30 April 2018

Shell-Eco marathon : Berinovasi di Masa Kini untuk Energi di Hari Nanti

Masa depan adalah masa-masa dimana teknologi akan menghuni seisi bumi. Semua insan manusia akan berlomba-lomba memacu kecepatan dalam setiap disiplin ilmu yang mereka ketahui. Mungkin, di gambaran pikiran kita semasa kecil dulu, bahwa masa depan akan muncul mobil yang bisa terbang, dan gedung-gedung pencakar langit akan tinggi menjulang. Ya, masa-masa itu akan datang.

Inovasi-inovasi terbaru serta terbaik, akan mendapat tempat yang istimewa terhadap dunia science bahkan mendapatkan nobel penghargaan terhadap inovasi yang berkontribusi membangun negeri. Lalu, apa jadinya Indonesia puluhan tahun mendatang ? Apakah masih kental dengan kemakmurannya atau malah sebaliknya ?

Kata kuncinya adalah energi. Tidak dapat kita pungkiri, bahwa energi telah masuk kedalam pori-pori kehidupan masyarakat. Baik itu berupa energi listrik, panas, dan juga energi yang tidak dapat diperbaharui, yakni minyak bumi, yang merupakan endapan fosil hewan laut yang terkubur jutaan tahun di dasar laut. Ya, minyak bumi menjadi prioritas kenaikan harga barang di Indonesia. Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan salah satu hal yang sangat krusial di era milenium ini. Terlebih, semakin banyaknya pengguna kendaraan bermotor, sehingga kerap menimbulkan kewalahan pemerintah, dan juga, jika harga Bahan Bakar Minyak meningkat, maka semakin meningkat pula harga pasar setiap barang yang dijual.

Lalu, apa kabar minyak bumi Indonesia ? Apakah ketersediaannya masih cukup hingga usiaku merenta senja ? Hal yang mengejutkan aku dapatkan informasi dari salah satu web berita, yakni kompas.com, mengatakan bahwa 12-15 tahun kedepan, cadangan minyak bumi Indonesia akan habis. Dan pengolaan bahan bakar non fosil masih minim. Diperparah lagi dengan jumlah konsumsi minyak bumi yang membengkak. Tercatat, konsumsi minyak bumi per hari sebesar 1,6 juta barrel per hari, yang berbanding terbalik dengan produksi minyak yang hanya 600.000-800.000 barrel per hari (BPH).

Banyak sekali upaya-upaya para ilmuwan untuk menciptakan energi di masa depan. Misal dengan memanfaatkan 9 energi alternatif diatas. Namun, apakah pengembangannya saat ini sudah direalisasikan atau masih hanya wacana ? Seperti yang sudah aku katakan, bahwa pengolaan bahan bakar non fosil masih minim di Indonesia. Ada cara yang bisa kita lakukan untuk berkontribusi bagi negeri.

Kalian tidak perlu bersusah payah mencari bahan bakar pengganti minyak bumi, karena untuk memberikan performa sangat maksimal bagi pengendara, Shell yang notabenenya merupakan pemasok minyak dan pelumas unggulan kepada lebih dari 100 negara di dunia, telah menghadirkan bahan bakar bio diesel dengan nama produk Shell Diesel Bio yang sebelumnya bernama Shell Diesel, namun karena produknya kali ini mengandung bahan bakar nabati yang lebih tinggi, sehingga diubah nama menjadi Shell Diesel Bio

MACAM-MACAM PRODUK SHELL


Shell memang terkenal dengan produknya yang sangat mumpuni. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwasanyaproduk Shell telah didistribusikan kepada lebih dari 100 negara di dunia, dan telah beroperasi sejak lama. Ini menandakan bahwa produk yang dihasilkan memang sangat dibutuhkan oleh khalayak umum.


Selain dari produknya yang berkualitas, Shell juga menghadirkan ajang bergengsi yang diikuti oleh mahasiswa dari 3 benua, yakni Amerika, Asia, dan Eropa, yakni dengan menghadirkan 123 tim mahasiswa dari 20 negara untuk berkompetisi dalam ajang Shell-Eco Marathon 2018. Ajang Shell-Eco Marathon sendiri merupakan salah satu kompetisi untuk menciptakan mobil masa depan, yang bisa menempuh perjalanan terjauh, namun tetap hemat dan terjaga keamanannya.




Di tahun 2018, tepatnya pada 8 Maret 2018, Indonesia berpartisipasi dalam acara Shell Make The Future Singapore, dengan mendelegasikan 26 partisipan Indonesia. Acara ini berlangsung dengan sangat meriah, dengan 15.000 pengunjung yang turut membanjiri arena penonton. Mereka merupakan kalangan pelajar, pengusaha, serta pengamat teknologi yang mengapresiasi beragam inovasi dari mahasiswa regional Asia.

Terdapat 2 kategori yang diperlombakan, yakni Prototype dan Urban concept. Nah, kalau untuk yang prototype, maka pemenang dipilih berdasarkan kendaraan terhemat, dalam artian tidak boros bahan bakar, sehingga bisa lebih irit dalam jarak yang telah ditentukan, yakni sejauh 1,2 km. Dan untuk yang urban concept, disini maksudnya adalah mobil dengan konsep mobil yang kita ketahui zaman ini.

Kabar harum terdengar, saat tim Indonesia menyapu bersih penghargaan dan berhasil lolos kedalam babak final Drivers World Championship dan akan bertemu dengan 3 tim unggulan dari benua eropa dan amerika. Tim yang lolos, yakni UGM, ITS Surabaya, dan Universitas Negeri Yogyakarta.

 Nah, kita sebagai seorang blogger harus bisa mensupport banyak sekali pemuda, termasuk mereka yang tergabung dalam dunia industri maupun industri kreatif, karena pada dasarnya kita berada dalam satu wadah dengan tujuan yang sama, yakni mengembangkan inovasi. Untuk kali ini, warung blogger mengadakan Blog Competition dimana sobat diminta untuk ikut menceritakan, bagaimana Shell-Eco Marathon bisa menjadi wadah dalam menampung ide-ide brilian para mahasiswa. Untuk blog competition ini, hadiahnya lumayan banget loh, ada laptop dan 2 handphone menanti para pemenang.

Info lomba : http://www.warungblogger.org/2018/03/shell-eco-marathon-make-future-dan.html

No comments:

Post a Comment

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi