Kamis

KamisT09.17

Jatuh Cinta di Pantai Tanjung Papuma, Kenapa Tidak ?


Pantai Pasir Putih Malikan atau biasa dipanggil Pantai Papuma kerap kali menjadi tempat yang cocok dengan nuansa romantismenya. Ini merupakan kali kedua aku pergi ke pantai Tanjung Papuma, dan kali ini bersama dinas pariwisata Jember dan rombongan Blogger nasional juga Blogger Jember. So, seperti apa Papuma itu ? Mengapa menjadi destinasi favorit wisatawan saat berkunjung ke Jember ?

Tiket Masuk Papuma
Karena tempatnya yang memang berada di pesisir selatan Jawa, maka karakteristik pantainya biasanya langsung dibalik pegunungan, berbeda dengan karakteristik pantai utara Jawa, cenderung disamping jalan raya. Jadi, track yang ditempuh untuk menuju pantai Papuma ini bisa dibilang cukup ekstrim, sehingga butuh kehati-hatian yang maksimal.

Iyups, ini kali kedua. Untuk yang cerita pertamaku bersama Blogger - Blogger nasional tahun kemarin, sudah aku tulis dalam Cerita Perjalanan ke Papuma bersama Blogger Kece tahun 2018.
Acaranya tahun ini, nggak kalah seru dengan tahun kemarin. Jadi itu, buat rekomendasi kalian nih, aku saranin untuk mengunjungi spot wisata ini ketika cuaca cerah, karena akan terlihat secara jelas penampakan batu besar yang menjadi ikon pantai ini. Kami menggunakan transportasi yang khusus untuk berwisata, untuk memahami dan menjalankan apa itu safety riding yang sesungguhnya saat berwisata

Kami sampai di pantai Tanjung Papuma itu waktu sore hari, karena kami memiliki rundown untuk melihat sunset di Papuma, keindahan Papuma memang memesona sekali, bahkan kami tak sadar kabut tebal menutupi cahaya matahari senja kala itu. Tetap sama seperti tahun kemarin, menara siti hinggil harus dikunjungi karena disitu adalah titik yang paling bagus untuk mengambil Potret keindahan alam pantai Tanjung Papuma ini.
Rasanya enak dan lega banget, ditambah rombongan kami disediakan es degan untuk memulihkan semangat setelah seharian hunting tempat makanan hararu yang merupakan restoran kekinian yang menyajikan makanan jepang bercitarasa Indonesia (tempatnya pas didepan stasiun) dan mengunjungi edu wisata Puslitkoka, Jember. Jadi ini, bener-bener pas dalam melepas lelah, ah senangnya....
Kita disini nginep dong, jadi di Papuma itu ada penginapannya, kalau pengunjung ingin bermalam di pantai ini, bisa... Penginapannya itu keren banget, lengkap, dan nyaman, fasilitas lengkap pastinya. Ada AC, TV, juga kulkasnya, pokok lengkap deh. Jadi sehabis dari menara siti hinggil, kami turun tuh, untuk menuju resort dan membersihkan badan, lalu sholat. Oh iya, deket resort ada kok mushollanya, nggak jauh dari penginapan, so lengkap banget kan....

Lalu waktu dinner tiba, kami pun dipanggil untuk ramah tamah alias makan malam bersama dinas pariwisata, itu acara yang hangat banget, I think, we've got a bit closer, bahkan nih, kita berkenalan satu sama lain, berharap saling ingat jika suatu saat ada acara yang melibatkan Blogger lagi. Aku ya excited banget, walau ga se excited temen-temen, karena aku kurang "ngeh" buat goyang ala-ala dangdut, emang kurang suka dari dulu sih hehehehe... But I see a happines faces from the other. Mereka emang Blogger - Blogger yang powerful, jauh-jauh datang dari kota mereka, dan mereka adalah Blogger terpilih yang sangat aku kagumi.
Pas banget, malam itu juga, pak kepala dinas pariwisata, bapak Anas Ma'ruf berulang tahun, sontak deh pada bernyanyi dan mengucapkan selamat ulang tahun. Dan, bahagianya... Ternyata beliau satu daerah denganku. Ya, beliau asal Situbondo, happy banget dong, kalo ada orang penting yang berasal dari kota yang sama. Bahagia itu sederhana manteman.... Sehabis sambutan dari pak Anas, masing-masing Blogger memperkenalkan diri beserta blognya. Iya, untuk memperkuat silaturahmi antar sesama Blogger.

Karena hari sudah malam, kami pun menuju kamar tidur untuk beristirahat, karena keesokan harinya harus bangun jam 5 pagi, untuk berburu sunrise. Dan nyatanya, aku ngerasa, that's a beautiful places, dimana ada bukit bukit yang berseberangan, ada yang semakin jauh hanya terlihat bayang-bayangannya karena tertutup kabut, ini terasa seperti negeri dongeng. Kalian harus kesini deh. Apalagi di pagi hari kita bisa melihat nelayan yang mendarat dengan membawa ber timba-timba ikan yang didapat.
Ramai banget kala itu, setiap Blogger siap dengan senjata handphone dan kameranya untuk memotret setiap aksi masyarakat dan alam yang berpadu. Ah, rasanya aku jatuh cinta pada Papuma dengan cantiknya. Ada beberapa nelayan yang bahkan memanggang kurang lebih 5 ikan, lalu langsung dah dikonsumsi oleh sebagian temen-temen Blogger. Itu bener-bener membuat bahagia. Lalu, kami pun breakfast, dengan hidangan ala nuansa pesisir yang rasanya jempol banget dah...
Waktu pun kian bergulir, tiba saatnya aku harus check out dari Papuma resort, walau rasanya berat hati meninggalkan Papuma, namun aku sadar, dengan menuliskan ceritaku ketika mengunjungi si cantik Papuma, lalu ada orang yang membacanya, aku berharap cintaku abadi. Dalam senyum bahagia, selamanya.

Terima kasih kepada : Dinas pariwisata Jember, komunitas Blogger Jember, dan teman-teman dari Blogger Nasional, kita adalah team yang besar. Aku bahagia pernah bertemu kalian yang hebat dan menakjubkan, semoga diberi kesempatan untuk bertemu di lain kesempatan. See you later....


Related Posts

12 komentar:

  1. Aku juga jatuh cinta pada Papuma, Sol. Kapan ya ke Jember lagi. Asyiiik! Belum puas beli oleh-oleh hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, aku aja yang di Jember kangen lagi sama papuma, iya nih oleh-olehnya itu ada yang kurang hehehehe... Monggo berkunjung ke jember lagi mas

      Hapus
  2. Kunjungan berikutnya mesti bawa rombongan nih Sol, minimal keluarga deh. Biar bisa nikmatin keindahan Papuma bareng-bareng.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mas, biar bisa ngerasain serunya di papuma

      Hapus
  3. Rasanya pengen kesini lagi untuk ketiga kalinya 😁

    BalasHapus
  4. Klo aku jatuh cinta pada pandangan pertama dong..

    BalasHapus
  5. Aaakkk... jadi pengin segera nulisin yang khusus Papuma juga nih. Bagus banget ya suasananya, sayang kita ngga sempet turun sampai pinggir pantai yang sebelah tebing itu. Bagus loh di situ.

    BalasHapus
  6. Terimakasih faisol sudah menjadi salah satu bagian dari cerita itu..

    BalasHapus

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi