Sabtu

SabtuT18.57

Metode Persalinan Bagi Ibu Hamil yang Terkena Kanker Serviks

Portrait of young girl on grass and trees park landscape Free Photo

Ironisnya, kanker serviks juga bisa menyerang ibu hamil. Tapi, metode persalinan seperti apakah yang aman untuk dilakukan?

Kanker serviks atau juga disebut kanker leher rahim sudah dikenal sebagai salah satu penyebab kematian terbanyak pada wanita. Penyakit kanker ini disebabkan oleh infeksi humanpapilloma virus (HPV). Bila mengenai ibu hamil, diperlukan metode persalinan yang tepat agar bayi dan ibu bisa selamat dan sehat. Mungkin kita jarang sekali mendengar ibu hamil yang memiliki kanker serviks. Nyatanya, angka kejadian kasus ini adalah sekitar 12 kasus dalam 10.000 kehamilan. Risiko yang ditimbulkan pun bisa membahayakan kondisi ibu hamil dan janin. Ibu hamil berpotensi mengalami berbagai komplikasi kehamilan dan persalinan, bahkan hingga kehilangan janinnya. Yuk, kenali apa saja gejalanya agar bisa lebih waspada.

Bacteria concept illustration Free Vector

Kanker serviks pada ibu hamil



Dijelaskan oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, adanya kanker serviks bisa membuat kehamilan menjadi berisiko. Oleh sebab itu, sangat diperlukan pemantauan ketat dari dokter lewat pemeriksaan kehamilan secara rutin. “Bila dalam kondisi normal ibu hamil wajib melakukan kontrol kandungan minimal delapan kali, ibu hamil yang memiliki kanker serviks tentunya akan menjalani pemeriksaan yang lebih banyak lagi,” jelas dr. Sepri. Selain itu, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil yang memiliki kanker serviks, yaitu keputihan yang terjadi terus-menerus, berbau atau bercampur darah, perdarahan vagina yang bertambah banyak, serta kontraksi rahim yang terjadi sebelum waktu persalinan.

“Keaktifan janin dan menurunnya nafsu makan juga harus mendapat perhatian khusus. Dan jangan lupa perbanyak minum air agar ibu tidak mengalami dehidrasi,” tambah dr. Sepri. Metode persalinan yang sebaiknya dipilih Ketika tengah hamil dan terdeteksi memiliki kanker serviks, tetaplah tenang. Jangan khawatir, banyak kasus kehamilan dengan kanker serviks yang berhasil melahirkan bayi dengan sehat dan ibunya dinyatakan sembuh. Cobalah berkonsultasi dengan dokter kandungan mengenai metode persalinan yang sebaiknya dilakukan. “Umumnya, dalam kondisi kanker serviks dokter akan menyarankan untuk dilakukan operasi Caesar,” ucap dr. Sepri.

Keputusan ini bisa dipertimbangkan. Meski sebagian besar ibu hamil ingin melahirkan dengan persalinan normal, bagaimanapun juga dokter adalah orang yang paling mengerti kondisi kehamilanmu. Operasi tersebut biasanya dilakukan saat usia kehamilan sudah cukup bulan, yaitu sekitar 37 atau 38 minggu. Bukan tidak mungkin bahwa kanker serviks menyerang ibu hamil. Namun, janin tetap bisa diselamatkan dengan kiat-kiat di atas. Jenis persalinan apa pun yang kalian pilih, ada baiknya ikutilah saran dari dokter yang memeriksa kandungan secara rutin.

Related Posts

There is no other posts in this category.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi