T20.17

Meraup Untung dari Blogging dan Serunya Menjadi Digital Marketer Zaman Ini

Percaya atau tidak, saya itu dulu awam banget dan tidak tahu menahu tentang teknologi. Bahkan ketika teman-teman satu kelas tahu semua cara mengoperasikan komputer dan googling. Saya saat itu hanya bisa toleh kanan-kiri dan tentunya sangat malu. Siapa sangka, ternyata dunia blog berhasil mengubah saya menjadi digital marketer dan pribadi yang lebih positif lagi.

Ya, perubahan itu bermula saat duduk di bangku kelas 2 SMP tahun 2014 lalu. Umur yang saya pikir sangatlah muda untuk mengetahui isi dunia teknologi saat itu. Saya yang memang basic nya kepada penulisan, tentu antusias saat mengetahui ada workshop gratis tentang blogging yang datang ke pondok pesantren kala itu.

Workshop itu singkat, cukup singkat, mungkin hanya 3 jam. Namun, saya merasa setelah mendengar penjelasan pemateri, jiwa ini terpanggil untuk menjadi bagian dari yang namanya "blogger". Saya sadar, bahwa 3 jam itu tidak cukup untuk memetakan dunia blogging secara keseluruhan. Lalu, apa yang saya lakukan? Tekad saya bulat, langsung keesokan harinya dengan sisa uang saku selama 1 bulan di pondok pesantren, saya memberanikan diri untuk membeli buku bertema blogging.

Bahagia? Banget. Buku yang saya temui benar-benar sesuai dengan harapan dan keinginan selama ini. Yups, saya mendapatkan bukunya mbak Carolina Ratri yang berjudul Blogging : Have Fun and Get The Money . Orientasi saya melakukan aktivitas blogging selain untuk kepuasan batin, juga untuk menjadi seorang yang profesional. Dan buku ini berhasil mengajari banyak hal tentang itu.

Menghasilkan uang dari blogging? Menjalankan aktivitas passion dan hobi bisa dibayar? Teman-teman saya saat itu tidak mau tahu, dan menganggap semua itu adalah omong kosong. Karena mereka berpikir "Bagaimana bisa mendapatkan uang hanya dengan menulis dan menjalankan hobi tanpa pekerjaan yang riil dan benar-benar membutuhkan effort besar". Namun, saya teguh pendirian, dan tetap percaya bahwa aktivitas ngeblog ini bisa membawa kepuasan batin dan kesejahteraan hidup. Itu prinsip yang tetap saya yakini.

Kalau ditanya, apa kendala terbesar saya saat itu? Pertama tentu akses. Karena keterbatasan ekonomi, saya yang tidak memiliki laptop ataupun alat untuk ngeblog, selalu meminjam laptop teman yang sedang tidak dipakai, dan mulai menulis pemikiran-pemikiran saya didalamnya. Terkadang, saya pun merasa tidak enak sendiri, saat terus-terusan meminjam laptop teman, sekalipun tahu, saat itu sedang tidak dipakai.

Namun, yang namanya cinta itu buta. Saya mencintai aktivitas blogging dan benar-benar ingin mencapai tujuan selama ini. Selain menulis, saat itu saya mulai mencoba memberanikan diri untuk berbaur pada komunitas blogger online di facebook, twitter, maupun instagram, seperti yang diinstruksikan didalam buku tersebut. 

Saya merasakan sekali manfaatnya. Dengan konsisten menulis artikel dan membaginya di berbagai komunitas tersebut, secara tidak langsung juga ikut menaikkan personal branding perlahan, sedikit demi sedikit. Dengan aktif di komunitas online itulah, membawa saya ke ruang lingkup yang lebih khusus lagi, kepada komunitas blogger daerah, yakni komunitas Blogger Jember Sueger.

Di komunitas Blogger Jember Sueger inilah motivasi demi motivasi, ilmu, dan berbagai pemikiran-pemikiran tentang blogging dapat didiskusikan dengan baik. Saya berkenalan dengan puluhan blogger Jember dengan kategori yang unik, dan bahkan telah melalang buana di jagat blogger Indonesia.

Tentunya dengan bergabung di komunitas blogger seperti Blogger Jember Sueger, meningkatkan spirit blogging, dan menambah teman-teman baru yang satu passion. Saya diajarkan banyak hal mengenai attitude seorang blogger, cara membalas email penawaran, tentang rate blog, mengenai kepenulisan artikel blog, dan lain sebagainya.

Saya sendiri sadar, untuk menjadi blogger dan digital marketer yang sukses, tidak cukup memiliki blog saja. Ada skill-skill lain yang harus dipenuhi agar kita memiliki hal yang istimewa didepan klien nantinya. Nah, saat saya duduk di bangku Aliyah (SMA), saya mengambil pelajaran tambahan komputer. Banyak hal yang berkaitan erat dengan skill blogging. Misal seperti desain grafis, computer system, dan lain sebagainya. Materi tersebut saya aplikasikan dalam blog, dan mendapat beragam komentar positif dari audiens. Guru TIK saya juga selalu memberikan support dan materi yang sangat membantu menerapkan ilmu teknologi, sehingga saya merasa mereka selalu menjadi support system yang senantiasa memberikan masukan yang membangun.

Skill yang terutama tentu adalah tentang kepenulisan, effort saya untuk hal ini juga lumayan besar. Saya memberanikan diri untuk masuk dan berkecimpung dalam pers sekolah, dengan waktu dan deadline yang saling berpacu, memberikan wawasan baru mengenai etika dan tata bahasa penulisan artikel yang baik.

Lambat laun, proses yang panjang tersebut ternyata membuahkan hasil yang signifikan. Grafik pengunjung yang semakin naik, serta kualitas blog yang meningkat, membuat beberapa advertiser mempercayai saya untuk mempromosikan produk atau jasanya di blog, dan saat itulah saya mulai memposisikan diri untuk menjadi digital marketer.

Inilah serunya menjadi digital marketer zaman ini. Menjadi digital marketer hanya bermodal blog saat ini sangat mudah. Teknologi berkeliling di sekitar kita, dan menjadi jembatan untuk mewujudkan hal itu. Apalagi sekarang, untuk membangun blog yang profesional, kalian bisa menemukan vps Indonesia dan hosting terbaik dengan mudah. 

Setidaknya bagi saya pribadi, ada 3 keseruan menjadi digital marketer masa ini

1. Cakupan Kerja Sama Berbasis Kreatif yang Luas


Zaman dulu, saya hanya bisa menulis dan menciptakan banyak ide kreatif hanya untuk konsumsi pribadi. Ya, menulis, menciptakan ide, namun sebatas untuk disimpan, tanpa bisa membagikan kepada orang lain, apalagi sampai mendapatkan penghasilan dari ide itu. Namun, bagaimana dengan kreativitas di zaman sekarang? Ternyata berbalik 360 derajat dari yang saya rasakan.

Siapa sih yang nggak suka ide-ide kreatifnya dibayar? Apalagi kalau seseorang dilimpahi karunia kreativitas yang melimpah? Tentu di zaman sekarang ini, semua hal berbasis kreativitas menjadi sebuah hal yang istimewa dan bernilai.

Ada diantaranya yang mengirim artikel untuk saya promosikan, yang biasanya akrab disebut content placement. Dengan sifatnya yang berbasis digital dan online, teknik promosi ini sangat menguntungkan kedua belah pihak, baik saya maupun advertiser. Saya sangat bahagia, ketika banyak diantara pengiklan yang memberikan apresiasi, dengan mengatakan "kami menyukai artikel yang kamu buat, bolehkah kami mengirim artikel kami untuk dimuat?"

Membaca email tersebut, saya sangat bahagia dengan apresiasi yang diberikan. Apalagi setelahnya klien tersebut mengirimkan artikel beserta sejumlah fee yang disepakati. Benar-benar nikmat yang harus disyukuri, kan?

2. Bekerja Sesuai Passion dan Fleksibel


Saat ini, saya baru saja duduk di bangku kuliah semester 1, meskipun dengan tugas yang menumpuk sejagad, namun melakukan aktivitas berbasis digital marketing seperti content writing, membuat desain grafis, nyatanya ringan, karena itu adalah passion saya.

Orang yang memiliki passion biasanya mengisi waktu kosongnya dengan passion-nya itu. Apalagi jika pekerjaan itu bersifat positif, membangun, dan bermanfaat, seperti menulis misalnya. Pasti orang tersebut akan menyisihkan waktu untuk melakukan kegiatan itu. Kira-kira seperti itulah yang saya rasakan.

Tidak ada yang salah. Justru malah kita mampu menggunakan waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaat, tidak membiarkannya berlalu begitu saja. Itu poin kedua yang menjadi alasan serunya jadi digital marketer zaman ini.

3. Menjadi Blogger yang Bermanfaat


Bagi saya, menjadi blogger adalah sebuah kesempatan yang berharga. Jika anak-anak seumuran saya masih meminta uang kepada orang tua untuk mencukupi hasrat jajannya, tidak dengan seorang blogger. Kita bisa mencukupi kebutuhan sendiri dengan bermodal tulisan-tulisan dan ide-ide yang nantinya menjadi uang saku pribadi.

Saya belajar banyak, bahwa uang tidak selalu menjadi alasan untuk berbuat baik. Maka ada hal lain yang lebih utama saat kita memutuskan untuk menjadi seorang blogger selain uang, yakni kebermanfaatan. Ketika tulisan kita dapat memberikan spirit dan motivasi baru bagi pembaca, disitulah keuntungan menjadi digital marketer yang sesungguhnya.

Karena saya sudah menerapkan, mengenai tujuan utama terjun dalam dunia digital marketing. Jika saya terobsesi pada uang, maka jika uang sedang tidak berpihak, hancurlah impian saya. Namun, jika saya terobsesi pada kebahagiaan, maka saya tidak akan berhenti menulis, karena itu adalah bagian dari kebahagiaan.

Terbukti, seiring dengan konsistensi menulis, mengupgrade kemampuan, selalu aktif bertanya di grup mengenai SEO, dan lain sebagainya, ternyata juga banyak pengiklan dari berbagai perusahaan dengan penawaran yang beragam datang menghubungi saya baik melalui email, whatsapp, maupun instagram, dan menyatakan mereka ingin melakukan kerja sama. Bahkan terhitung ada sekitar 50 lebih brand yang menjadi partner blog ini.

Nah seperti itu, kan? Jika kita terobsesi pada kebahagiaan dan kemanfaatan, maka uang sendiri-lah yang akan menjemput kita. Tak hanya sebatas itu saja, hal seru lain adalah ketika kita berhasil memberikan warna pada dunia digital marketing. Yups, benar sekali. Di penghujung November ini, terdapat beberapa website yang menulis tentang seputar diri saya seperti kumparan, Arlina Design, Belalang Cerewet, dan selasar. Seru banget, kan? Yang penting semuanya itu diniatkan agar banyak blogger yang semakin berlomba-lomba dalam kebaikan.
Berdasarkan cerita dan pengalaman saya diatas, saya ingin memberikan life hacks seputar dunia digital marketing kepada kalian, bagaimana menjadi digital marketer yang kekinian, dan mampu memberikan beragam kontribusi baik berupa materiil maupun moril.

Tips dari saya sederhana sih, pertama memiliki blog yang profesional. Blog yang profesional adalah salah satu media dimana kalian bisa mempromosikan produk/jasa pribadi, bahkan bisa menjadi sarana atau tempat promosi bagi usaha orang lain. Kriteria blog profesional bagi saya pribadi, tulisan mudah dibaca, template identik atau khas blog kalian. Nah, bicara template nih, saya pribadi menyewa ahli coding untuk menciptakan template sesuai yang saya mau. Sehingga jadilah template Dunia Faisol seperti yang kalian kunjungi saat ini. Kalian tentu bisa juga menciptakan template kreasi kalian sendiri agar timbul hal yang unik dan nuansa berbeda dari blog-blog pada umumnya.

Selain itu, pastikan konten selalu segar. Maksudnya bagaimana? Konten segar berarti blog kita senantiasa menyuguhkan artikel yang terbaru, kekinian, dan update. Dengan begitu, orang yang berniat membeli suatu produk atau jasa akan semakin tertarik, karena pemikiran manusia cenderung melihat keseluruhan dari media atau situs kita, misal artikel terakhir tanggal kemarin, maka mereka bisa menaruh kepercayaan yang lebih kepada situs/blog kita daripada situs yang terakhir update 3 bulan lalu mungkin. Kira-kira seperti itu gambarannya.

Kemudian tips yang kedua, naikkan personal branding dengan aktif dalam sebuah forum atau komunitas. Personal branding ini teknik secara passif, teknik ini akan menciptakan gambaran karakter kepribadian kita di benak pembaca. Keluarkan rasa humble, mudah berdiskusi, ramah, dan attitude lainnya agar personal branding kalian bisa dinilai baik. Selain itu, jika personal branding kuat, maka kemungkinan saat pengajuan blogger, nama kita lah yang terpilih karena personal branding merupakan salah satu alasan atau poin untuk memfilter blogger-blogger dalam suatu campaign.

Tips yang ketiga adalah maksimalkan potensi skillmu. Dunia digital marketing ini identik dengan pemasaran berbasis kreatif. Seperti yang sudah saya ceritakan diatas, ada banyak skill yang harus kita kuasai. Namun tenang, semua skill itu dapat dipelajari dengan menyenangkan, kok. Seperti skill desain grafis, videografis, skill Search Engine Optimization (SEO), dan skill-skill kekinian lainnya.

Buat life hacks untuk kita semua nih, saya selama ini melakukan aktivitas desain grafis di smartphone. Ya, dengan menggunakan salah satu aplikasi desain, namanya canva. Disana, kita bisa berkreasi, dengan berbagai macam pilihan font dan grafik yang menarik, saya rasa itu sangat membantu, terlebih buat orang seperti saya yang kemana-mana bawaanya smartphone mulu (Biar ga ribet bawa laptop kemana-mana, gitu). Dan hasilnya? Lumayan, banyak yang kaget ternyata bisa juga ngedit grafis di hanya berbekal smartphone. Bisa banget! Yang penting ngerjainnya enjoy, jangan jadi tekanan, okay.....

Dan tips yang terakhir, manfaatkan media sosial. Sebagai kaum milenials, update di sosial media adalah suatu hal yang harus untuk dilakukan. Melihat hal ini, pengiklan tidak mau rugi, dan memanfaatkan media sosial sebagai media mempromosikan produk mereka. Nah, biasanya untuk melakukan branding atau promoting new products, para pengiklan mengeluarkan dana untuk menyewa jasa influencer dan buzzer.

Di lapangan, tentu yang namanya influencer "mempengaruhi" audiens untuk mengenal lebih dalam tentang produk atau jasa yang sedang diiklankan. Tipsnya agar kalian sukses menggaet "pengaruh" di media sosial adalah sering-seringlah berinteraksi dan update konten. Itu tips yang bisa kita praktekkan sehari-hari, dengan berbekal edit foto gampang dengan aplikasi Lightroom, kita bisa dengan mudah menentukan "preset" foto sesuai dengan tone feed instagram kita. Mudah dan menyenangkan sekali, kan?

Kesimpulannya, menjadi digital marketer zaman ini, itu seru banget. Bahkan dengan orang yang dulunya gaptek seperti saya, ternyata juga bisa menjadi digital marketer, mempromosikan produk dan jasa klien di blog pribadi. Yang menjadi poin utama adalah bagaimana menjadi digital marketer yang tidak hanya promosi, namun juga memberi manfaat atau mengedukasi pembaca dengan selingan artikel yang berbobot. Intinya, menjadi digital marketer zaman sekarang itu mudah. Tergantung seberapa kreatif kita dalam membaca kesempatan yang ada. Salam.

Related Posts