Rabu

RabuT12.04

Dibikin Takjub dengan Keunikan Hutan Indonesia. Jaga dengan Adopsi Hutan

Hutan. Apa yang pertama kali terbersit di benak kita ketika mendengar kata tersebut? Pepohonan? Tumbuhan liar? Memang, masih banyak orang yang beranggapan bahwa di dalam hutan itu yang ada hanya pepohonan lebat saja. Padahal, ada flora dan fauna yang beragam nan menakjubkan hidup  di dalamnya. 

Ngomongin hutan, pikiran saya terlempar 3 tahun lalu, tepat pada agustus 2017. Waktu itu, saya terpilih menjadi salah satu peserta event Amazing Petung National Explore (APNE) untuk mengeksplor alam di Petungkriyono, Pekalongan. 
Saya dibikin melongo ketika pertama kali diajak menjelajah ke curug bajing. Tempat ini masih asri banget, Green forestnya masih terjaga. Pengelolaan tempat ini pun cukup bagus. Saya dibuat berkesan karena transportasi yang kita gunakan saat itu cukup khas yakni bernama Anggun Paris. 

Anggun Paris merupakan singkatan dari Angkutan Gunung dan Pariwisata. Semacam  pick-up namun dengan modifikasi yang unik dan setidaknya muat untuk 8 penumpang. Karena ini kunjungan perdana, saya memperhatikan setiap perjalanan yang disuguhkan. Pepohonan rindang, memberikan kesejukan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. 
Awalnya saya berpikir, hanya saya beserta rombongan dan pepohonan saja yang ada di situ. Namun saya salah. Ada banyak sekali spesies yang mengintip kami dengan malu-malu. Salah satunya spesies lutung (kera) dan beberapa burung eksotis menghampiri kami. 

Betapa egoisnya saya. Ya, sejak saat itu, saya tersadar, hewan-hewan mungil ini sama-sama ingin menikmati keindahan hutan yang menjadi rumahnya. Saya hanya bisa bergumam sambil melihat lutung-lutung tersebut berlompatan dari dahan satu ke dahan yang lain. Betapa harmonisnya alam di sini. 

Sore harinya, terdapat pementasan seni tari tradisional adat setempat dan beberapa drama yang unik dan khas banget. Di sini, memang warga setempat melakukan rutinitas yang memiliki korelasi atau hubungan dengan hutan dan alam. Menariknya lagi, makanan dan jajanan tradisional yang disuguhkan kepada kami saat itu, tak lain merupakan hasil dari alam sekitar. 
Sungguh malunya saya, mengingat hutan dan alam begitu bersahabat, menyuguhkan pemandangan dan berbagai pangan yang begitu lezat, sedangkan saya.. Apa yang bisa saya beri selain menjaga dan melindungi hutan ini. 

Hutan bagi saya merupakan teman terbaik. Darinya saya belajar lebih dekat dengan alam, lebih dekat dengan Sang Pencipta semua ini. Oleh karena itu, di artikel kali ini saya ingin membahas tentang keindahan dan keberagaman hutan Indonesia, sekaligus cara menjaga hutan melalui adopsi hutan. 
Indonesia memiliki hamparan hutan yang luas. Tercatat, seluas 94,1 ha atau sekitar 50,1% daratan di Indonesia merupakan hutan. Tak Heran, Indonesia dijuluki Zamrud Khatulistiwa, karena terlihat begitu hijau bak Zamrud, ketika dilihat dari angkasa. Lalu, bagaimana potret keindahan hutan secara dekat?
Sumber: instagram.com/ekogatan
Di Jawa Timur sendiri, hutan yang cukup terkenal dan bisa dibilang "unik" yakni hutan De Djawatan, Banyuwangi. Hutan ini cukup populer di mata masyarakat, karena khasnya pohon trembesi yang menjadi keunikan tersendiri bagi hutan ini. 

Bak negeri dongeng, hutan ini menjadi bukti betapa uniknya hutan di Indonesia. Bahkan, banyak yang menyebutnya sebagai Lord of The Rings. Hal ini yang membuat banyak wisatawan tertarik untuk mengunjungi destinasi wisata Hutan De Djawatan. Terhitung, pada tahun 2019, pengunjung hutan De Djawatan sebanyak 131.670 wisatawan.

Hutan kembali mementaskan keindahannya. Hutan De Djawatan tak hanya menyuguhkan barisan pohon trembesi saja, namun di dalamnya berisi flora yang beragam. Di dalamnya terdapat pohon salak liar yang unik karena buahnya tidak dapat kita makan, juga tumbuh pohon kelengkeng, dan berbagai tumbuhan unik lainnya. 

Pohon trembesi yang begitu "raksasa" mampu menjadi tempat yang sejuk dan nyaman. Kita semua setuju, bahwa barisan pohon trembesi di sana, mampu menjadi kawasan serapan air. Tentu ini sangat bagus untuk keberlangsungan makhluk hidup kedepannya. 

Mulanya, kawasan hutan De Djawatan sendiri merupakan tempat untuk mengelola kereta api, namun saat ini dialihfungsikan menjadi destinasi wisata sekaligus kawasan serapan air. Untuk mempermudah wisatawan mengelilingi hutan ini, di sini disediakan transportasi dokar yang menambah sensasi menyatu dengan alam. 
Sumber: instagram.com/andreyongz
Lantas saya berpikir, bagaimana jika semua ini tidak ada di masa depan? Apakah ekosistem makhluk hidup termasuk kita sebagai manusia lebih baik, atau malah lebih buruk? Tentu satu-satunya pilihan yang kita punya adalah menjaga dan melestarikan hutan-hutan cantik dan penuh manfaat ini, agar anak cucu bisa merasakan manfaat hutan. 
WAJIB. Hutan sudah menyuguhkan apa yang kita inginkan. Estetika (keindahan), hutan sudah sediakan. Pangan yang beragam pun tinggal kita makan. Banyak kebutuhan manusia dapat dipenuhi dari hutan. 

Selain itu, hutan juga menjadi rumah bagi beragam satwa dan tumbuhan endemik Indonesia. Mulai dari Harimau Sumatera, Rafflesia, Burung Cenderawasih, dan berbagai flora dan fauna nusantara hidup di dalamnya. Coba kita lihat peta penyebaran sebagian satwa dan flora endemik nusantara di bawah ini. 
Contohnya saja, hal yang miris harus menimpa spesies rusa bawean (Axis Kuhlii) di mana, IUCN menetapkan rusa kecil ini ke dalam kelas Critically Endangered atau kritis, serta terancam punah. Cukup mengerikan. Populasi Rusa Bawean sendiri dikategorikan kritis dan tidak boleh diperjual belikan. Pada 2015, jumlahnya 325 ekor, dan turun menjadi 303 ekor pada 2016. 

Mengejutkannya lagi, penyebab utama kelangkaan rusa adalah berkurangnya luas habitat di hutan Bawean dan perburuan liar. Benar, kawasan hutan yang menjadi rumah mereka kini banyak berubah menjadi perkebunan. 

Foto dengan maskot Rusa Bawean (Dok. Pribadi) 
Oleh sebab itu, jika kita menjaga hutan, kita bukan hanya sekadar menjaga pepohonan saja, tapi kita juga melindungi dan menjaga makhluk lain, satwa endemik yang hidup di hutan. Ekosistem terjaga, maka keberlangsungan makhluk hidup pun terjaga. Selain itu, dengan menjaga hutan juga, sama artinya dengan menjaga masa depan anak cucu kita. Lalu, bagaimana cara merawat hutan di Indonesia?
Alam diciptakan agar kita merenung, betapa teraturnya ciptaan Tuhan. Hutan sendiri merupakan tempat yang cukup baik untuk mengatur suhu dunia. Itulah mengapa Indonesia disebut sebagai Paru-paru Dunia. Nah, kita sebagai anak bangsa harus mengetahui cara menjaga hutan agar tetap lestari. Berikut beberapa upaya yang bisa kita lakukan:

1. Menjaga Kebersihan Hutan

Dok. Pribadi
Langkah sederhana, namun cukup berarti. Jika kita melakukan penjelajahan, perkemahan, atau sekadar mengunjungi hutan, maka hal yang pertama kali diingat, adalah hutan itu adalah habitat, rumah bagi makhluk hidup lain. Dan kita sebagai tamu, sudah sepatutnya menjaga etika dengan cara tidak membuang sampah sembarangan. Langkah ini cukup mudah, tidak membutuhkan effort yang lebih, hanya butuh kesadaran saja. Maka, sadarlah. 

2. Melindungi Satwa yang Hidup di Hutan


Jika kita bertemu satwa yang dilindungi di hutan, maka kita tidak boleh mengganggunya. Biarkan tetap hidup dalam rimba. Cara lain yang bisa dilakukan dengan tidak melakukan perburuan terhadap satwa yang dilindungi dan tidak memeliharanya, itu sudah mengisyaratkan bahwa kita peduli akan keberlangsungan makhluk hidup lain. 

3. Lakukan Adopsi Hutan


Upaya yang bisa kita lakukan selanjutnya adalah dengan Adopsi hutan. Dengan melakukan reforestation atau reboisasi, kita turut andil dalam menjaga dan melindungi hutan yang kita cintai. 

Melalui adopsi pohon, setiap pohon yang kita adopsi akan memberikan peluang baru untuk meningkatkan kualitas hidup kita. 
Hari Hutan Indonesia jatuh pada 7 Agustus 2020, peringatan momen ini memberikan spirit baru bagi saya dan seluruh masyarakat Indonesia, bahwa kita memiliki hutan yang penuh akan keanekaragaman hayati. Bahkan, Indonesia memiliki hutan tropis terbesar ketiga di dunia. Itu artinya, kita punya potensi dengan sumber daya alam yang melimpah. 

Spirit ini bisa kita wujudkan dengan mewujudkan kesungguhan dan cinta kita pada hutan. Salah satunya dengan Adopsi hutan. Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk turut mengambil bagian, mari kita sama-sama adopsi pohon, sebagai tabungan untuk kebaikan masa depan, kelak. 
Jika teman-teman ingin lebih cinta terhadap hutan, saya menyarankan untuk follow Instagram @hutanituid dan Twitter @hutanituid karena di dalamnya berisi banyak event-event menarik yang kaya akan informasi. 

Nah, gimana guys? Setelah membaca ini, ternyata menjaga kelestarian hutan itu nggak ribet ya. Setelah semua yang hutan berikan untuk kita, kini kita bisa membalas dengan kebaikan juga, yakni dengan Adopsi hutan. Adopsi Hutan, Cara Terbaik Abadikan Kehidupan! 

Salam lestari.

Sumber referensi:

https://hutanitu.id/id/ayo-jaga-hutan/
https://rimbakita.com/rusa-bawean/
https://konfirmasitimes.com/2020/05/15/sempat-viral-begini-keunikan-hutan-djawatan-benculuk-banyuwangi/

Related Posts

16 komentar:

  1. Makin lama, makin butuh kita sama hutan ya Sol. Kita butuh oksigen, pohon untuk membangun, perlindungan satwa, dan bahkan sumber pangan yang berlimpah. Semoga lewat adopsi hutan kita bisa melestarikan hutan dan makin banyak orang yang peduli pada lingkungan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin... Amin, yaitu mas, yang penting kesadaran harus muncul pertama kali. Kita butuh hutan, untuk masa depan

      Hapus
  2. Kini hutan sudah mulai sempit lahannya, dan menjadikan flora dan fauna berkurang secara perlahan. perlu tindakan besar untuk menumbuhkan ekosistem yang lebat didalam hutan supaya kelestarian hutan tetap terjaga dan flora fauna tetap bisa berkembang biak dengan baik.

    Sangat disayangkan jika keindahan alam mulai pudar dan sangat disayangkan pula jika keberagaman flora fauna menjadi hilang/punah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu dia mas, inilah pentingnya adopsi hutan, jadi kita bisa ikut turut andil dalam melestarikan hutan di Indonesia, sayang kan, udah cantik tapi ga diperhatikan. Yuk, bareng-bareng adopsi hutan :)

      Hapus
  3. Maka dari itu, ayo lestarikan hutan kita agar bisa terus dinikmati oleh anak cucu kita kelak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mas, semoga alam dan hutan tetap lestari

      Hapus
  4. SAYA pengin membuat hutan di rumah... tetapi rumah belum punya bagaimana kalau doain saya biar bisa punya rumah sendiri biar saya adopsi hutan ke rumah :D

    BalasHapus
  5. Ternyata kota Pekalongan jawa tengah. Masih ada hutan yang menarik untuk dikunjungi, Seperti contoh Alam Petungkriyono. Dan bukan itu saja untuk dijadikan tempat berwisata juga menarik sepertinya..😊😊

    Dan juga semoga hutan indonrsia bisa selalu lestari untuk generasi mendatang.😊😊

    BalasHapus
  6. Gagal fokus sama dengan onde-ondenya, kayaknya enyak tuh *makanan terus :D

    Btw penasaran ama hutan Djawatan, pengen deh ke sana kalau pandemi udah berakhir, tapi kayaknya pas pandemi berakhir, di sana bakalan rame banget dengan banyaknya orang yang kangen jalan-jalan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, emang menarik sih onde-ondenya hehehe, oh iya, sini maen-maen ke Banyuwangi mbak

      Hapus
  7. Sadly I couldn't understand, but I loved the trees photos and food looks delicious. Looked like you had a wonderful time.

    -Soma

    BalasHapus
  8. Sayangnya masih banyak yang belum sadar akan arti pentingnya hutan bagi kehidupan manusia.
    Banyak penebangan liar yang entah itu untuk suatu kepentingan apa.

    BalasHapus
  9. Termasuk untuk melindungi hutan adalah dengan menjadi konsumen yang aktif dalam menyuarakan kepentingan hutan. Penebangan hutan kan juga untuk kebun kelapa sawit dan untuk produksi kertas, jadi hemat dalam penggunaan produk-produk itu juga membantu agar produksinya tidak kelewatan.

    BalasHapus
  10. Jika manusia ingin terus hidup, harus sejak dini merawat hutan, sumber oksigen...

    BalasHapus

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi