11 November 2019

7 Alasan Kenapa Aku Memilih Menjadi Lifestyle Blogger


Hampir mayoritas circle pertemananku adalah blogger, dan kebanyakan dari mereka adalah personal blogger atau lifestyle blogger. Sebenarnya, apa sih nyamannya menjadi lifestyle blogger? Oh iya, sebelumnya, artikel ini bersifat opini pribadi, dan hanya bermaksud untuk memberikan gambaran kepada calon blogger, mengenai lifestyle blogger, so... Let's begin....

Personal blogger sendiri adalah blogger yang memang interest topic nya tentang hal personal, bisa opini, hingga curhat bisa masuk dalam ranah personal blogger. Sedangkan lifestyle blogger, adalah blogger yang suka membahas tentang gaya hidup, dalam artian lebih kepada "Berbagi pengalaman tentang tata cara mengatur kehidupan sehari-hari mereka". Namun, terlepas dari definisi keduanya, aku menganggap keduanya sama. Sama-sama membahas hal yang general (umum)

Bagiku, menjadi lifestyle blogger itu sebuah perubahan besar. Aku dulunya blogger yang ber-niche (fokus kepada 1 pembahasan) yakni ber niche blogging (Blog dulu bernama surgablogging). Namun, karena berbagai pertimbangan, aku merasa secara pribadi belum mendapat kepuasan batin. Terlebih saat ada perekrutan job, sekitar tahun 2016-2017 itu, aku selalu daftarkan blog tersebut, namun karena hanya membahas blogging, dan kliennya dari bidang yang lain, walhasil kesempatan saat itu pun hilang.

Menjadi lifestyle blogger atau niche blogger adalah pilihan masing-masing. Setidaknya ada 7 Alasan Kenapa Aku Memilih Menjadi Lifestyle Blogger. Berikut list nya..

1. Mudah Menggambarkan Perihal Kehidupan Kita


Bukan lifestyle blogger namanya, kalo nggak suka ngoceh. Setiap gerutu kita, akan bernilai berbeda jika menuliskannya di blog, dan melakukan riset ringan tentang tulisan tersebut. Bagi aku pribadi, susah maupun senang, ngeblog di lifestyle blog emang juaranya, kita bisa berbagi keluh kesah, berbagi cerita kebahagiaan, dalam satu media. Menyenangkan, bukan?

2. Memiliki Target Pembaca yang Luas


Target pembaca yang luas maksudnya, dapat dibaca dan ditemukan orang-orang dengan topik yang bermacam-macam, misal saat share artikel tentang keuangan, maka orang yang tertarik keuangan, akan membaca artikel tersebut. Dan saat share artikel tentang perjalanan wisata, orang lain yang tertarik dengan topik itu akan membacanya. Jadi, aku berasumsi menjadi lifestyle blogger dapat memiliki target pembaca yang luas. Bagaimana menurutmu?


3. Dapat Menulis Sesuai Mood Kita


Poin ketiga ini bener banget. Saat kita melihat suatu masalah, seorang personal blogger dengan mudah menuliskannya di blog, tanpa memandang tema. Namun, blogger ber niche harus pikir-pikir dulu, ingin menulis traveling, namun karena niche blognya blogging jadi membatalkan menulisnya. Jadi enak, kan punya lifestyle blog ? Beda mood, nulis tetep jalan.

4. Peluang Kerja Sama yang Lebih Besar


Ini relatif. Aku sendiri merasakan peluang kerja sama dari berbagai macam brand itu terbuka dengan luas. Karena pembahasan yang general ini, klien pun sepertinya tidak mempermasalahkannya, asal pernah membahas topik tersebut. Dengan begitu, tentu bisa menambah pundi rupiah, lumayan buat jajan, kan....

5. Mempermudah Self Branding atau Personal Branding


Selanjutnya self branding. Sebenarnya aku nggak pantas jelasin personal branding, karena ya masih butuh berbagai macam teknik lagi, namun personal branding dengan blog personal ini yang biasanya memberikan dampak positif, misal blogger atau pembaca di blog yang memang mengenal kita dengan gaya bahasa yang mengalir misalnya, maka saat bertemu dalam sebuah acara, ketika memperkenalkan diri, orang akan lebih mudah mengenalinya, karena personal branding yang dibangun dengan baik. Jadi, personal blog kita dipakai untuk membangun karakter atau ciri khas yang unik, agar kedepannya, bisa memberikan dampak positif untuk blogger sendiri.

6. Populasi Lifestyle Blogger yang Membludak


Alasan selanjutnya, saya tertarik untuk menjadi lifestyle blogger karena populasinya yang mendominasi. Base yang kuat, support system yang ada pun kuat. Jadi, bisa dengan mudah memberikan kritik maupun saran antar lifestyle blogger. Bener, nggak?

7. Memberikan Kesempatan Berkreasi


Masing-masing otak kita, memiliki kemampuan kreasi. Jadi aku pikir, menulis di blog adalah salah satu cara untuk membebaskan kreasi. Dan personal blog pun jadi media yang pas bagi temen-temen yang suka berbagi. Opini kalian, pandangan kalian, itu adalah sebuah kreasi yang harus dilepas, dan dibaca semua orang. Salah satu caranya mungkin bisa dengan menjadi lifestyle blogger. Ehehehe...

Demikian, 7 Alasan Kenapa Aku Memilih Menjadi Lifestyle Blogger, artikel ini tidak bermaksud untuk men-dikotomi dunia blogging, hanyalah muatan pribadi, yang mungkin ada benarnya, dan bisa jadi mungkin juga sejalan dengan pemikiran kalian. So, bagaimana menurut kalian? Komen dibawah ya

Oh iya, baca juga artikelku tentang 5 Cara Mendapatkan Content Placement 

Related Posts

24 komentar:

  1. Wahh kita sama dek, tos dulu. Bisa nulis sesuai mood, gampang nyari ide penulisan, bisa nerima macem2 kerjaan. Wkwkw

    BalasHapus
  2. Nomor 1 penting bgt. Biar ttp jd diri sendiri ya. Mempermudah buat nulis juga sih

    BalasHapus
  3. Hai Isol,,
    Emang asik bisa nulisin sesuatu yg personal dlm blog ya. Kita bisa jadi diri sendiri, hati happy, yg baca pun kena sengatan energi happy dari tulisan kamu.
    Aku pun suka tulisan2 personal macam ini.

    BalasHapus
  4. Iya, Sol. Kalau lifestyle blogger memang peluang rezekinya banyak karena cakupannya luas. Tapi sekarang makin jumlahnya makin banyak jajdi persaingannya pun makin ketat.

    BalasHapus
  5. Saya pemula jugak di blogger, dan pengen jadi lifestyle blogger , artikelnya sangat mengsemangatkan saya. Kunjungin anwari.web.id

    BalasHapus
  6. Memang menulis artikel sesuai mood yang emangalir itu mengasikkan

    BalasHapus
  7. Personal blogging memang membuat kita lebih puas, terutama untuk batin. Selain bisa bermanfaat bagi orang lain, juga bisa melepaskan uneg-uneg di kepala. hehe

    BalasHapus
  8. Saya malah menetapkan pilihan niche setelah beli domain mas faisol, hehe

    Jadinya lebih sering membahas mom and kids dan juga review produk dari job sebuah brand

    BalasHapus
  9. Saya mah masih bingung mau bahas topik apa he

    BalasHapus
  10. Pilihan yang bagus. Saya baru mulai lagi. Dan karena niche saya tentang bookreview, jadi ya harus ada buku dan harus dibaca dulu. Tapi dipikir2 tulisan saya juga lebih ke lifestyle juga. Buku-buku yang saya review menunjukkan lifestyle saya juga kali ya. 😆

    BalasHapus
  11. hihi, berarti sah deh aku lifestyle blogger juga, selain parenting and education. soalnya gampang banget nulis yg curhat2, tp insyaallah teteup ada profound message-nya dong, gak cm curhat doang, hehe.

    BalasHapus
  12. Saya buat blog awalnya gado-gado, Mas. Tapi untuk dapetin kepuasan batin kayanya saya milih bahas wisata aja. Sukses selalu

    BalasHapus
  13. Aku juga memilih menjadi lifestyle blogger karena aku suka banget bercerita mengenai keseharian yang macam-macam rupanya itu. Mulai dari kegiatan parenting bareng anak-anak, jalan-jalan, membaca buku, makan-makan, jadi rasanya masih sulit ya kalau harus memilih salah satu.

    Oke-oke aja sih menurutku, sepanjang tulisan itu nggak mengganggu siapapun dan semoga malah memberi manfaat bagi orang banyak.

    BalasHapus
  14. Ternyata tidak sepenuhnya benar juga kata senior2 mengenai 'lebih baik fokus satu niche'. Dengan menggarap semua niche rasanya memang benar kalau kesemptan semakin terbuka luas.

    Blog saya sendiri juga sesukanya dalam hal niche tulisan. Lebih bebas, lebih leluasa memilih topik.

    Salam kenal agan faisol. Pertama kalinya nih komen di blog ini hehehe

    BalasHapus
  15. Sejak awal buat blog, isi blog saya sudah gado-gado, dan sampai sekarang terus hahaha. Walau saya juga punya blog niche tentang dunia menulis cerita anak-anak, Mas.
    Tapi memang, dengan blog gado-gado, saya bisa menulis apa saja, dan bagusnya memang bisa disesuaikan dengan bahan cerita yang saya punya. Pas mau sharing tips menulis langsung bisa ditulis, pas habis jalan-jalan tulis wisata.

    Keren ulasannya, Mas Rori.

    BalasHapus
  16. Saya sendiri punya nieche sebagai parenting blog.
    Tapi saya tetap menulis travelling, resep masakan, review produk, dan opini ttg suatu hal.
    Senyamannya aja gitu.
    Ayo mampir ke blog saya hehehehe

    BalasHapus
  17. Apalagi saya yang masih terbilang baru dalam dunia blogging, lebih baik ke lifestyle blogger dulu, biar ga bingung juga dan memang menjadi bebas berkreasi.

    BalasHapus
  18. Bener banget bang, nulisnya lumayan bisa campur-campur. Kayak parenting, travelling, food, beauty itu semua kan lifestyle ^^

    BalasHapus
  19. Kadang nentukan niche blog di awal emang tricky banget. Mau ikutin passion atau ikutin pasar hehe paling ndak inilah dilemaku kala itu. Akhirnya kuputuskan mengikuti passion, yaitu traveling. Sayang bgt kalau jalan2ku tidak dituangkan di blog. Dan aku selalu hepi menceritakannya. Itu sih yg paling penting. Happy saat mengerjakaannya.

    BalasHapus
  20. Alasan yang tepat dan sama kayak saya. Saya juga awalnya nulis buat senang-senang dan mencurahkan ide aja. Jadi nggak mau hanya terbatas pada satu topik. Selain itu pengen mengabadikan kenangan hidup sih, jadi niche personal dan lifestyle emang paling cocok :D

    BalasHapus
  21. selama ini saya ngeblog hanya untuk memindahkan catatan aja. benar2 aasan personal baru sekarang banyak berkenalan dg kawan blogger, macem2 ternyata ya. makasih catatannya ^_^

    BalasHapus
  22. Nice info. Tapi kalau boleh saya tanya, lifestyle blogger itu cakupannya sampai mana ya? Apa saja isinya? Kadang saking luasnya cakupan jadi bingung untuk membatasinya

    BalasHapus
  23. Alasan saya jadi lifestyle blogger? Apa ya? Mungkin karena banyak yang pengen saya ceritakan (padahal malas posting juga), susah fokus di satu topik (soon mungkin bikin blog lain aja, blog yang sekarang biar ngambil niche lifestyle). Ya gitu aja sih~

    BalasHapus
  24. semoga konsisten dg pilihannya

    BalasHapus

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi