T20.22

Bahaya Food Waste Bagi Lingkungan, Stop Mulai Sekarang!

"Banyak-banyak makan, jangan ada sisa, makan jangan bersuara"

Begitu bagian lirik lagu masa kecil yang teringat sangat jelas di benakku, karena sering kunyanyikan setiap hari, sehabis pulang sekolah bersama teman-teman sebaya, dulu kala. Lagu itu menceritakan tentang etika makan, di mana salah satunya mengajarkan untuk tidak menyisakan makanan.

Terlihat sangat sederhana, dengan berbekal lagu yang menyenangkan itu saat kecil dulu, pola pikirku menjadi sangat berhati-hati sebelum mengambil jatah makanan, dan kini aku jadi terbebas dari menyia-nyiakan "Food Waste" yang pada intinya merugikan berbagai pihak. Syukurlah.

Hanya saja, yang aku sayangkan, mengapa lagu anak-anak sebagus ini jarang terdengar lagi dimana-mana? Seakan lenyap hilang entah ditelan siapa. Padahal, lagu-lagu anaklah yang berkontribusi besar untuk membangun pondasi pemikiran yang sehat, seperti berbudi baik, dan tidak berlebih-lebihan saat memakan.

Baru-baru ini, isu food waste mencuat di permukaan. Mungkin bagi sebagian orang, membuang-buang makanan adalah hal lumrah dan persoalan yang "sipil", sehingga banyak yang menyepelekan isu ini. Padahal nyatanya, food waste berbahaya bagi lingkungan dan tentu harus kita hindari.


Food Waste sendiri, menurut Food and Agricultural Organization (FAO), adalah makanan sisa yang terbuang dan tidak terkonsumsi atau bisa juga diartikan bahan makanan yang tidak terolah dengan baik, karena kelalaian saat produksi, pengolahan, dan distribusi, sehingga terjadi pembuangan makanan tersebut.

Mirisnya, negara Indonesia sendiri menduduki peringkat kedua di dunia sebagai negara penghasil food waste terbanyak, setelah Arab Saudi. Artinya, pada setiap orang, kurang lebih menghasilkan food waste sebanyak 300kg per tahunnya. Angka yang cukup fantastis nan miris.

Tanpa kita sadari, gaya hidup manusia modern yang lebih mementingkan estetika tanpa memperhatikan etika, justru membawa kerusakan pada manusia yang lain. Coba kita berpikir, demi popularitas, bahkan orang sampai ada yang membeli makanan yang diluar batas perutnya, semua itu dilakukan demi pencapaian atensi di berbagai sosial media. Yang ujung-ujungnya makanan tersebut tidak dimakan juga karena kekenyangan.

"Halah, ngambil banyakin aja mumpung prasmanan" atau bagi yang suka makan di restaurant All You Can Eat pernah berpikir "Ambil semua aja, urusan ngga dimakan, itu belakangan". Pernah berpikir demikian?

Makan itu boleh, malah harus untuk menjaga kesehatan tubuh. Akan tetapi, menjadi berbeda apabila kita berlebih-lebihan atau bahkan sampai ada makanan yang terbuang. Justru akan menambah problem baru.

Masalah muncul dari segi lingkungan, yakni food waste menghasilkan zat metana yang dapat meningkatkan efek rumah kaca, bahkan meningkatkan pemanasan global 34 kali lebih banyak dibanding gas karbon dioksida. Justru sangat mengerikan mengetahui banyak manusia-manusia yang belum sadar akan bahaya membuang-buang makanan ini.

Selain itu, problem yang tidak jauh berbeda juga terlihat dari aspek sosial-ekonomi, dimana semakin banyak makanan yang dibuang sia-sia, itu artinya akan semakin langka dan mahal bahan makanan yang dijual, dampak paling parah yang akan dihadapi yakni masyarakat bisa menderita kekurangan gizi akibat food waste.  

Sadar atau tidak, sampah sisa makanan yang menumpuk akan memicu timbulnya ledakan sampah yang sewaktu-waktu dapat menjadi longsor dan berbahaya bagi keberlangsungan hidup manusia. Ditambah lagi banyak komponen yang disia-siakan, membuat semakin terkutuknya perilaku "buang-buang makanan" ini.

Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Mencegah Terjadinya Food Waste?

Banyak hal yang bisa kita lakukan jika ingin benar-benar terjauh dari bahaya Food Waste. Hal yang pertama kali harus kita lakukan adalah memulai gaya hidup baru atau lifestyle yang lebih baik dari sebelumnya. Hal ini bisa dimulai dengan menuliskan daftar apa saja kebutuhan yang ingin dibeli.

Penulisan daftar belanjaan ini cukup ampuh jika kita terapkan sehari-hari. Tujuannya, agar kita tidak "kalap" saat belanja untuk kebutuhan dapur karena ketidaksiapan dalam perbelanjaan.

Memasukkan makanan dengan rapi ke dalam wadah yang disediakan

Hal lain yang tak kalah ampuh adalah menyimpan makanan dengan baik di tempat yang sejuk. Kebiasaan keluargaku, menempatkan bahan makanan dengan rapi dan tertata ke dalam wadah-wadah kotak plastik yang aman dan higenis, sehingga bahan makanan menjadi lebih awet untuk jangka waktu yang lama.

Jikalaupun memang terpaksa harus meninggalkan sisa makanan, maka gunakanlah teknik recycle. Yups, daur ulang. Sisa makanan ternyata bisa dijadikan pupuk kompos untuk menyehatkan tanaman. Inovasi terbaik juga bisa menjadikan sisa makanan tersebut menjadi biogas melalui biodigester. Jadi tidak ada yang sia-sia ya teman..

Yang paling penting juga, butuh kesadaran ekstra bagi kita untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan amal baik yang diinisiasi secara pribadi maupun kelompok, untuk berbagi makanan kepada orang-orang yang membutuhkan. Tercatat, lebih dari 820 juta orang di dunia menderita masalah kelaparan dan kekurangan gizi. Bukankah seharusnya makanan-makanan tersebut dapat disalurkan kepada orang-orang seperti mereka agar kesejahteraan merata bagi seluruh umat manusia.

Amaliyah berbagi, bukan sebuah konsistensi dan ajang pencarian atensi. Melainkan, kegiatan ini jauh lebih dalam tentang arti sebuah kemanusiaan. Daripada makanan dibuang sia-sia sebanyak 300Kg, seharusnya itu jauh lebih bermanfaat dibanding hanya menjadi sampah. Ya benar, berbagi adalah pilihan yang tepat.

Kesimpulan

Pada Kesimpulannya, Food Waste sangat berbahaya dalam jangka waktu yang lama. Bukan tanpa sebab, kandungan zat beracun dapat membunuh banyak makhluk hidup, termasuk manusia sendiri, menjadi momok menakutkan bagi peradaban umat manusia.

Langkah paling tepat, yakni dengan mewujudkan gaya hidup minim sampah makanan seperti pola hidup yang baik seperti Kiat-Kiat yang sudah saya tuliskan di artikel ini. Ayo bersama-sama kita bangun masa depan yang lebih sehat.

Have a nice day

Sumber referensi :

https://cimsa.ui.ac.id/2020/11/09/food-waste-dan-pengaruhnya-terhadap-lingkungan/
https://www.wam.ae/id/details/1395302926413
ANALISA IMPLEMENTASI FOOD Waste MANAGEMENT DI RESTORAN ‘X’ SURABAYA, oleh : Hanjaya Siaputra, Nadya Christianti, Grace Amanda

Related Posts