Jangan Terlalu Berharap, Sisain Ruang Kecewa! -->

Kategori Berita

.

Jangan Terlalu Berharap, Sisain Ruang Kecewa!

Faisol abrori
Senin, 20 Desember 2021

 

Ah, bahas hati lagi, bahas hati lagi.. Sepertinya pembahasan tentang hati sangat luas ya, selalu aja ada hal baru yang menarik untuk dibahas. Sebenarnya, kali ini aku lagi Ujian Akhir Semester 5, cuman aku moodnya pengen nulis tentang konsep kecewa, jadi aku nulis ini aja dulu. Hehe

Kecewa bagiku merupakan sebuah rasa tidak sesuai dengan harapan yang kita inginkan. Misal kita ingin hasil lukisan kita bagus, namun ternyata hasilnya tidak maksimal. Nah, saat itulah terkadang kita merasa kecewa. Setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya "kecewa". Sebenernya kecewa ini normal ga sih?

It's absolutely normal. Sebagai manusia, kita diberi spektrum perasaan, ada sedih, marah, emosi, bahagia, semua spektrum tersebut adalah anugerah bahwa kita adalah makhluk yang berperasaan. Termasuk salah satunya perasaan kecewa. Namun, meski perasaan kecewa itu adalah perasaan yang "lumrah" dimiliki oleh manusia, akan tetapi perasaan kecewa itu sakit loh, jujur.

Salah Satu Syarat Menjadi Manusia Bahagia : Expectless!

Aku pernah menghadiri kelas kuliah hukum perwakafan, dosen pengajarnya kami panggil "Abah Misbah". (Abah means father). Beliau mengajarkan bahwa salah satu syarat menjadi manusia adalah kita harus mengurangi berekspektasi kepada manusia. It sounds easy, tapi ketika dilakukan, susahnya minta ampun.

Hingga tulisan ini ditulis, tidak berekspektasi sama manusia masih menjadi PR aku kedepannya. Ya, beberapa kali aku berharap A, B, C, dan aku rasa harapanku kepada manusia terlampau sangat tinggi, jadi pas tidak sesuai, auto lemes dah...

Jadi, mulai sekarang aku harus banget untuk ga berharap terlalu tinggi kepada manusia, karena manusia memang sifatnya gampang berubah. Untuk apa berharap begitu tinggi kepada sesuatu yang tidak pasti? Jadi sewajarnya saja sih, menurutku.

Berharap Sewajarnya Saja

Bukannya berharap itu tidak boleh, boleh-boleh saja, asalkan masih dalam batas wajar. Misal "Saya berharap kita bisa menjadi best friend". "Saya berharap kamu bisa menerima saya apa adanya". It's okay, nggak terlalu berharap kan, kesannya. Tetap berikan ruang kecewa untuk segala kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi. Sehingga, jika itu benar-benar terjadi, hati kita sudah siap dengan segala konsekuensi yang ada. :)

Tulisan ini murni untuk menampar diriku sendiri, bukan untuk menyindir siapapun, aku cuman ingin agar aku nggak mudah kehilangan semangat hanya karena hidup tidak berjalan sesuai ekspektasiku. That's life, isol... 

Inget, jangan terlalu berharap, sisain ruang kecewa