Minggu

MingguT16.25

Ketahui 5 Fakta Saham Sentul City Sebelum Membelinya

Saham Sentul City

Saham Sentul City mulai dilirik banyak investor karena dianggap cukup potensial untuk investasi jangka panjang. Meskipun demikian, tidak semua orang mengetahui tentang saham ini.

Padahal, sebelum membeli saham wajib mencari informasi terkait profil, omzet, hingga prospek dari perusahaan pemilik saham. Berikut 5 fakta mengenai saham Sentul City yang wajib diketahui sebelum membelinya:

1. Profil

Sentul City merupakan sebuah perusahaan yang berfokus pada produk properti yang mencangkup perencanaan dan pembangunan bangunan mulai dari indoor hingga outdoor. Beberapa contoh produk properti yang dihasilkan dari perusahaan ini antara lain yaitu bangunan gedung untuk perkantoran, rumah sakit, sekolah, hingga bangunan untuk kepentingan komersial.

Tak hanya itu, perusahaan ini juga sedang berfokus mendirikan sebuah kota mandiri yang terletak di Sentul City. Kawasan perumahan ini ditargetkan untuk masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke atas. Lokasinya berdekatan dengan sirkuit sentul dan sangat cocok dijadikan sebagai rumah singgah sementara daripada rumah tinggal. Hal ini dikarenakan lokasinya yang cukup jauh dari pusat perkotaan.

Mengenai asal usul dari perusahaan ini, PT. Sentul City sudah berdiri sejak tahun 1993. Sebelum berganti nama menjadi Sentul City, perusahaan sempat diberi nama PT. Sentragriya Kharisma.

2. Kode Saham

Saham Sentul City dapat ditemukan dengan kode BKSL. Saham Ini pertama kali IPO pada tahun 1997. Samapai sekarang, ada sekitar 70 triliun lembar saham yang beredar di masyarakat dengan harga Rp50 untuk satu lembar saham.

Pemegang saham terbesar dari BKSL yaitu PT Sakti Generasi Perdana yang memegang sebanyak 52,68% dari jumlah saham yang beredar untuk publik. Pemegang saham terbesar kedua yaitu Stella Isabella Djohan dengan total kepemilikan sekitar 17%.

3. Aset Perusahaan

Perusahaan Sentul City yang berfokus di sektor properti ini memiliki cukup banyak aset. Adapun, aset terbesar dari kepemilikan perusahaan yaitu tanah dengan luas lebih dari 14 ribu hektar atau seharga Rp9 ribu triliun. Tanah ini merupakan landmark yang masih dikembangkan dengan perencanaan yang berkelanjutan.

Sementara itu, ada juga tanah matang yang merupakan aset perusahaan dengan nilai lebih dari Rp3 ribu triliun. Dengan aset yang sudah matang serta aset tanah untuk dikembangkan sebanyak itu itu maka perusahaan memiliki amunisi yang sangat cukup kuat untuk bisa berkembang pesat seperti kawasan Serpong.

4. Omzet Perusahaan

Untuk memprediksi bagaimana prospek saham sangat penting mengetahui berapa besar omzet yang mampu dihasilkan perusahaan. Adapun, pendapatan atau omzet berulang yang mampu dicapai PT. Sentul City yaitu mencapai Rp70 miliar setiap tahunnya. Nilai ini sudah stabil.

Jadi, setiap tahun perusahaan dipastikan akan mendapatkan omzet dengan nilai tersebut bahkan lebih. Tak jarang perusahaan menerima omzet hingga Rp120 miliar dalam satu tahun.

5. Prospek dan Tantangan

Melihat banyaknya aset yang dimiliki oleh perusahaan serta omset yang sudah stabil, maka prospek dari saham BKSL sangat bagus untuk jangka panjang. Meskipun demikian urusan ini juga masih memiliki tantangan sehingga saham BKSL perlu diwaspadai investor. Perusahaan masih cukup sering terkendala dalam masalah pembukuan, mulai dari membukukan penghasilan hingga pengeluaran.

Selain itu, perusahaan juga sempat beberapa kali tersandung masalah hukum sehingga mempengaruhi nilai saham yang beredar di Bursa Efek. Misalnya di tahun 2005, Sentul City pernah digugat atas kasus tanah pailit dan tahun 2014 dengan kasus suap yang turut menyeret nama Bupati Bogor Rachmat Yasin.

Itulah 5 fakta mengenai saham Sentul City yang wajib diketahui investor. Sebelum memutuskan untuk membelinya, pertimbangkan lagi kelima hal tersebut agar tak menyesal.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harap berkomentar dengan baik ya, jangan lupa berkunjung lagi