Senin

SeninT08.39

Pengertian Konjungsi Penerang, Macam-macam dan Contohnya

Mempelajari penulisan yang benar seperti yang diajarkan di bangku sekolah, sepertinya menjadi kewajiban siswa. Salah satu materi penulisan yang banyak dijumpai adalah konjungsi penerang. Terkadang sebagian siswa merasa bingung, akibat kurang memahami penggunaan konjungsi ini. Informasi berikut ini akan menjadi referensi penggunaan konjungsi yang tepat. Langsung saja simak informasinya;

Mengenal Lebih Jauh Konjungsi Penerang

Pengertian Konjungsi Penerang

Tanpa disadari penggunaan konjungsi sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun banyak dipakai, masih ada beberapa kontek kalimat yang sulit diterapkan menggunakan konjungsi. Konjungsi sendiri dapat diartikan sebagai kata hubung pada kalimat. 

Sehingga, konjungsi penerang dapat diartikan sebagai kata hubung yang memberikan keterangan lebih jelas pada kalimat. Setelah mengetahui arti konjungsi penerang, ada baiknya mendalaminya dengan mempelajari jenis-jenisnya. Berikut ini 5 jenis konjungsi yang sering digunakan;

1. Konjungsi Jenis Adiktif 

Konjungsi yang sering dijumpai yang pertama, adalah jenis Aditif yang Diartikan sebagai konjungsi fleksibel. Penggunaanya yang bisa dilakukan dimana saja membuatnya cocok disebut sebagai konjungsi fleksibel. Pola kalimat apapun bisa dicoba menggunakan jenis konjungsi ini. Contoh-contoh bentuk konjungsi jenis Adiktif; Dan, Lagipula / lagian, Serta, Ialah.

Beberapa jenis kata diatas adalah kata yang lazim dipakai dalam penulisan sehari-hari. Konjungsi penerang berjenis adiktif kebanyakan digunakan untuk menghubungkan dua kalimat semakna. Dengan begitu pembaca akan merasa lebih jelas. Bila kamu belum mengerti, bisa memperhatikan beberapa contoh kalimat dibawah ini;

A. Kata Dan

Rima bermain bersama Hasan dan Palika di pekarangan rumah Pak Dedy.


B. Kata lagipula 

Sepulang sekolah aku langsung berkemas-kemas mempersiapkan buku untuk les tambahan lagipula itu aku lakukan untuk mempercepat waktu.


C. Kata Serta

Sebagai anggota yang baik wajib mematuhi tata tertib serta melaksanakan kewajiban.


D. Kata Ialah

C-19 ialah nama lain dari wabah mendunia yang menyerang kita semua. 

2. Konjungsi Jenis Disjungtif

Sedikit berbeda dengan yang tadi, jenis konjungsi selanjutnya yang banyak juga digunakan adalah jenis Disjungtif. Kebanyakan, diaplikasikan pada dua kalimat berseberangan atau berbalikan makna. Kontek kalimat yang cocok diaplikasikan pada jenis konjungsi ini adalah kalimat perbedaan, yang bisa dihubungkan menggunakan kata maupun, entah, baik, atau Dan masih banyak lagi. Untuk mempermudah memahaminya kamu bisa melihat contoh kalimat dibawah ini;

A. Kata Maupun

Terkadang baik kakek maupun ayah keduanya sama-sama keras kepala membuat aku pusing.


B. Kata Entah

Hari ini sepertinya lebih baik daripada dua Minggu lalu entahlah ini hanya firasat ku.


C. Kata Baik

Selepas aku berpisah dengan Rizal, baik aku atau Rizal jarang bertukar kabar dan bertegur sapa.


D. Kata atau

Selepas pemecatan kemarin aku jarang mencari informasi mengenai kantor atau hal-hal yang berkaitan dengan dunia kerja.

3. Konjungsi Jenis Pertentangan

Konjungsi penerang selanjutnya berkaitan dengan jenis kalimat pertentangan. Terkadang penggunaan kalimat yang bertentangan banyak ditemui di dalam bacaan. Ada baiknya penggunaan kalimat pertentangan memperhatikan jenis konjungsi yang digunakan. 

Pengguna konjungsi yang tepat akan mempermudah pembaca mengetahui maksud dari bacaan yang ditulis. Sebagai contoh dari konjungsi jenis ini adalah kata sementara, sebaliknya, sedangkan, Dan kata tetapi. 

Contoh kata-kata tadi bisa dimanfaatkan dalam berbagai situasi tanpa terkecuali. Lebih mudahnya untuk melihat contoh di bawa ini;

A. Kata Sementara

Aku bekerja keras pagi, siang, dan malam hanya untuk anak-anak sementara bapaknya hanya terbaring lemah di ranjang.


B. Kata Sebaliknya

Setiap hari anak-anak di pulau ini harus bertaruh nyawa berangkat sekolah sebaiknya para pejabat belum mengusahakan bantuan apa-apa untuk pendidikan.


C. Kata Sedangkan

Bulan tampak lebih indah di malam hari sedangkan matahari tampak lebih cantik di pagi hari.


D. Kata Tetapi

Monas lebih indah dari kota Jakarta tetapi Gunung Rinjani lebih indah dilihat mata.

4. Konjungsi Jenis Perbandingan

Bukan hanya majas saja yang memiliki jenis perbandingan, konjungsi juga memiliki jenis perbandingan. Konjungsi perbandingan ditandai dengan ciri-ciri keberadaan kalimat yang menunjukan perbedaan pada kedua kalimat. Penggunaanya lebih banyak diaplikasikan dalam bahasa baku atau formal, selain itu juga bisa ditemukan pada bahasa non formal. Contoh katanya terdiri dari bagaikan, seumpama, ibarat dan kata seperti.

Guna membantu pemahaman pembaca, berikut ini beberapa contoh kalimat menggunakan konjungsi jenis perbandingan;

A. Kata Bagaikan

Api yang menyala lagi ini bagaikan semangat para pemuda yang terus menggelora.


B. Kata Seumpama

Ada kala ketika kita jauh, seumpama kamu malam aku matahari.


C. Kata Ibarat

Menantikan masa depan saat ini, ibarat bergantung pada dahan rapuh.


D. Kata Seperti

Membangun mimpi kata orang seperti merajut menggunakan benang basah.

5. Konjungsi Jenis Sebab Akibat

Tidak akan lengkap tanpa keberadaan konjungsi sebab akibat. Penggunaan kata sebab dan akibat, memberikan penjelasan mengenai hubungan dua peristiwa penting. Sebab akibat letaknya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, akan lebih baik disusun secara rapi menggunakan kalimat yang baik dan benar. 

Contoh :
Perusahaan yang didirikan tahun lalu meraih penghargaan spesial, sehingga saham tahun ini lebih tinggi dibandingkan dua tahun lalu.

Setelah mengetahui bagaimana penggunaan konjungsi yang tepat, utamanya berdasarkan beberapa contoh diatas. Semoga kamu bisa memahami bagaimana penggunaan konjungsi penerang yang tepat. Sebenarnya, beberapa konjungsi di atas merupakan sebagian kecil dari berbagai konjungsi yang bisa dipakai. Namun, semoga informasi ini bisa bermanfaat. 

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi