5 Tips Pakai Pinjaman Paylater, Begini Cara Mengaturnya! -->

Kategori Berita

.

5 Tips Pakai Pinjaman Paylater, Begini Cara Mengaturnya!

Faisol abrori
Rabu, 27 April 2022


Berbagai aplikasi kini menawarkan pembayaran online melalui berbagai sistem seperti paylater. Melalui paylater seseorang dapat melakukan pembayaran di kemudian hari dengan sistem cicilan. Bagi orang yang lalai akan hal ini biasanya akan menimbulkan tagihan yang menumpuk. Lantas bagaimana cara mengatasinya? Tak perlu khawatir, kini terdapat 5 tips pakai pinjaman Paylater.

Bagi konsumen yang cerdas dan bijak, memakai pinjaman paylater hanya dilakukan ketika memang sangat diperlukan dan sangat mendesak. Ketika jatuh tempo pun pembayaran harus dilakukan dengan tepat waktu. Sebelum menggunakan paylater lebih lanjut, sudah tahukah apa itu paylater? Apa saja aplikasi yang mendukung sistem pembayaran paylater? Lalu apa saja 5 tips pakai pinjaman paylater? Simak semua ulasannya dibawah ini.

Sudah Tahu Apa Itu Paylater?

Meskipun paylater sudah eksis keberadaannya di tengah masyarakat, banyak orang yang belum tahu apa itu paylater sebenarnya. Padahal hal ini menjadi dasar yang harus diketahui sebelum menggunakannya agar lebih bijak kedepannya nanti. Dari segi bahasanya paylater memiliki makna bayar nanti. Artinya seseorang dapat membayar produk atau kepentingan lainnya melalui metode cicilan layaknya kartu kredit.

Meskipun sistemnya sama dengan kartu kredit, pembayaran dengan sistem paylater tidak memerlukan sebuah kartu kredit. Seseorang hanya perlu memiliki aplikasi yang mendukung paylater dan buat akun disana sehingga pembayaran akan jauh lebih praktis dibandingkan kartu kredit. Lantas apa saja aplikasinya? Dibawah ini terdapat ulasan mengenai 5 tips pakai aplikasi pinjaman paylater.

Ini 5 Tips Pakai Pinjaman Paylater Agar Bijak Mengatur Keuangan

Setelah mengetahui berbagai aplikasi yang menyediakan sistem paylater, pengguna perlu juga untuk mengetahui apa saja 5 tips pakai pinjaman paylater agar keuangan yang dimiliki tetap aman dan sehat.

Karena layanan paylater menyerupai dengan sistem hutang yang harus dicicil, pengguna perlu melihat kemampuan membayar atau melunasinya. Jumlah pinjaman yang digunakan pada paylater harus sesuai dengan kemampuan untuk membayar tagihan agar saat jatuh tempo tidak semakin sulit dan bengkak nominalnya. Berikut adalah ulasan mengenai 5 tips pakai pinjaman paylater yang perlu diketahui agar isi dompet aman dan tidak terkuras.

1. Pilih Aplikasi Yang Resmi

 Tips pertama agar lebih bijak menggunakan paylater adalah dengan menggunakan aplikasi yang resmi dan sudah terdaftar di OJK. Hal ini penting untuk dilakukan karena aplikasi yang ilegal dan terdaftar di badan OJK dikhawatirkan akan membuat pengguna kesulitan.

Aplikasi yang legal biasanya mematok bunga yang jumlahnya cukup besar dan meningkat setiap harinya. Oleh karena itu, pastikan keamanan aplikasi yang akan digunakan sudah terdaftar dan legal peredarannya.

2. Sadari Bahwa Paylater Merupakan Produk Pinjaman

Salah satu dari 5 tips pakai pinjaman paylater berikutnya adalah dengan menyadari bahwa paylater merupakan pinjaman yang harus dibayarkan tepat waktu. Walaupun digunakan untuk pembayaran di awal, bukan berarti paylater tidak akan menagih pinjaman yang telah digunakan.

Jangan sampai terlena karena pada dasarnya pengguna sudah menyetujui semua persyaratan sebelum menggunakan pinjaman paylater. Karena berbasis pinjaman, pengguna harus sadar bahwa transaksi yang digunakan adalah pinjaman yang harus dilunasi.

3. Perhatikan Jumlah Bunga dan Jatuh Tempo

Pastikan selalu memperhatikan bunga dan jatuh tempo yang dikenakan agar bijak dalam mengatur keuangan. Sebelum menyetujui transaksi pembayaran lewat paylater, pengguna dapat mengetahui besar bunga dan jatuh tempo saat melakukan checkout pada e-commerce.

Semakin besar jumlah transaksi yang dilakukan maka semakin panjang pula jatuh temponya. Disamping itu, pengguna juga harus memperhatikan bahwa bunga yang dikenakan akan semakin besar pula seiring jumlah transaksi yang banyak.

4. Jangan Terlena Akan Promo

Menggunakan promo dan harga yang lebih murah pada aplikasi penyedia layanan paylater memang menjadi hal yang menguntungkan. Namun apabila pengguna kurang bijak, hal ini justru dapat menjadi bencana.

Sebelum membeli produk promo melalui paylater, pastikan produk tersebut memang sedang dibutuhkan. Jangan sampai membeli produk hanya karena harganya lebih murah tetapi tidak terlalu dibutuhkan. Jika terdapat promo pada produk yang tidak dibutuhkan cobalah untuk menghindarinya.

5. Ketahui Resiko Keterlambatan

Urutan terakhir dari 5 tips pakai pinjaman paylater adalah dengan mengetahui resiko apabila terlambat untuk membayar tagihan. Pengguna perlu mengetahui besarnya denda yang akan ditanggung apabila terlambat untuk mengembalikan dana pinjaman.

Biasanya denda yang dikenakan berupa bunga yang akan naik per hari apabila terlambat saat jatuh tempo. Seseorang yang terlambat melakukan pembayaran tagihan disebabkan oleh banyak faktor seperti tidak melihat kondisi keuangan sebelum melakukan transaksi. Oleh sebab itu, jangan sampai terlambat membayar dari tenor yang telah disetujui agar tidak merugikan diri sendiri.

Mudah Transaksi Apa Saja dengan Paylater JULO



Nah, untuk kemudahan transaksi Paylater, di JULO kini tersedia banyak fitur untuk mempermudah pengguna. Melalui JULO, kita bisa membayar berbagai tagihan dengan mudah di berbagai platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Blibli, Lazada, serta Bukalapak. Selain itu, melalui JULO kita bisa melakukan pinjaman Paylater untuk keperluan pembayaran tagihan yang mendesak seperti bayar tagihan listrik, BPJS, hingga pulsa dan paket data. Semua dapat digunakan secara praktis dengan JULO.

Demikian ulasan mengenai apa itu paylater, berbagai aplikasi yang menyediakan paylater, dan 5 tips pakai pinjaman paylater agar keuangan yang dimiliki tetap aman dan sehat. Pinjaman paylater sebenarnya memudahkan seseorang yang sedang terdesak kebutuhannya dengan melakukan pembayaran di awal. Layanan paylater dapat digunakan dengan baik apabila seseorang bijak menggunakannya dan tidak dijadikan sebagai perilaku konsumtif.