30 June 2019

Inilah 7 Alasan Naskahmu Ditolak Penerbit



Halo teman-teman ? Menulis menjadi kegiatan literasi yang paling banyak digemari sebagian orang, terlebih kepada mereka yang hobi menulis atau bahkan menyebut diri mereka penulis atau sastrawan. Tentunya, kita menginginkan menghasilkan karya dari tulisan yang kita buat. Namun, banyak sekali penulis yang berkeluh kesah sudah mengirimkan naskahnya ke beberapa penerbit namun masih ditolak juga. Kira-kira apa alasannya ? Karena kan biasanya ada tuh, penerbit yang nggak memberitahukan penyebab penolakan naskah, sehingga aku menulis 10 Alasan Naskahmu Ditolak Penerbit.

1. Tema naskah kurang sesuai


Iya, ini adalah salah satu kesalahan terbesar yang banyak dilakukan penulis pemula yang sangat terobsesi dengan "lahiran karyanya" tanpa melihat terlebih dahulu di penerbit mana naskah itu akan terbit. Perlu diketahui bahwa kita harus meriset sebuah penerbit, mencari tahu, kriteria naskah seperti apa yang diterima. Misal yang unik dari stiletto book, dimana naskah yang diterima hanya yang bergenre perempuan atau yang bertokoh utama perempuanlah yang memiliki peluang untuk diterbitkan di media cetak tersebut.

Ada juga, penerbit yang memang mengkhususkan pada teenlit, ada yang khusus novel anak-anak, novel islami, atau bahkan ada yang bisa menerbitkan semua tema. So, intinya riset dahulu sebelum kirim naskah. Apakah tema naskahmu sesuai dengan kriteria yang ditentukan penerbit atau tidak ?

2. Naskah tidak benar-benar Completed


Maksudnya naskah yang kamu kirimkan mungkin saja memiliki kerumpangan yang tentu saja membuat editor garuk-garuk kepala. Dan terkadang, bisa jadi kualifikasi naskahmu yang masuk meja editor bisa dibilang buruk karena kerumpangan tadi. Ada bagian dalam cerita yang rumpang atau bahkan hilang tiba-tiba di tengah atau di akhir cerita. Jadi, saran dari aku nih, dibaca ulang tulisannya, setiap setelah menyelesaikan mengetik naskahmu. Make sure, that your draft has been fixed perfectly. Okay ?

3. Karakter tokoh dinilai kurang kuat


Most of writer, especially with fictional genre, mereka terlalu banyak menuliskan tokoh dalam cerita dengan penggambaran sifat dan karakter yang mendetail pada masing-masing tokoh tersebut. Ini dinilai buruk, atau bahkan bisa menghilangkan selera penerbit untuk menerbitkan naskah tersebut, karena hal ini memberikan kesan seakan-akan pembaca dipaksa untuk mengikuti penggambaran karakter sebagaimana dari sudut pandang penulis. 

Sebenarnya, untuk karakter utama bolehlah digambarkan karakternya secara mendetail dalam bentuk narasi, namun cara lain yang bisa digunakan adalah kalian bisa menyelipkan karakter tokoh dalam percakapan, atau tingkah laku misalnya.

4. Keliru soal menulis sinopsis


Salah satu bagian yang dibutuhkan oleh penerbit untuk menerbitkan naskah seorang penulis adalah harus dilampirkannya sinopsis. Seorang penulis terkadang salah persepsi soal sinopsis. Sinopsis yang diminta bukan "blurb" yang biasanya ditemukan di cover belakang novel/buku, sinopsis disini adalah jalan cerita yang runtut dari awal-akhir. Banyak juga kesalahan penulis pemula yang masih terdapat pertanyaan di akhir sinopsis, seperti "Bagaimana kelanjutan persahabatan mereka ?......" sepertinya jauhi hal demikian, karena itu mungkin akan membuat penerbit geleng-geleng kepala tentang naskah sobat.

5. Kurang kuatnya logika cerita


Logika cerita juga bisa menjadi alasan mengapa naskahmu ditolak penerbit. Bisa jadi logika cerita kamu terlihat tidak riil, atau bahasa mudahnya kurang kontekstual dengan problematika zaman yang sedang dibahas. Untuk tambahan nih, risetlah terlebih dahulu mengenai cara menggambarkan cerita agar terlihat hidup dan menarik untuk dibaca sehingga penerbit tidak ragu nemilih naskahmu.

6. Emosi tidak mengena pembaca


Dalam penulisan novel, tentu yang menjadi hal yang utama adalah rasa dalam cerita. Apakah pembaca merasakan seperti yang ditulis oleh penulis, atau malah tidak merasakannya. Suatu keberhasilan jika penulis dapat mengambil perasaan pembaca untuk ikut terbawa dalam cerita yang ditulis. Kalau racikan emosi yang disisipkan tidak mengena, kemungkinan besar editor mikir 2 kali untuk menerbitkan karyamu.

7. Mengandung unsur SARA


Tahu tidak tahu, sadar tidak sadar, dalam menulis novel tentunya kita bebas memasukkan unsur pengalaman pribadi, atau boleh jadi memang didesain sedemikian rupa untuk menceritakan kehidupan pribadi, namun perlu dicatat bahwa jangan sampai kita memasukkan semua unsur kedalam naskah tanpa filtering. Unsur sensitif contohnya isu SARA dalam naskah, bisa jadi membuat penerbit enggan mencetak naskahmu karena bisa jadi itu berbahaya dan dapat menuai banyak kecaman dari kritikus dan pengamat sastra. So, bisa jadi itu yang menyebabkan naskahmu ditolak, kan ?

I realize, that these maybe doesn't accurate, but i'll try to gather from trusted sources. So, apalagi yang kita tunggu ? Jauhi 7 hal tersebut, dan intinya tulis dengan sudut pandang berbeda dan menarik. Semangat selalu buat kalian yang lagi on Process buat nulis naskah. Oh iya, kalau kalian merasa terbantu dengan artikel ini, boleh banget untuk dishare ke kerabat dan teman-teman yang juga suka menulis, agar mereka juga mengetahui 7 Alasan Naskah Ditolak Penerbit . See you later...


Related Posts

4 comments:

  1. Conten writer sangat perlu nih tips ini sanhat membantu sekali dan bermanfaat

    ReplyDelete
  2. Kayak familier ya artikelnya, pernah baca di suatu tempat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, dari Situs-situs penerbit, trus saya kembali menuliskannya dengan bahasa saya sendiri

      Delete

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi