Kamis

KamisT10.42

Tata Cara Sholat Jenazah, Niat, Bacaan, dan Keutamaannya

Tata Cara Sholat Jenazah

Agama Islam menghukumi fardu kifayah apabila ada seorang yang telah meninggal dan harus di shalati. Berdasarkan hukum tersebut juga, bahwa shalat jenazah memiliki keutamaan dan hikmah yang amat berharga apabila dilaksanakan. Sehingga, jangan enggan apabila diminta untuk turut serta menshalati jenazah. Lalu, bagaimana

Tata Cara Sholat Mayit/Jenazah

1. Takbir pertama (niat lalu membaca Al-fatihah)

Dalam takbir pertama, membaca niat sholat jenazah, setelah itu membaca Al-fatihah. Niat dibedakan menjadi 2, niat untuk jenazah laki-laki, dan niat untuk jenazah perempuan.

NIAT SHOLAT JENAZAH UNTUK LAKI-LAKI

NIAT SHOLAT JENAZAH UNTUK PEREMPUAN

2. Kemudian Takbir kedua, (membaca shalawat)

Dalam takbir kedua ini, membaca shalawat ibrahimiyah seperti di bawah ini.


3. Lalu, Takbir ketiga (membaca doa untuk jenazah)

Berikut bacaan doa untuk jenazah laki-laki

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Sedangkan untuk jenazah perempuan

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا

4. Takbir Keempat (doa untuk jenazah lagi)

Pada takbir terakhir ini, yang dibaca adalah doa untuk mayit. Berikut bacaannya:

Untuk jenazah laki-laki

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Untuk jenazah perempuan

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

5. Salam

Lalu, terakhir membaca salam. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh". Ke kanan, lalu ke kiri.

Keutamaan Shalat Jenazah dalam Islam


Suatu ketika Nabi Muhammad SAW diminta untuk menshalati seorang mayit, akan tetapi hal tersebut tidak segera dilakukan. Mengapa? karena Rasulullah terlebih dahulu menanyakan perihal segala bentuk tanggungan mayit semasa hidup. Lantas salah seorang sahabat menjawab bahwa mayit tersebut masih memiliki hutang.

Mendengar pernyataan tersebut, Rasulullah SAW tidak mau menshalatinya kecuali hutang si mayit telah lunas. Namun, karena mayit berasal dari golongan rakyat miskin maka pihak keluarganya tidak mampu melunasi semua hutang. Akhirnya, salah satu sahabat secara suka rela membayar semua hutang si mayit.

Mendengar hal tersebut, Rasulullah SAW memerintahkan kepada sahabat tersebut agar segera meluanasi semua hutangnya. Setelah melunasinya, sahabat Rasulullah kembali dan kemudian Nabi Muhammad SAW segera melakukan shalat jenazah. Berdasarkan kisah singkat di atas, tentulah shalat jenazah dilaksanakan karena memiliki berbagai keutamaan. Apa saja itu? Simak ulasan singkat di bawah ini:

Menyegerakan Kebaikan Bagi Jenazah

Hadits riwayat Muttafaqun ‘Alaih menyatakan bahwa pengurusan dan penshalatan terhadap jenazah harus disegerakan. Tentu saja, penshalatan ini dilakukan kepada mayit yang meninggal dalam keadaan beriman alias tidak kafir maupun syirik.

Bahkan, dalam riwayat yang sama apabila seorang mayit semasa hidupnya melakukan banyak keburukan, maka shalat jenazah tidak boleh disegerakan. Mengapa? karena jika jenazah tersebut dzalim dan menyegerakan pengurusannya, maka sama saja menyegerakan keburukan.

Mendapat Berlimpah Kebaikan

Kebaikan pasti akan berlimpah bagi orang yang mau turut serta menshalati jenazah. Hal ini bahkan dinyatakan dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim. Isinya yakni mengenai sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa bagi siapapun yang turut menshalatakan jenazah maka berhak baginya atas berlimpah kebaikan.

Memberikan Syafa’at Bagi Mayit

Saat itu anak dari Abdullah bin ‘Abbas meninggal dunia dan terlihat sebelum mayit dikeluarkan, sudah ada empat puluh orang yang menunggu jenazahnya. Mengetahui hal tersebut, Abdullah bin ‘Abbas segera mengeluarkan jenazah anaknya.

Tidak hanya itu, Rasulullah SAW juga bersabda yang intinya bahwa shalat jenazah dilakukan adalah untuk memperkenankan syafaat (doa) kepada mayit. Bukan untuk syirik kepada Allah Swt atau mensekutukan-Nya. Oleh karena itu, niatkan shalat jenazah hanya kepada-Nya dan mintakan doa kebaikan untuk si mayit.

Mendapatkan Pahala Sebesar Dua Gunung

Pahala sebesar satu sampai dua qiroth akan didapatkan apabila secara ikhlas turut menshalati jenazah. Keutamaan ini bahkan telah diriwayatkan dalam suatu hadits. Seperti apakah satu sampai dua qiroth itu? dalam suatu hadits dinyatakan bahwa hal tersebut sama halnya dengan dua gunung yang besar.

Menjadi Perantara Keselamatan Bagi Mayit

Setiap manusia pasti memiliki dosa, oleh karena itu ketika meninggal sudah seharusnya bagi yang masih hidup turut merawat dan menshalatinya. Hal ini dilakukan guna menjadi perantara keselamatan bagi mayit agar dimudahkan segala urusan di alam kubur.

Kelima keutamaan tersebut sungguh sangat berharga dan menyayangkan sekali apabila ditinggalkan. Mengingat semua manusia di muka bumi pasti akan berpulang kepada-Nya. Oleh karena itu, sebagai umat Muslim yang taat kepada Allah Swt, sudah seharusnya berlomba dalam kebaikan untuk sesama.

Hikmah Melaksanakan Shalat Jenazah

Mendirikan shalat jenazah tidak hanya mendatangkan keutamaan, melainkan juga memberikan hikmah kepada yang masih hidup. Apa saja hikmah tersebut? Untuk lebih jelasnya silahkan simak dan baca baik-baik ulasan singkat di bawah ini:

Memberikan Penghormatan Terakhir Kepada Mayit

Pemberian hormat kepada jenazah adalah hikmah pertama yang akan didapatkan. Melepas segala beban, dendam atau masalah apabila memiliki urusan terhadapnya. Sehingga antar sesama umat Muslim saling memaafkan dan mengikhlaskan.

Menimbulkan Keinsafan

Semasa hidup kebanyakan dari manusia enggan menghiraukan segala dosanya. Apapun tetap dijalani asalkan bahagia, padahal tanpa sadar banyak hal kecil yang menjadi dosa dan menumpuk. Salah satu cara agar mengingat akan keburukan pada diri sendiri adalah dengan turut menshalati jenazah.

Rasa insaf dan mengakui dosa pasti akan muncul apabila turut serta dalam menshalati jenazah. Khusyukkan diri sembari memohon ampunan kepada Allah Swt dan doakan pula si mayit yang terlebih dahulu berpulang ke Rahmatullah. Dengan demikian, ketaqwaan akan semakin meningkat.

Memohonkan Rahmat Kepada Allah Kepada Jenazah

Upaya saling mendoakan memang sudah seharusnya dilakukan oleh sesama umat Muslim, baik yang masih hidup mapun telah tiada. Mengapa? karena hal tersebut sangat dirahmati oleh Allah Swt Tuhan semesta alam. Dengan saling mendoakan dan memohonkan ampunan, maka diri terhindar dari panasnya api neraka.

Mempererat Jalinan Silaturahmi dengan Keluarga Mayit

Semua orang yang kehilangan keluarga maupun sanak saudara yang dicintai pasti akan merasa terpukul. Oleh karena itu, mereka perlu mendapat perhatian khusus dan salah satu caranya adalah dengan turut menshalati jenazahnya. Sehingga, dengan begitu jalinan silaturahmi dan rasa bela sungkawa bisa secara langsung tersampaikan.

Kelima keutamaan dan hikmah shalat jenazah di atas, semoga dapat memberikan kesadaran kepada kita semua. Mengingat semua orang yang hidup di muka bumi pasti akan mati sehingga sudah seharusnya antar sesama umat Muslim saling mengasihi baik semasa hidup maupun sampai masuk ke liang lahat.


Related Posts

1 komentar:

  1. Aku pernah beberapa kali sholat jenazah. Memang belum hapal2 bacaannya sih :D Kalau lupa biasanya menggunakan Bahasa Indonesia aja. Ketika umroh, biasanya sering melakukan sholat jenazah, ya ikuti aja in sya allah diterima niat kita. Sedih banget ketika sholat karena teringat dosa2 diri sendiri.

    BalasHapus

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi