19 September 2019

#BicaraSawit : Kontribusi Sawit dalam Membangun Negeri


Indonesia adalah Zamrud Khatulistiwa yang didalamnya terdapat keanekaragaman hayati yang tumbuh subur dan begitu bernilai serta dapat membantu kemajuan sektor perkebunan di Indonesia. Kontribusi hayati terbesar ternyata berasal dari industri perkebunan kelapa sawit. Industri ini bahkan tercatat menyumbang devisa negara sebesar USD 23 miliar atau sekitar 300 triliun rupiah pada tahun 2017 lalu, dan tetap menjadi penyumbang devisa untuk negara terbesar hingga saat ini.
Bagaimana tidak ? Pohon sawit sendiri (palm tree) yang menghasilkan produk berupa minyak kelapa sawit, melalui sebuah penelitian, menempati urutan pertama sebagai minyak nabati yang paling efisien. Bayangkan saja, dalam setiap hektare nya dapat menghasilkan hingga 4 ton minyak kelapa sawit. Maka dari itu, penghasilan yang didapat pun ditaksir sangat tinggi.

Lalu, bagaimana bentuk kontribusi sawit untuk menciptakan sirkulasi ekonomi yang sehat di Indonesia ?

Sawit sebagai komoditas ekspor yang sangat bernilai bagi Indonesia, tentu menjadi sorotan terhadap peningkatan sirkulasi ekonomi di Indonesia. Baik secara langsung maupun tidak langsung, sawit ikut andil dalam membangun 4 pilar kesejahteraan rakyat. Apa saja itu ?

1. Sumber penghidupan 21 juta orang
2. Mengurangi kemiskinan 10 juta orang
3. Mengurangi kemiskinan desa sebanyak 1,3 juta penduduk
4. Menjadi pendapatan utama 5,3 juta pekerja

Dengan demikian besarnya kontribusi sawit untuk kemajuan negeri, kini pertanyaannya adalah bagaimana Indonesia dapat memperkuat tameng sektor perkebunan saat ini agar kedepannya lebih mencapai hasil yang maksimal.  Berikut saya rangkum

TIPS MEMPERKUAT SEKTOR PERKEBUNAN SAWIT DI INDONESIA

1. Pemerintah harus memperkuat jalinan kerjasama internasional dalam bidang ekspor dan ekonomi, agar harga pasar minyak sawit meningkat di pasar internasional. Ini adalah sebuah upaya yang patut dilakukan untuk memajukan sektor perindustrian kelapa sawit

2. Kembangkan edukasi kepada masyarakat bahwa kelapa sawit, merupakan salah satu bahan mentah yang ikut andil dalam berbagai industri, industri kosmetik misalnya. Ia menjadi bahan utama dalam pembuatan lipstik, dan sektor industri lainnya. Sehingga jika masyarakat sudah sadar, maka hal itu akan memperkuat posisi kelapa sawit di mata masyarakat. Jadi, masyarakat tidak akan lagi menganggap sawit sebelah mata, malah menjadikan bangga terhadap kemajuan sektor ini.
3. Pemerintah melakukan upaya dalam menyadarkan para pemilik usaha perkebunan sawit untuk tetap mengikuti aturan SOP yang berlaku, dan memiliki sertifikat Indonesian Suitanable Palm Oil System (ISPO) dimana pembentukan ISPO pada tahun 2009 sendiri bertujuan memastikan pihak pengusaha kelapa sawit memenuhi standar yang diizinkan.

Dengan memperkuat sektor perkebunan sawit di Indonesia, maka hal tersebut dapat menambah pemasukan devisa negara, dan membantu meningkatkan jangkauan kesejahteraan masyarakat, tentunya dapat menekan angka kemiskinan

ARTIKEL INI DIIKUTSERTAKAN DALAM KOMPETISI BLOG SAWIT BAIK 2019

FOLLOW IG @sawitbaik.id untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai lomba ini

Related Posts

4 komentar:

  1. mantep, kelapa sawit memang salah satu sumber daya alam yang sangat berguna baik secara ekonomi maupun sosial di Indonesia. setuju banget sama opininya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahaha siap, makasih udah mampir mas.....

      Hapus
  2. terlepas dari karhutla yg lg happening, potensi ekonomi sawit emang ga bisa dipandang sebelah mata. Semoga ada solusi yg lebih ramah dengan lingkungan sekitar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, itulah mas pentingnya pemilik usaha perkebunan sawit untuk mendapatkan sertifikasi ISPO

      Hapus

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi