Cara Menghitung Deposito Bank dengan Mudah -->

Kategori Berita

.

Cara Menghitung Deposito Bank dengan Mudah

Faisol abrori
Jumat, 08 April 2022

 


Pada dasarnya melakukan pengelolaan terhadap keuangan yang dimiliki memang penting dilakukan. Pasalnya kegiatan tersebut di samping dapat dipakai untuk perencanaan dana di masa mendatang. Juga dapat dipakai untuk memberikan keuntungan tambahan bagi pelakunya. Dengan begitu cara menghitung deposito bank juga tidak boleh dilewatkan untuk dilakukan.

Mengingat deposito dapat menjadi satu dari beberapa pilihan investasi yang dapat menghasilkan profit di kemudian hari. Jenis investasi ini pun banyak dipilih lantaran menawarkan beberapa keuntungan bagi investornya. Dimana satu diantara keuntungan tersebut adalah suku bunga yang tergolong tinggi. Berikut ulasan selebihnya terkait tata cara melakukan penghitungan deposito:

Sekilas Tentang Bunga Deposito

Sebelum memutuskan untuk melakukan investasi dengan jenis deposito. Maka investor perlu mengetahui tentang bunga deposito tersebut dahulu. Dimana istilah yang dinamakan dengan bunga deposito itu sendiri yaitu sebuah keuntungan dana yang didapatkan oleh nasabah. Yang berasal dari pihak bank sebagai hasil dari investasi berjenis deposito yang dijalankan.

Sistem pemberian bunga dari deposito ini pun cukup berbeda dari sistem pemberian bunga di tabungan. Jika di tabungan bunga bisa didapatkan dalam kurun waktu per bulan. Sedangkan untuk jenis deposito bunga hanya bisa didapatkan saat di akhir periode kegiatan investasi. Jumlah bunga deposito umumnya akan didasarkan dari jumlah investasi berjenis deposito yang dimiliki.

Tata Cara Menghitung Deposito Bank

Jika nasabah telah mengenal sekilas mengenai bunga deposito yang ditawarkan. Maka selanjutnya nasabah juga perlu mengetahui sejumlah cara menghitung deposito bank dengan memakai beberapa rumus. Sebagaimana yang banyak diketahui bahwa perhitungan deposito ini dapat memakai hitungan per jatuh tempo maupun hitungan per bulan. Untuk ulasan selebihnya adalah seperti berikut:

1. Rumus Atas Dasar Jumlah Pendapatan Per Waktu Jatuh Tempo

Rumus pertama yang dapat dipakai untuk menghitung deposito yaitu dengan melakukan rumus per waktu jatuh tempo. Ketika menggunakan rumus satu ini nantinya nasabah bisa tahu perkiraan profit yang bakal didapatkan dengan cara keseluruhan. Untuk rumusnya adalah Setoran Pokok (keuntungan bunga deposito - total pajak deposito).

Untuk hal ini nasabah perlu melakukan perhitungan terkait keuntungan bunga deposito beserta total pajak deposito yang dimiliki. Adapun rumus Keuntungan Bunga Deposito yakni: (Setoran Pokok x Suku Bunga Deposito x Tenor Per Hari)/ 365(hari). Sedangkan untuk menghitung Total Pajak Deposito yakni memakai rumus: Tarif Pajak x Keuntungan Bunga Deposito.

Misalnya cara menghitungnya yaitu ketika melakukan deposito sebesar 10 juta yang memiliki masa selama 6 bulan. Adapun besaran bunga yang dipakai adalah 6 persen, sedangkan sebanyak 20 persen untuk kebutuhan pajak. Untuk itu profit dari bunga deposito yang diperoleh adalah Rp 295.890. Sedangkan total pajak deposito yaitu sebesar Rp 59.178. Hingga total pendapatan yang berhasil nasabah miliki di waktu 6 bulan tersebut mencapai Rp 10.236.712.

2. Rumus Atas Dasar Profit Bunga Bulanan

Saat memakai rumus satu ini nasabah bisa mengetahui keuntungan dengan lebih rinci di setiap bulannya. Adapun rumus yang dipakai adalah (Suku Bunga Deposito x Setoran Pokok Deposito x 30 Hari x 80 persen) /365 (hari). Dengan kasus yang sama dengan contoh sebelumnya. Maka hasil yang didapatkan dengan cara ini yaitu sebesar Rp 39.452 untuk satu bulannya.

Demikian ulasan terkait tata cara menghitung deposito bank dengan rumus per periode dan per bulan. Dengan rumus tersebut nasabah dapat mengetahui perkiraan atau kisaran keuntungan yang bisa didapatkan saat melakukan investasi berbentuk deposito. Nasabah pun dapat melakukan perhitungan dengan cara per bulan maupun perbuatan periode seperti di atas. Perlu diketahui bahwa setiap jenis Bank mempunyai ketentuan masing-masing.