Selasa

SelasaT17.30

Cara Ternak Semut Rangrang Peternak Pemula Wajib Tau!

Cara ternak semut Rangrang
Semut Rangrang merupakan spesies semut yang biasa ditemukan di pohon. Biasanya jenis semut ini banyak dicari orang karena mampu menghasilkan ‘kroto’ atau telur semut. Kroto merupakan gabungan telur, larva, dan pupa semut. Kroto banyak diburu oleh para pemilik burung untuk dijadikan sebagai pakan. Oleh karena itu, tidak sedikit warga yang gencar melakukan ternak semut Rangrang untuk dijual krotonya.

Kegiatan ternak semut ini berbeda dengan ternak hewan pada umumnya. Teknik yang digunakan hampir mirip dengan budidaya tanaman. Mulai dari persiapan lokasi, pemilihan bibit, pemeliharaan hingga masa panennya. Media yang dimanfaatkannya pun juga cukup beragam, seperti bambu, toples, dan paralon. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan lengkap teknik budidayanya berikut ini:

1. Memilih Lokasi Peternakan

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum memulai ternak semut Rangrang adalah memilih jenis lokasi peternakan. Hal ini dilakukan agar semut Rangrang dapat tumbuh secara optimal. Pemilihan lokasi ternak meliputi jenis medianya, keadaan suhu, dan kelembaban-nya. Suhu yang disarankan untuk beternak semut ini adalah 26-34° Celsius. Sementara kelembabannya bekisar 62-92%.

2. Menyiapkan Bibit Semutnya

Selanjutnya, peternak bisa menyiapkan bibit semut Rangrang yang akan diternakkan. Bibit yang berkualitas adalah bibit yang asalnya dari alam. Nantinya bibit tersebut akan menghasilkan kroto dengan bernilai jual tinggi. Biasanya, bibit semut Rangrang tersebut dapat ditemukan di pohon mahoni ataupun mangga.

Karakteristik bibit semut yang berkualitas, diantaranya adalah bibit yang termasuk turunan keempat dan memiliki warna cerah pucat. Semut tersebut bukanlah tipe yang agresif, badan semutnya ramping, dan bagian belakang kecil. Semut ini tidak akan menyakitkan jika sedang menggigit orang dan tidak ada cairan feromon untuk alat mempertahankan diri.

Pengambilan bibit ini harus dilakukan dengan kehati-hatian agar tidak terjadi kerusakan. Tempat sarang dapat dibuat terbuka untuk mengantisipasi terjadinya stress pada semut karena kekurangan oksigen. Jika tidak mau ribet, penternak bisa membelinya di peternak kroto lainnya, tetapi tentu harganya lebih mahal.

3. Membuat Kandang

Setelah mendapatkan bibit semut Rangrang, berikutnya adalah membuat kandang. Biasanya, kandang yang digunakan bentuknya seperti rak. Hal ini untuk memudahkan perawatan dan pemantauan. Gunakan rak dengan dua tingkat yang terbuat dari kayu atau besi. Ukurannya sekitar 50-60 cm. Letakkan wadah kaleng atau mangkuk di setiap kaki rak kandang, jangan lupa untuk menambahkan air.

4. Memelihara Semut

Pemeliharaan semut ini dapat dilakukan salah satunya dengan memberikan makanan. Makanan bisa berasal dari alam, seperti serangga, atau bisa juga dengan tulang-tulang hewan. Pemberian makanan idealnya sebanyak dua kali dalam satu hari. Untuk mendukung pertumbuhannya, peternak dapat menambahkan suplemen, seperti madu atau gula yang dilarutkan.

Tidak hanya pemberian pangan, peternak juga dapat menjaga keamanan dan kenyamanan tempat hidup semut. Hindarkan kandang dari berbagai macam pemangsa, salah satunya dengan menggunakan kapur semut. Selanjutnya, bagi yang menggunakan toples sebagai medianya, pastikan bahwa semut memperoleh sirkulasi udara baik dan juga tempat tertutup.

5. Memanen

Menurut ilmuwan, siklus hidup semut Rangrang sekitar 15-20 hari. Pemanenan dilakukan jika sarang semut sudah penuh dengan kroto putih. Biasanya, selama enam bulan pertama, kroto sebaiknya jangan dipanen dulu. Setelahnya baru bisa dipanen setiap bulan atau sesuai siklus panennya. Gunakan wadah plastik, saringan kawat, dan sarung tangan untuk menjaga diri agar terhindar dari gigitannya.

Itulah 5 cara ternak semut Rangrang yang dapat dilakukan jika ingin mulai beternak. Cara tersebut sangat mudah dilakukan, khususnya bagi peternak amatir. Ketekunan dan kesabaran dalam membudidayakannya akan memberikan peluang bisnis yang sangat menguntungkan. Pasalnya, harga kroto yang dihasilkan oleh semut Rangrang ini cukup mahal dan pemburunya sangat banyak.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi