Rabu

RabuT11.10

Tips Sukses Ternak Jalak Suren yang Langka dan Banyak Dicari

Cara ternak Jalak SurenBurung Jalak Suren adalah burung indah yang sekarang cukup sulit ditemukan yang didominasi dengan warna hitam putih ini banyak digemari dan diincar untuk dipelihara di rumah.

Populasinya yang semakin sedikit, sehingga banyak orang yang yang memilih ternak Jalak Suren untuk dibudidayakan. Selain itu, burung ini juga dapat dijadikan sebagai ladang bisnis dengan omzet menggiurkan.

Apalagi harga burung ini makin melonjak tinggi karena langka. Untuk membudidayakannya  dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan agar usaha ini dapat berhasil. Warnanya yang eksotis disertai dengan kicauannya yang nyaring membuat banyak orang memeliharanya. Berikut tips lengkap agar sukses beternak burung Jalak Suren:

1. Menyiapkan Sangkar Burung

Langkah pertama yakni menyediakan sangkar burung. Kandang yang dibutuhkan tidak terlalu luas. Pemilik dapat menyesuaikan ruangan panjangnya sekitar 100 cm, lebar 90 cm, dan tingginya sekitar 180 cm. Kandang yang dibuat saling terpisah dengan kawat ram. Selain itu, usahakan kandang yang dibuat juga terkena sinar matahari yang didapat dari atap. Bukan hanya kandang, namun kolam untuk mandi Jalak Suren juga harus disiapkan.

2. Memperhatikan Asupan Makanan Induk Burung Jalak Suren

Memperhatikan asupan pakan bagi Induk burung Jalak Suren merupakan hal yang sangat penting. Asupan nutrisi yang didapat dari makanan tersebut dapat menjadi salah satu faktor keberhasilan beternak burung ini. Makanan yang disajikan untuk burung ini bermacam-macam diantaranya voer, jangkrik, hingga pisang kepok.

3. Memahami Burung Jantan dan Betina

Tips ternak Jalak Suren selanjutnya adalah mengetahui burung jantan dan betina berdasarkan cirinya. Umumnya, indukan burung yang dipilih berumur 1-2 tahun yang sehat, jinak, tidak terserang penyakit. Indukan yang dipilih juga harus dipastikan siap kawin.

Hal yang tidak kalah penting adalah mengetahui perbedaan Jalak Suren jantan dan betina. Ciri khas Jalak Suren jantan diantaranya bentuk paruhnya panjang, jambul di kepalanya juga memanjang. Sementara, Jalak Suren Betina mempunyai ciri khas ukuran tubuhnya pendek, paruhnya kecil, jambul di kepalanya pendek, dan warnanya tidak terang.

4. Mengawinkan Jalak Suren

Sebelum dikawinkan Jalak Suren jantan dan betina harus dikenalkan terlebih dahulu. Caranya meletakkan kedua burung bersandingan dan menyediakan makanan dan minuman di tengah-tengah. Hal ini dilakukan agar burung jantan dan betina berdekatan.

Tanda bahwa burung siap kawin adalah burung saling berkicau dan menyahut satu sama lain. Kalau hal tersebut terjadi, maka sekatnya di singkirkan. Pastikan bahwa burung tidak agresif satu sama lain. Jika sepasang burung sudah jodoh, maka langkah berikutnya yakni memindahkannya ke kandang untuk dikawinkan.

5. Proses Pengeraman

Burung yang dikawinkan sukses, apabila burung menetas dan mengerami telurnya di kandang tersebut. Sepasang Jalak Suren dapat berproduksi atau bertelur hingga 3 butir. Untuk mengerami induknya, dibutuhkan waktu sekitar 14 hari. Proses tersebut mirip dengan Jalak Bali.

6. Telur Menetas dan Perawatan Anakan

Usai menetas, semua telur dapat diambil dan ditaruh di tempat penghangat. Lalu, melakukan pemberian pakan 3-4 jam usai menetas. Proses penetasan telur juga dapat memakai bantuan alat penetas. Jika tidak memiliki alat tersebut, pemilik harus rutin mengawasi gerak gerik indukan. Indukan yang sudah menetaskan telurnya, maka untuk merawat anakannya cukup dengan mencukupi pakannya dengan kroto.

Itulah 6 tips ternak Jalak Suren yang mampu dipraktikkan dengan gampang dan menjadi sumber penghasilan dengan keuntungan menjanjikan. Dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran untuk membudidayakan burung ini agar dapat berkembangbiak dengan baik. Beternak burung Jalak Suren termasuk bagian dari melestarikan burung langka ini, karena jumlahnya semakin sedikit.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi