Selasa

SelasaT18.49

#IniUntukKita - Alasan Millenial Perlu Melek Literasi Ekonomi di Zaman Ini

Beberapa pekan akhir-akhir ini, saya mendapatkan beragam kerja sama dari banyak perusahaan, sejumlah fee ditransfer langsung kepada rekening saya, sebagai keuntungan dari menulis di blog. Sebagai seorang Blogger sekaligus pelajar, saya memanfaatkan penghasilan tambahan tersebut ke dalam 3 bagian (kebutuhan, investasi, dan keinginan) karena saya menyadari, bahwa kebutuhan hidup saat ini tidak melulu soal uang jajan, main, dan bersenang-senang saja. 

Ada banyak hal yang harus diperhatikan agar hidup menjadi tertata kedepannya. Hal ini menjadi sangat penting, sebab segala sesuatu harus diatur dengan matang. Bagaimana cara mengelola, cara untuk memanfaatkan uang yang kita punya saat ini, semua itu adalah urgensi mengapa kita harus melek Literasi Ekonomi. 



Apa jadinya jika kita membelanjakan penghasilan secara "membabi buta"? Kita hanya mendapatkan kebahagiaan sejenak, lalu menyesal di kemudian hari. Mengapa? Karena kita membelanjakan uang tanpa adanya Literasi Ekonomi, walhasil jika hari esok, bisa jadi ada kebutuhan mendadak dan urgent, sedang uang sudah habis untuk berfoya-foya, pasti yang tersisa hanyalah penyesalan. 

Benar sekali. Kadang kala, saya pribadi dihadapkan dengan tantangan yang cukup membingungkan, di satu sisi keinginan sebagai seorang "pemuda" yang menggebu-gebu, mendorong nafsu saya untuk membeli hal-hal yang tidak perlu, namun di sisi lain, saya memiliki hal prioritas yang "urgent" saat itu juga. 

Sehingga, dengan proses yang selama ini terjadi, seperti pengalaman-pengalaman yang lalu, menjadi pelajaran tersendiri bagi saya. Bahwa segala sesuatu adalah pilihan. Dan akal kita harus bisa memilih mana yang terbaik, terlebih untuk urusan ekonomi saat ini. Itulah mengapa kita butuh Literasi Ekonomi. 


Bagi saya pribadi, menjadi generasi millenial seutuhnya bukan hanya sekadar update status secepat mungkin, namun bagaimana kita mampu beradaptasi dengan kemajuan dunia saat ini. 

Dunia saat ini berkembang semakin cepat, kawan. Dulu, transaksi dilakukan secara barter (saling tukar menukar barang), kemudian muncul mata uang sebagai alat pembayaran, setelah itu inovasi tersebut berevolusi menjadi sistem pembayaran digital. Lihat, betapa cepatnya dunia bergerak. 

Maka dari itu, pola pikir kita harus mengikuti arus zaman. Jika zaman dulu kita hanya mengenal menabung saja, namun di zaman sekarang, dengan berbekal literasi ekonomi, kita tahu yang namanya investasi, tata caranya, keuntungannya, dan lain sebagainya. Ini berguna tidak hanya untuk mencerdaskan akal saja, tapi bermanfaat sebagai sumber daya yang bernilai di masa yang akan datang. 

Bagaimana Millenial yang melek Literasi Ekonomi?

Orang yang melek literasi ekonomi akan menjadi pribadi yang lebih mandiri dalam menghadapi situasi yang genting. Selain itu, mereka juga menjadi orang yang mandiri dan dewasa. Hal itu disebabkan karena adanya rasa "memiliki" masa depan. Artinya, mampu memposisikan diri agar menyisakan finansial untuk masa depan. 

Salah satu hal yang menonjol dan perlu diketahui oleh banyak orang mengenai Millenial yang melek Literasi Ekonomi adalah bagaimana menjaga keuangan kita saat ini? Mau dialokasikan kemana saja? 


Berdasarkan pengalaman pribadi, saya menerapkan 3 konsep mudah dalam Literasi Ekonomi, yakni menghasilkan, memanfaatkan, dan menyimpan. 

Pertama, menghasilkan uang. Ada banyak cara yang bisa kita gunakan sesuai kemampuan kita untuk mendapatkan penghasilan. Contohnya saya pribadi, yang gemar sekali menulis, saya memanfaatkan itu sebagai sebuah peluang untuk berbisnis, benar sekali, ketika tulisan kita diapresiasi, maka banyak yang ingin berkolaborasi dengan saya. Ini yang disebut memanfaatkan peluang dengan baik. 

Saya telah menuliskan banyak peluang dan ide bisnis yang bisa kalian gunakan untuk mendapatkan penghasilan, bahkan ada yang tanpa mengeluarkan modal sedikitpun. Jika tertarik ingin tahu apa saja peluang tersebut, kalian bisa baca artikel-artikel di bawah ini:

BACA : PASSIVE INCOME YANG COCOK UNTUK GENERASI MILLENIAL 

BACA : BISNIS RESELLER TANPA MODAL 2020

BACA : PELUANG BISNIS JAJANAN SD 2020

Langkah yang kedua, yakni memanfaatkan uang. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa untuk menjadi cerdas dalam bidang ekonomi, kita harus memiliki kemampuan dalam me-manage keuangan. Saya biasanya mencatat keuangan tersebut secara rapi, baik pemasukan serta pengeluaran. 

Langkah yang terakhir, saving money (menyimpan uang). Bagi saya pribadi, menyimpan uang memiliki peran yang penting. Saya menyimpan sebagian besar uang di bank, dan sebagian sisanya yang merupakan dana bebas (yang benar-benar tidak dibutuhkan dalam kurun waktu yang dekat) dapat saya gunakan untuk berinvestasi. 

Untuk seumuran saya, investasi yang tepat adalah investasi reksadana, karena uang yang kita investasikan akan dikelola oleh ahli sesuai instrumen yang dipilih. Dana tersebut akan mengalami fluktuasi tergantung pasar ekonomi. 

Apakah cara ini efektif untuk menjaga keuangan? Sejauh ini cukup efektif. Menyimpan uang di bank cukup efisien dan dapat dengan mudah diambil sewaktu-waktu. Sedangkan berinvestasi dapat menumbuhkan ekonomi di masa yang akan datang. 

Kesimpulannya, dalam melakukan sesuatu kita harus melihat kedepan. Terlebih bagi seorang millenial, kita mengemban tanggung jawab yang besar untuk sejajar dengan perkembangan teknologi saat ini. Salah satunya kemajuan dalam bidang ekonomi. Semakin kita lihai dalam mengelola keuangan, maka semakin baik juga pandangan untuk masa depan. Salam. 


Related Posts

1 komentar:

  1. keren, sukses selalu.

    btw iklannya kurangin dikit kenapa

    BalasHapus

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi