mencari universitas swasta di Bandung, lebih tepatnya teknologi pangan di Bandung, rekomendasi buat kalian yakni Ma'soem University, alamat : Jl. Raya Cipcing No. 22 Jatinagor 45363, Jawa Barat, No WA 08156033022

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi