Rabu

RabuT11.03

Inilah 5 Cara Ternak Kutu Air di Ember dengan Modal Kecil dan Omzet Menggiurkan

Cara ternak kutu air di ember

Sejak pandemi merebak, banyak orang yang memelihara ikan hias sebagai hiburan. Fenomena tersebut juga membuat permintaan pakan ikan hias meningkat. Jenis pakan yang banyak dicari diantaranya yakni kutu air. Meskipun terkesan menjijikkan, namun kutu air mampu menjadi ladang bisnis beromzet menggiurkan. Banyak orang yang melakukan cara ternak kutu air di ember.

Hal ini karena budidaya kutu air mudah dijalankan serta modalnya kecil, serta tidak memerlukan lahan yang luas. Bagi pemula yang berminat merintis bisnis ini dapat mempelajari cara ternak kutu airnya. Meskipun cara budidayanya gampang, namun dibutuhkan ketelatenan saat membudidayakannya. Inilah cara budidaya kutu air di ember yang dapat dipraktikkan:

1. Menyiapkan Bibit Kutu Air

Langkah awal yang perlu dipersiapkan saat merintis usaha ini yakni dengan menyediakan bibit kutu air. Bibit tersebut dapat dicari sendiri di sekitar  selokan atau di tempat yang tergenang air. Cara tersebut termasuk gampang-gampang susah serta minim biaya.

Langkah lain yang dapat dilakukan adalah bibit mampu dibikin sendiri dengan cara menyiapkan sayur busuk, ampas kedelai, air susu atau teh, kotoran ayam, serta air got. Semua bahan yang disiapkan dimasukkan ke dalam wadah dan disimpan selama sekitar satu mingguan. Jika ingin cara praktis bibit mampu dibeli di toko penjual pakan ikan atau di e-commerce.

2. Siapkan Ember untuk Tumbuh Kembang Kutu Air

Langkah kedua yakni menyiapkan  wadah untuk proses tumbuh kembang kutu air. Untuk pemula disarankan memakai ember. Setelah itu, mengisi ember tersebut dengan sedikit air sekitar 30 cm tingginya. Berikutnya, kapur ditebar agar PH tanah dinetralkan. Ember yang berisi air pastikan tidak terkena sinar matahari langsung karena kutu air berpotensi mengalami kerusakan.

3. Memperhatikan Kondisi Air

Air yang dipakai  sebaiknya adalah air tua atau air yang mampu dibuat sendiri caranya dengan menuangkan kotoran ke dalam wadah terisi air. Nantinya, air tersebut akan mengendap. Jika telah berubah coklat kehijauan, maka dipastikan plankton telah tumbuh di wadah. Selanjutnya, air diganti ke wadah dengan air bersih sampai tingginya mencapai 50 cm.

4. Pemberian Pupuk Kandang

Cara ternak kutu air di ember selanjutnya yakni pemberian  pupuk kandang yang menjadi makanan terbaik bagi kutu air. Pertama, pupuk kendang sekitar 2 kg dimasukkan ke ember. Makanan tersebut akan dihabiskan sekitar 3- 5 hari. Selain banyak asupan, makanan yang mampu menjadi alternatif pakan kutu air diantaranya dedak, limbah air tahu, ragi, dan lain-lain.

5. Cara Panen Kutu Air

Cara panen kutu air sangat gampang. Pertama, siapkan jaring dengan lubang halus, serta wadah yang digunakan untuk meletakkan kutu air. Arahkan jaringan atau saring ke dalam air, kutu air diambil sebanyak mungkin sampai jaringnya penuh. Kutu air yang dipanen umumnya warnanya coklat muda. Kemudian, jaring diangkat dengan pelan, lalu dikocok sebentar agar sisa air hilang.

Proses panen ini harus dilakukan dengan sabar karena jika gerakannya kasar, maka kotoran di dasar ember bisa terangkat dan membuat pengambilan kutu air menjadi terhambat. Hanya dalam sekali jaring saja, kutu air yang diperoleh bisa berjumlah banyak. Membutuhkan waktu 8 hari agar kutu air dapat bereproduksi. Satu kutu air dapat beranak pinak hingga 10 anak.

Itulah 5 cara ternak kutu air di ember yang dapat dipraktekkan dengan gampang. Supaya pembudidayaan kutu air berhasil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Harus mengatur suhu tidak kurang dari 20 derajat celcius, air rutin diganti sebulan sekali, meletakkan ember di luar ruangan, hingga mengontrol pemberian pakan kutu air secara rutin.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi