9 April 2018

Berwisata Penuh Tawa di Taman Botani Sukorambi


Kalau bicara wisata, saya suka banget. Terlebih, saya mendapat kesempatan untuk eksplor wisata alam Botani, Jember lebih dalam lagi. Ingatan saya terlempar 4 tahun silam, tahun 2015. Kenangan study tour bersama guru tercinta, yang tak sempat terabadikan dalam jepretan foto, jadi hanya tersimpan baik dalam memori.

Taman Botani Sukorambi sendiri menjadi salah satu spot wisata yang harus dikunjungi ketika berada di Jember. Karena, selain bisa melepas penat setelah bekerja setiap hari, atau pusingnya belajar di sekolah, ada baiknya kita menikmati keceriaan bersama teman-teman di alam terbuka, salah satunya Taman Botani Sukorambi ini.

Sebelum memasuki taman wisata yang diresmikan oleh bupati Jember sebelumnya, yakni MZ A Djalal, kami terlebih dahulu nongkrong di samping pintu masuk, untuk bercanda ria, membahas blogging, dan gurauan lainnya deh. Hingga jam menggeser jarumnya menuju angka 09.00 , baru kami mulai masuk arena. Petualangan pun dimulai...

Didalam destinasi wisata ini, kalian bisa menjumpai berbagai satwa fauna yang nggak sembarangan bisa kita temui. Ada macam-macam kelinci, landak, ada juga merak, dan berbagai macam fauna unik lainnya. Sempat kami kebingungan, ini gimana ceritanya merak nggak mekar ekornya ? Spontan aku mejawab "Karena nggak ada ceweknya, ya nggak mekar", langsung pada rame sendiri, menertawakan ucapanku. Astaga, baru inget... Kenapa ngomong cewek bukan betina ?

Oh iya teman, jalan menuju wahana utama (dibawah) ini sangat unik. Dinding-dinding yang awalnya merupakan bongkahan batu dan semen, disulap menjadi taman gantung, dengan nuansa bak petualangan di hutan belantara, namun tetap instagramable. Atasnya terdapat payung warna-warni melayang, semakin menjadikan foto-foto pribadi makin ciamik... Dan cukup lama juga kita jeprat-jepret sana-sini di setiap dindingnya, hingga ketemu banner yang menggelitik kami, atau malah lebih tepatnya ngakak bangga.

Ya, foto salah satu blogger dengan desain grafisnya yang aduhai, vindy putri (vindyputri.com) terpampang jelas nan nyata di hadapanku. Bangga ? Jelas... Ya, kalau mampir kesini, jangan lupa mengabadikan foto di banner ini lah ya, atau biar mudah kita sebut saja banner hits. Trus, bisa upload dan tag mbak vindy sama @taman.botani.sukorambi Hihihi....

Eits, walau jalan menuju kebawah tak se-curam perasaanku padanya, tetap hati-hati dan waspada ya gaes, apalagi sekarang musim hujan, kalau nggak hati-hati bahaya. Kalau perasaanya yang kepeleset sih sudah biasa kan ? kalo kakinya ? Berabe tuh... Makanya waspadalah...

Terik matahari menyoroti setiap jejak kami. Topi hitamku pun tak dapat menghalangi panasnya. Kalian bisa berpotret disini dengan tulisan di dinding yang bertuliskan TAMAN SUKORAMBI, pasti kelihatan kalo kesana nanti, font nya besar kok. Hehehehe, kami nggak luput mengambil momen seru disini, mumpung di Botani juga yah...

Batere 30% ? Stay positive thingking, and don't forget tetep kalem, berharap nggak mati tiba-tiba waktu hunting. Langsung deh menuju spot target wisata yang pertama, di taman bermain. Ups, niatnya sih ini privasi, karena mengandung unsur kekanak-kanakan, namun kayaknya lebih seru kalau aku share disini.

Rempong banget lah kita disini, maen ayunan, timbangan berat-beratan *entah ini lupa namanya karena udah nggak pernah maen lagi. Hihihi... Eh ngomong-ngomong, waktu wajah kita lungsut bin kusut karena ngakak bermain wahana anak kecil, ealah, malah ada yang live IG, dan kameranya nyorotin kita. Whats ? Bodo amat sih, yang penting stay have fun aja....

Dahaga yang sangat menggoda, tiba-tiba menghampiri setiap kerongkongan kami. Sepakat turun kebawah, untuk mengunjungi spot baru sekalian beli minuman kalau ada yang jual. Di rute yang kami ikuti, et dah, ada spot wahana lucu kolam renang buat anak kecil, kolam renang pelangi namanya. Sesuai namanya, warna keramik lantai kolam renang ini berwarna-warni.

Tengok kanan-kiri, es, pop ice, jus, duh es apapun deh.... Cepat muncul dong, udah kering banget nih. Dibikin gagal fokus gegara dahaga. Untung masih ada beberapa persen kesabaran di hati ini. Eh, bicara persen, batere hp ku tinggal berapa persen ? Hah ? 3 persen ??... Ini baru namanya titik terendah. Aku tetap senyum, walau nggak selebar tadi waktu 100%, namun indahnya wisata ini membuatku terpana.

Di seberang danau, ada warung pop ice, duh... Ibarat zombie ketemu manusia, langsung saja auto fokus sama es yang diblender. Jadi nggak sabar nih.. Oh iya, danaunya ini bukan sembarang danau loh... Ada perahu bebek-bebekannya, namun kami belum menaikinya, niatnya sih temen-temen ingin menumbalkan aku untuk naik wahana ini, namun aku tolak karena haus banget.

Minum satu gelas cepet banget, udah gitu serasa kurang lagi. Ah, stop diem disini, masih ada beberapa spot unik lainnya. Apaan tuh ? Muslimah Private Area ? Oalah.. Ini kolam renang khusus muslimah yah, bagus deh, jadi bisa terjaga auratnya. Yang cowok mau masuk ? Jangan berharap bisa deh ya..  Hihihi...

Langsung kita go to rumah pohon. Ah, naikinnya gampil banget. Nyampe atas seneng banget, sekaligus bingung full, ini gimana cara turunnya ? Selain karena emang tinggi, ada beberapa pijakan yang tidak memiliki pegangan. Aku sama mas gusti nanya "ini gimana cara turunnya ?" , ya duduk jangan berdiri. Oalah... Etapi jangan dikira segampil naiknya ya gaes, karena ini bener-bener menguji adrenalin. Dan taraa... Alhamdulillah bisa turun dengan selamat.

Ngomong-ngomong, waktu aku naek ke rumah pohon tadi, batereku tinggal 0% loh, dan itu tandanya aku akan dilan-da kebingungan mencari colokan, dan ith susahnya minta ampun. Yang lain pada sibuk berenang, aku sama mas ilham, bingung ngecas dimana ? Syukur alhamdulillah, didepan panggung ada colokan, dan kita 'ngampung' ngecas disana. Lalu, entah kenapa perut saya tiba-tiba bergetar ? Laparkah ?

Eh iya ding, keroncongan dari tadi. Kami pesen pop mie sama teh pucuk. Trus tiba-tiba kelihatan menu ada sate kelinci, sosis kelinci.... Duh aneh banget. Aku pecinta apapun yang aneh. Jadi pengin makan, tapi berhubung sudah beli pop mie, ya makan aja lah, next time kalo kesini lagi, harus dicoba makanannya.

Nyampe di kantin, eh ada flying fox. Duh, ini wahana bikin mupeng amat sih... Tinggi, menguji adrenalin banget. Jujur, selama ini saya belum pernah naik wahana flying fox. "Pingin nyoba" rengek saya, ya sudah sana beli tiket. Eh tapi, sebelumnya saya nggak boleh naek karena waktunya istirahat, tapi mas vadil maksa agar saya cepat naek flying fox. Alhamdulillah, berhasil...

Ini benar-benar amazing. Perasaan yang terombang-ambing, mencekam, dan penuh histeris anak kecil semakin menambah kehororan suasana hati. Tenang, ada pengaman kok. Aku harus melewati pijakan-pijakan yang bergoyang, lumayan mudah sih. Trus, disuruh naek ke tingkat yang lebih tinggi. Disini saya diuji.

Sendal basah dengan keringat kaki, kalo dibilang takut sih, emang iya. Rasanya nano-nano banget, jantung serasa mau copot liat ketinggian. Dan ini giliranku maju, disuruh rentangkan tangan. Dan wuuss.... Aku meluncur bebas.. Tak dapat diungkapkan dengan kata-kata deh, pokoknya. Serasa bisa terbang gitu...

Benar-benar WOW, lah.. Saya pikir ini pengalaman yang amat sangat berkesan, walau membuat jantung berdegup kencang, namun ada kepuasan tersendiri saat sampai di tujuan. Ah, senangnya....

Ya, mungkin itu semua rentetan kisah yang terukir menjadi cerita, bahwa kami sudah mengeksplor keindahan berbagai spot yang memanjakan wisatawan di Taman Botani Sukorambi, Jember, dan destinasi wisata Jember ini menjadi salah satu dari 60+ destinasi wisata yang harus dikunjungi oleh wisatawan, serta turut menjadikab Jember makin rame. Seru, kan ?


lalu setelah pulang ke rumah, badan harus berolahraga setiap hari nih, kalo aku pribadi dengan senam lantai di matras gymnastics air track kelihatannya matras ini bagus dan nyaman banget...
hayukk mumpung ada air tumble track for Sale kita bisa belanja matras untuk hidup yang lebih sehat tentunya. Dengan most air tumble tracks ini, alhamdulillah aku bisa jadi lebih semangat menjalani kegiatan sehari-hariku 

Related Posts

No comments:

Post a Comment

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi