Jumat

JumatT07.15

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Menulis


Ada hal yang terkadang tidak dapat disampaikan oleh ucapan, sehingga kadang kala membuat seseorang merasa tertekan. Keadaan tersebut tentu saja bisa dijadikan 5 alasan kenapa kamu harus menulis.

Pada dasarnya semua orang bisa menulis, hanya saja mungkin sebagian diantara enggan mengasah kemampuan sehingga menganggap kegiatan tersebut sebatas pemenuhan akademik. Jika kalian tergolong satu diantara bagiannya, maka jangan terburu menyetujui.

Mengapa demikian?. Pasalnya sejauh ini masih sedikit orang yang menyadari bahwa dengan menulis bisa mengabadikan kehidupan. Ulasan mengenai 5 alasan kenapa kamu harus menulsi di bawah ini, pasti akan membuatmu tergelitik untuk menulis!

Mampu Melatih Berpikir Secara Global

Ketika mendapatkan masalah orang awam cenderung menerapkan pola pikir dari satu sudut pandang, sehingga hal tersebut menimbulkan kesan knockback. Terlebih lagi jika sumber permasalahan tersebut disebabkan atas perselisihan kedua belah pihak, pasti satu sama lain cenderung melempar kesalahan.

Akan tetapi, bagi orang gemar menulis secara tidak langsung dirinya diharuskan menulis serangkaian kata demi menemukan titik temu atas uraian kalimatnya. Pola pembacaan kalimat yang berulang-ulang tentu dapat membantu seseorang berfikir secara global. Oleh karenanya, jika sedang terkukung suatu masalah maka sebaiknya utarakan rasa sedih, kesal ataupun marah ke dalam tulisan, baca dan pahami. Dengan demikian hati perlahan akan tenang serta sadar atas apa yang harus dilakukan dengan baik.

Kemampuan berfikir secara global ini juga sangat bermanfaat ketika kalian berada dalam suatu perkumpulan khalayak, baik lingkup pertemanan maupun perkerjaan. Seseorang yang mampu memikirkan segala hal secara menyeluruh faktanya lebih disukai pimpinan dan orang sekitarnya. Mengapa demikian?, karena sistem berpikir tersebut mencerminkan bentuk ketidak egoisan.

Mengabadikan Setiap Ide yang Muncul

Pernahkah kalian membaca sebuah buku yang ditulis oleh R.A Kartini tentang kisah perjalanan hidupnya yang menceritakan tentang penjajahan atas kaum wanita?. Jika pernah, maka hal tersebut merupakan salah satu wujud dari pengabadian.

Salah satu sastrawan berkata, ‘Menulis untuk keabadian’. Sekalipun sederhana akan tetapi makna dari 3 kata yang berjajar tersebut sangatlah dalam. Bayangkan saja jika tulisan tidak pernah dikenal, mungkin sampai saat ini kita akan terbelunggu dengan kedunguan.

Tetapi bagaimana jika kita belum mampu menulis hal yang bermanfaat untuk orang lain seperti R.A Kartini?. Jawabannya yakni dengan mulai menulis untuk diri sendiri. Seperti misalnya ketika ada suatu hal yang menurut kalian berkesan, maka tulislah. Jangan takut salah sebab esensi menulis bukanlah untuk ajang mencari kebenaran, melain sebagai bentuk upaya pengekalan.

Memperkuat Daya Ingat (Anti Pikun)

Kegiatan menulis merupakan salah satu pekerjaan yang mampu meningkatkan kreativitas, sehingga otak akan terus aktif bekerja. Apalagi jika dilakukan secara terus menerus, niscaya sedari muda hingga tua nanti kenangan tentap apa yang pernah dituliskan akan terus melekat.

Daya ingat di dalam otak senantiasa terjaga sebab serangkaian tulisan yang telah lahir dari pesta pikiran akan terus menari dan bersemaya. Misalnya ketika kalian menulis kisah tentang kisah cinta dengan seseorang paling spesial, maka jika sudah merasa bosan lekas buka kembali tulisan tersebut dan segera ingatlah seberjuang dan seindah apa pengorbanannya untukmu.

Ternyata daya ingat yang kuat juga dapat menjaga kulit awet muda. Mengapa bisa seperti itu?, ya karena seseorang tidak perlu berpikir keras untuk mengingat-ingat sesuatu. Pasalnya, pikun sering kali menyerang kinerja otak orang yang jarang diasah.

Dapat Membantu Mengembangkan Kreatifitas Diri

Apabila kalian adalah seorang penulis yang ingin karya tulisannya terus diminati oleh banyak orang seiring bergulirnya waktu, maka hal penting yang harus dilakukan yakni mengasah kreatifitas. Cara mudahnya yaitu dengan banyak-banyak membaca hasil tulisan orang lain.

Pernahkah kalian tahu jargon komunitas penulis yang berbunyi, “Penulis sukses adalah ia yang pandai mencuri kata penulis lain”. Namun, dalam hal ini bukan berarti budaya copy-paste dihalalan, melainkan untuk belajar mengumpulkan beragam kosa kata.

Pastikan tulisan kalian selalu up to date agar tidak tertelan zaman. Perbanyak sharing dan membaca buku-buku ternama, baik sastra maupun akademik. Rasakan manfaatnya dalam satu bulan, maka perlahan-lahan tulisan akan semakin meningkat dengan sendirinya.

Menjaga Jiwa Agar Tetap Sehat

Tahukan kalian bahwa kegiatan menulis ternyata bisa menyehatkan jiwa?. Argumen tersebut tidak sembarang dilontarkan, melainkan sebagaimana cetusan para psikolog. Penyembuhan pasien yang tidak lagi waras menggunakan metode menulis, mulanya diterapkan dalam dunia terapi medis kesehatan jiwa di salah satu RSJ.
Apabila kalian masih ragu maka tidak ada salahnya mencoba untuk mulai menulis tentang perasaan apapun yang saat ini tengah dirasakan. Terlebih lagi saat hati merasa kesal dan marah, daripada sibuk mencari orang lain sebagai ladang curhat, ada baiknya simpan aib kalian dengan menuliskannya. Tulis saja kata-kata apapun yang ingin dikeluarkan.

Setelah puas menulis lalu tarik nafas, hela perlahan sembari terpejam dan bayangkan betapa indahnya dunia tanpa dendam, lantas baca kembali tulisan kalian. Pikirkan perlahan apa jadinya jika kata-kata kasar atau uraian kalimat menyakitkan tersebut dilontarkan kepada orang lain?, pasti akan menimbulkan perselisahan bukan?. Maka oleh sebab itu budayakan menulis dalam keadaan seperti apapun.

Sekian ulasan mengenai 5 alasan kenapa kamu harus menulis, semoga setelah membacanya minat kalian dalam dunia tulis menulis semakin membara. Jangan lupa terus berlatih agar kelak tulisan tersebut bisa membawa kepada rejeki dan keberkahan. Selamat menuai kata!

Related Posts

5 komentar:

  1. Sudah sebulan ini saya mengubah gaya blog saya yang awanya berbagi informasi jadi curhatan pribadi. Gak tahu kenapa rasanya beda gitu ketika menulis dengan apa yang ada dipikiran daripada mesti menulis untuk menyenangkan orang lain. Sedikit demi sedikit saya menuangkan tulisan saya dalam blog. Meskipun ada beberapa bahasa yang amburadul atau typo dan segala macamnya. Saya bisa lebih plong ketika menulis seperti ini. Rasanya ada capek yang keluar dan jadi lebih bersemangat lagi. Saya setuju dengan kutipan mas di atas, menulislah untuk keabadian. Syukur-syukur dibaca orang lain, tapi setidaknya jadi arsip penting dalam kisah hidup sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya bener mas, memang ada saatnya kita bisa menulis tentang diri sendiri, agar timbul semangat lagi, bahkan dari tulisan opini dan cerita curcol kita bisa jadi bahan yang bermanfaat bagi orang lain. Bisa kan... Maka dari itu semangat nulis mas...

      Hapus
  2. Mantab, info info nya mas faisol

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Setelah ada wabah ini, banyak waktu saya yang terbuang sia-sia, gabut aja di rumah akhirnya saya coba untuk menulis lagi di blog dan membuat beberapa outline untuk menulis. karena membaca blog ini,thanks mas faisol

    BalasHapus

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi