Senin

SeninT13.04

6 Langkah Untuk Memulai Budidaya Ayam Petelur Khusus Pemula

Cara Budidaya Ayam Petelur Khusus Pemula
Bisnis peternakan memang mulai banyak dipilih oleh para calon pengusaha sebab keuntungan yang ditawarkan dan kebutuhan yang selalu ada setiap harinya. Salah satunya adalah usaha budidaya ayam petelur yang menjanjikan keuntungan besar. Akan tetapi, budidaya satu ini memerlukan teknik khusus sebab harus menjaga pengusaha dari kemungkinan resiko gagal yang menyebabkan rugi.

Tips Budidaya Ayam Petelur

Bagi para pemula jangan takut untuk memulai budidaya ayam petelur karena memang harga telur di Indonesia lebih stabil dan jarang merosot tajam. Oleh karena itu, pendapatan serta keuntungan yang mungkin didapat akan lebih stabil dan diprediksi. Langsung simak saja untuk mengetahui langkah awal yang perlu dilakukan ketika melakukan budidaya jenis ayam petelur sebagai berikut:

1. Merencanakan Budget

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan budidaya ayam petelur adalah melakukan perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut mencakup biaya mendirikan kandang, kebutuhan ayam, hingga cara pengolahan kotoran ayam. Beberapa orang mungkin akan menganggap hal ini sepele, namun perencanaan memang harus dilakukan setiap kali mendirikan usaha agar mengetahui perkembangannya.

2. Pikirkan Lokasi dan Kondisi Lingkungan Sekitar

Calon pengusaha mungkin akan sedikit sulit untuk mempersiapkan bagian ini. Hal ini sebab memang memerlukan banyak perhatian dan pertimbangan yang matang. Syarat utama untuk mendirikan peternakan ayam petelur adalah mengusahakan jauh dari pemukiman.

Hal ini harus dilakukan karena biasanya kandang ayam mengeluarkan bau yang cukup mengganggu ketika hadir di tengah masyarakat. Selain itu, calon pengusaha harus memperhatikan kondisi lingkungan sekitar agar tidak mengganggu atau membuat ayam menjadi stress. Misalnya jauh dari jalan raya, bengkel, tempat wisata, pasar, atau tempat ramai lainnya yang akan mengurangi produksi.

3. Bibit Ayam Harus Unggul

Kemudian terdapat bibit ayam yang harus dipilih dengan baik dan seksama sebab bibit akan mempengaruhi peternakan secara luas. Akan lebih baik, apabila calon pengusaha memilih bibit ayam petelur yang sudah terjamin kualitasnya meskipun memerlukan tambahan budget. Hal ini karena, lebih baik untuk mengeluarkan budget lebih di awal memulai dibanding kesulitan menarik konsumen.

4. Kesehatan dan Daya Tahan Ayam Harus Diperhatikan

Ketika sudah memiliki ayam, pengusaha wajib mengetahui keadaan ayam serta tanda-tanda yang mungkin dimiliki ketika kondisi ayam kurang baik. Berikan vitamin untuk ayam secara rutin agar ayam selalu dalam kondisi prima dan tidak mengurangi jumlah produksi. Kesehatan ayam sangat perlu diperhatikan untuk memastikan peternakan tetap berjalan dan mencegah kematian ayam.

5. Kebersihan Kandang Ayam yang Utama

Selain kesehatan ayam yang perlu diperhatikan, hal satu ini mungkin juga berpengaruh terhadap kesehatan dan performa ayam. Kebersihan kandang akan menjadi salah satu tugas yang perlu diperiksa dan dipastikan setiap hari. Pasalnya semakin banyak ayam yang dimiliki, maka semakin cepat juga kandang akan kotor dan lebih rentan menyebabkan penyakit pada ayam.

6. Tidak Lupa Pakan dan Sanitasi

Persiapan terakhir adalah memilih makanan dan minuman yang akan diberikan ke ayam, termasuk kandungan dan waktu pemberiannya. Bahan pakan yang biasanya digunakan untuk ayam terdiri dari dedak, jagung, dan tambahan vitamin yang digiling halus. Rutin mengisi dan mengganti ulang air minum untuk ayam sangat diperlukan sebab air minum rawan jentik nyamuk.

Langkah-langkah tersebut sebenarnya hanya sebagian kecil perjalanan awal dari kebutuhan budidaya ayam petelur yang harus dilakukan oleh calon pengusaha. Sisanya dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan serta penyesuaian teknologi yang tersedia. Akan tetapi, hal utama yang mendasari seluruh langkah tersebut bagi pemula adalah keberanian untuk mencoba dan pantang menyerah.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi