Senin

SeninT06.01

Penulisan Kutipan Langsung dan Tidak Langsung yang Benar

Penulisan Kutipan Langsung dan tidak langsung yang benar

Saat menulis karya ilmiah maupun tugas akademik pengajar pasti meminta kalian untuk menuliskan referensi, baik kutipan langsung maupun tidak langsung. Namun, ternyata sebagian besar dari kalian masih bingung, kan seputar cara menulis kutipan langsung dan tidak langsung yang benar? Jangan terburu insecure sebab tak tahu cara penulisannya, pasalnya akan dijabarkan berikut ini.

Mengapa Kutipan Sangat Penting dalam Penulisan Karya Tulis?

Pengertian kutipan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah suatu bentuk pengambil alihan kalimat dari karya tulis lain. Pengambilan tersebut dilakukan dengan maksud sebagai ilustrasi maupun penguat argumentasi yang akan dibuat penulis lain dalam tulisannya. Penjabaran kutipan langsung adalah sebuah kutipan yang ditulis sesuai dengan bentuk aslinya tanpa mengubah sedikitpun.

Sedangkan, kutipan tidak langsung adalah pengambil alihan kalimat yang ditulis menggunaka kaya bahasa sendiri serta pemahaman penulis lain. Penulisan kutipan dalam karya tulis harus sesuai dengan baik dan benar agar tidak diklaim sebagai plagiasi. Apalagi sampai saat ini masih banyak akademisi yang kurang paham perihal penulisannya.

Kehadiran kutipan dalam semua karya tulis ilmiah memang sangat dibutuhkan. Untuk apa? Tidak lain berguna untuk menunjukkan sumber informasi yang valid. Tidak hanya itu, bahkan sebuah kutipan sering kali digunakan sebagai rujukan serta guna menghindari seseorang dari tuduhan plagiasi. Oleh karenanya, sangat penting bagi seorang akademisi memahami cara penulisan kutipan yang baik dan benar.

Inilah Cara Menulis Kutipan Langsung dan Tidak Langsung Berdasarkan Kaidah Penulisan yang Baik dan Benar

Mengingat penggunaan kutipan ini sangat penting dalam dunia akademis, sebisa mungkin sebagai seorang akademisi harus memahaminya. Akan tetapi, naasnya sekalipun sudah dijelaskan berkali-kali masih banyak yang kurang memahami dan cenderung melakukan kesalahan. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila sejauh ini masih banyak kasus plagiasi di negara Indonesia. Lantas, bagaimanakah cara menulis kutipan langsung dan tidak langsung yang baik dan benar sesuai kaidah penulisan? Simak ulasan di bawah ini:

Kutipan Langsung

  • Beri Jarak Selebar 2,5 Spasi Antara Teks Asli dengan Teks Kutipan

Cara pertama untuk menulis kutipan langsung adalah dengan memberi jarak selebar 2,5 spasi diantara teks asli dengan teks kutipan. Hal ini bertujuan untuk memberi jeda agar mudah dibaca oleh pembaca. Untuk lebih jelasnya, berikut ini contohnya:

“Menurut Saussure, bahasa yang memiliki makna ialah bahasa yang mampu dipahami bagian per bagian, sehingga dirinya diidentikkan dengan paham struktualis...”

  • Satukan Teks Kutipan dengan Teks Asli

Selanjutnya adalah dengan menyatukan teks kutipan dengan teks asli. Cara ini biasanya dilakukan oleh seorang penulis untuk memperkuat argumentasi maupun pernyataan yang sedang ditulis. Masih bingung? Simak cara penulisannya berikut ini:

Berkat kecerdasannya, Saussure kemudian mengajar sebagai ahli linguistik historis di Paris—Ecole Pratique des Hautes Etudes...” (1980:35) Sosok Saussure dikenal sebagai seorang tokoh pendiri ilmu tentang tanda semiotika, meskipun Saussure lebih menyebutkan sebagai semiologi.

  • Hilangkan Beberapa Bagian Kutipan Menggunakan Tiga Titik

Untuk menuliskan kutipan langsung, kalian juga harus menghilangkan beberapa bagian kutipan menggunakan tiga titik. Hal tersebut bertujuan untuk mempersingkat dan hanya mengambil bagian yang penting saja. Bagi kalian yang masih belum paham, baiknya lihat contoh di bawah ini:

“Teori Saussure menyinggung bahwa bagaimanapun suatu peristiwa atau keadaan, ternyata tanpa disadari menjadi sebuah struktur yang ditemukan ketika proses komunikasi sedang berlangsung...” (2015:9) 

  • Gunakan Tanda Titik pada Satu Baris Penuh

Penulisan kutipan langsung sesuai dengan kaidah yang baik dan benar adalah dengan menggunakan tanda titik pada satu baris penuh. Perlu diketahui bahwa cara ini hanya dipakai pada kutipan langsung yang banyaknya dua baris penuh agar tidak terlalu panjang.

  • Sisipkan Kurawal

Perlu kalian ketahui bahwa tanda kurawal pada penulisan kutipan langsung sangat penting. Mengapa? sebab cara ini digunakan apabila penulis ingin menambahkan keterangan pada kutipan yang hendak digunakan. Tidak hanya itu, sebuah tanda [sic!] hanya dipakai untuk bagian kutipan yang salah, baik makna maupun penulisan.

Kutipan Tidak Langsung

  • Tulis Ulang Kutipan dengan Gaya Bahasa Sendiri

Setelah mengetahui cara penulisan kutipan tidak langsung, selanjutnya kalian harus memahami model penulisan kutipan tidak langsung. Cara pertama adalah dengan menulis kutipan yang hendak kalian ambil menggunakan bahasa sendiri. Untuk bisa melakukan cara ini, kalian harus membaca lebih dahulu keseluruhan kalimat kutipan, kemudian pahami, lalu tuliskan. Jangan lupa untuk tetap menuliskan sumbernya.

  • Akhiri Nomor Kutipan dengan Tanda Petik

Selain menulis ulang kutipan dengan gaya bahasa sendiri, kalian juga harus menuliskan kutipan tidak langsung dengan cara lain. Apakah itu? yakni dengan mengakhiri nomor kutipan menggunakan tanda petik. Hal ini bertujuan untuk membedakan tulisan asli penulis dengan tulisan hasil mengutip.

Sekian pembahasan mengenai cara menulis kutipan langsung dan tidak langsung. Lantas, apakah kalian masih bingung jika diperintah untuk menuliskannya? Tentu tidak lagi, bukan? Memang tidak mudah diingat bagi yang belum terbiasa menulis ilmiah, oleh karena itu jangan lelah untuk terus belajar. Serta, perbanyak referensi dari berbagai literatur guna meningkatkan pemahaman. Semoga ulasan di atas bermanfaat, ya?

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi