T08.18

7 Alasan Kenapa Aku Memilih Menjadi Lifestyle Blogger


Hampir mayoritas circle pertemananku adalah blogger, dan kebanyakan dari mereka adalah personal blogger atau lifestyle blogger. Sebenarnya, apa sih nyamannya menjadi lifestyle blogger? Oh iya, sebelumnya, artikel ini bersifat opini pribadi, dan hanya bermaksud untuk memberikan gambaran kepada calon blogger, mengenai lifestyle blogger, so... Let's begin....

Personal blogger sendiri adalah blogger yang memang interest topic nya tentang hal personal, bisa opini, hingga curhat bisa masuk dalam ranah personal blogger. Sedangkan lifestyle blogger, adalah blogger yang suka membahas tentang gaya hidup, dalam artian lebih kepada "Berbagi pengalaman tentang tata cara mengatur kehidupan sehari-hari mereka". Namun, terlepas dari definisi keduanya, aku menganggap keduanya sama. Sama-sama membahas hal yang general (umum)

Bagiku, menjadi lifestyle blogger itu sebuah perubahan besar. Aku dulunya blogger yang ber-niche (fokus kepada 1 pembahasan) yakni ber niche blogging (Blog dulu bernama surgablogging). Namun, karena berbagai pertimbangan, aku merasa secara pribadi belum mendapat kepuasan batin. Terlebih saat ada perekrutan job, sekitar tahun 2016-2017 itu, aku selalu daftarkan blog tersebut, namun karena hanya membahas blogging, dan kliennya dari bidang yang lain, walhasil kesempatan saat itu pun hilang.

Menjadi lifestyle blogger atau niche blogger adalah pilihan masing-masing. Setidaknya ada 7 Alasan Kenapa Aku Memilih Menjadi Lifestyle Blogger. Berikut list nya..

1. Mudah Menggambarkan Perihal Kehidupan Kita


Bukan lifestyle blogger namanya, kalo nggak suka ngoceh. Setiap gerutu kita, akan bernilai berbeda jika menuliskannya di blog, dan melakukan riset ringan tentang tulisan tersebut. Bagi aku pribadi, susah maupun senang, ngeblog di lifestyle blog emang juaranya, kita bisa berbagi keluh kesah, berbagi cerita kebahagiaan, dalam satu media. Menyenangkan, bukan?

2. Memiliki Target Pembaca yang Luas


Target pembaca yang luas maksudnya, dapat dibaca dan ditemukan orang-orang dengan topik yang bermacam-macam, misal saat share artikel tentang keuangan, maka orang yang tertarik keuangan, akan membaca artikel tersebut. Dan saat share artikel tentang perjalanan wisata, orang lain yang tertarik dengan topik itu akan membacanya. Jadi, aku berasumsi menjadi lifestyle blogger dapat memiliki target pembaca yang luas. Bagaimana menurutmu?


3. Dapat Menulis Sesuai Mood Kita


Poin ketiga ini bener banget. Saat kita melihat suatu masalah, seorang personal blogger dengan mudah menuliskannya di blog, tanpa memandang tema. Namun, blogger ber niche harus pikir-pikir dulu, ingin menulis traveling, namun karena niche blognya blogging jadi membatalkan menulisnya. Jadi enak, kan punya lifestyle blog ? Beda mood, nulis tetep jalan.

4. Peluang Kerja Sama yang Lebih Besar


Ini relatif. Aku sendiri merasakan peluang kerja sama dari berbagai macam brand itu terbuka dengan luas. Karena pembahasan yang general ini, klien pun sepertinya tidak mempermasalahkannya, asal pernah membahas topik tersebut. Dengan begitu, tentu bisa menambah pundi rupiah, lumayan buat jajan, kan....

5. Mempermudah Self Branding atau Personal Branding


Selanjutnya self branding. Sebenarnya aku nggak pantas jelasin personal branding, karena ya masih butuh berbagai macam teknik lagi, namun personal branding dengan blog personal ini yang biasanya memberikan dampak positif, misal blogger atau pembaca di blog yang memang mengenal kita dengan gaya bahasa yang mengalir misalnya, maka saat bertemu dalam sebuah acara, ketika memperkenalkan diri, orang akan lebih mudah mengenalinya, karena personal branding yang dibangun dengan baik. Jadi, personal blog kita dipakai untuk membangun karakter atau ciri khas yang unik, agar kedepannya, bisa memberikan dampak positif untuk blogger sendiri.

6. Populasi Lifestyle Blogger yang Membludak


Alasan selanjutnya, saya tertarik untuk menjadi lifestyle blogger karena populasinya yang mendominasi. Base yang kuat, support system yang ada pun kuat. Jadi, bisa dengan mudah memberikan kritik maupun saran antar lifestyle blogger. Bener, nggak?

7. Memberikan Kesempatan Berkreasi


Masing-masing otak kita, memiliki kemampuan kreasi. Jadi aku pikir, menulis di blog adalah salah satu cara untuk membebaskan kreasi. Dan personal blog pun jadi media yang pas bagi temen-temen yang suka berbagi. Opini kalian, pandangan kalian, itu adalah sebuah kreasi yang harus dilepas, dan dibaca semua orang. Salah satu caranya mungkin bisa dengan menjadi lifestyle blogger. Ehehehe...

Demikian, 7 Alasan Kenapa Aku Memilih Menjadi Lifestyle Blogger, artikel ini tidak bermaksud untuk men-dikotomi dunia blogging, hanyalah muatan pribadi, yang mungkin ada benarnya, dan bisa jadi mungkin juga sejalan dengan pemikiran kalian. So, bagaimana menurut kalian? Komen dibawah ya

Oh iya, baca juga artikelku tentang 5 Cara Mendapatkan Content Placement 

Related Posts