T09.59

Mengenal Early Adopters dan Pentingnya Bagi Sebuah Startup

 Halo teman-teman? Bagi perintis startup, tentu akan mengupayakan berbagai macam cara agar bisnis yang dijalankan dapat diterima pasar. Oleh karena itu, sebuah startup memerlukan yang namanya "Early Adopters". Sebenarnya, apa itu Early Adopters, dan apa pentingnya bagi startup?

Definisi Early Adopters

source : ignilife

Early Adopter merupakan individu atau sekelompok orang yang menggunakan produk, inovasi, maupun teknologi terbaru sebelum orang lain dalam populasi yang luas. Kehadiran early adopters sangat penting. Tanpa early adopters, perusahaan akan sulit menjangkau populasi yang lebih luas.

Siapa Yang Bisa Disebut Early Adopter?

Orang yang disebut early adopter memiliki ciri-ciri sebagai berikut: biasanya berasal dari kaum muda, memiliki sifat progresif, keuangan stabil di atas rata-rata, biasanya berasal dari kelompok terpelajar, aktif dalam suatu komunitas, dan pada umumnya merupakan Key Opinion Leader (KOL) dalam komunitasnya tersebut.

Seberapa Pentingnya Early Adopters Bagi Startup

Bisa dikatakan, early adopter merupakan salah satu kunci diterima atau tidaknya suatu inovasi bagi masyarakat atau suatu lingkungan. Startup akan mengetahui bagaimana pandangan publik menggunakan sample early adopter tersebut. Selain itu, menggaet early adopter ternyata ada keuntungan dan resikonya tersendiri, lho. Apa saja?

Keuntungan dan Resiko Menggandeng Early Adopter

Bisnis startup harus mengetahui ini, yakni pembahasan mengenai apa saja keuntungan dan resiko menggandeng early adopter bagi startup kalian:

Keuntungan :

1. Early adopter dapat menjadi beta tester inovasi kalian, baik mencoba produk, teknologi, aplikasi, dan lain sebagainya. Sehingga dapat memberikan first impression sebagai evaluasi bagi perusahaan.

2. Dapat memberikan saran atau gagasan baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Karena basic-nya early adopter ini orang yang memiliki ilmu atau paling tidak merupakan orang dengan pengalaman yang banyak, sehingga bisa memberikan saran ataupun kritikan yang membangun bagi bisnis startup.

3. Dapat mempromosikan produk dengan jangkauan yang lebih luas. Tentu, jika kalian menggaet early adopter, ia akan mempromosikan baik ke media sosial, maupun platform-platform seperti blog, hingga media-media ternama.

4. Bisa sekaligus digaet menjadi brand ambassador. Bisa juga, seorang atau sekelompok orang yang menjadi early adaptor dapat diangkat menjadi brand ambassador, karena ia akan memberikan insight yang cukup tinggi terhadap eksistensi produk yang hendak diluncurkan.

Selain keuntungan di atas, ada juga resiko yang harus diketahui, meskipun saya rasa resiko ini tidak terlalu signifikan, namun cukup untuk menjadi wawasan saja bagi perintis startup.

Resiko :

Meskipun early adopter merupakan orang pertama yang mendapatkan keistimewaan dengan mencoba suatu produk pertama kali sebelum launch ke publik, tidak dapat dipungkiri, bahwa akan ada inovasi baru yang lebih mutakhir kedepannya, sehingga early adopter belum tentu menjadi pengguna tetap dari produk startup tersebut. Ia akan berpindah-pindah untuk memilih produk yang paling menunjang kinerjanya.

Bagaimana Cara Menemukan Early Adopter?

Kalian bisa lakukan beberapa langkah yang saya rekomendasikan berikut:

1. Tentukan segmen pasar. Ini sangat penting. Sebagai perintis startup, harus mengetahui target demografi calon pengguna atau konsumen. Apakah menyasar segmen young, mature, atau dengan angka usia, secara geolokasi, dan lain sebagainya. Hal ini akan sangat membantu menemukan early adopter yang tepat.

2. Posisikan sebagai konsumen. Kalian harus "blusukan" ke komunitas-komunitas yang sesuai dengan segmen pasar tadi. Dengan begitu, akan ditemukan siapa saja yang berpengaruh, atau paling tidak terlihat potensial bagi perkembangan inovasi tersebut.

3. Atur Strategi Khusus. Nah ini yang terakhir. Buat sebuah kesepakatan bersama early adopter dan lakukan pendekatan-pendekatan dengan kerja sama, maupun dengan berbagai offers yang menarik. Namun tetap, biarkan early adopter untuk memberikan kritikan, masukan, atau saran yang riil. Dengan begitu, early adopter akan mendapatkan ruang yang cukup untuk berbagai dengan sebenar-benarnya.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan mengenai pentingnya early adopter. Salam.

Related Posts