D’Topeng Museum Angkut Melestarikan Benda Bersejarah -->

Kategori Berita

.

D’Topeng Museum Angkut Melestarikan Benda Bersejarah

Faisol abrori
Jumat, 10 Juni 2022


Tempat wisata D’Topeng Museum Angkut di Kota Batu dibuka bagi masyarakat luas  pada  Mei 2014 yang lalu. Kolektor dari Surabaya Reno Halsamer menggagas museum ini setelah membuka D’Topeng Kingdom Bali. Ada dua ribu topeng khas Nusantara serta ratusan barang antik asli Indonesia zaman prasejarah sampai kerajaan Majapahit disajikan.

Sekilas Tentang D'topeng

Pengelola D’Topeng Museum Angkut sudah mengumpulkan koleksi topeng dan barang lainnya sejak lama. Topeng kuno dari sekitar Borobudur Jawa Tengah menggambarkan figur Budha serta pendeta Tionghoa termasuk yang mengesankan. Belum diketahui pembuat topeng kuno yang punya lima lapisan cat ini. Saat lima lapis cat dibersihkan ternyata bahannya dari perada.

Kebudayaan Nusantara dapat dipelajari dari berbagai topeng ini. Kebanyakan topeng menceritakan cerita Ramayana. Ada topeng yang dipakai jadi alat perjuangan. Topeng ini motifnya tentara Belanda. Topeng juga punya kekuatan bercerita pada dunia internasional. Bercerita lewat topeng ternyata lebih mudah dibanding pakai  wayang .

Lokasi dan Harga Tiket Masuk

Museum Topeng berada di daerah Museum Angkut, Jln. Terusan Sultan Agung nomor 2, tepatnya di area Pasar Apung. Jam buka museum dimulai jam dua belas siang dan tutup pada jam delapan malam. Harga tiket dibedakan jadi dua macam yaitu harga tiket pada hari kerja Senin sampai Kamis dimana pengunjung mesti membayar Rp 25.000,-

Di tanggal merah, juga pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu, pengunjung harus membayar tiga puluh ribu rupiah. Harga ini juga berlaku untuk peak season walaupun hari berkunjung ialah hari kerja.

Isi Museum

Pengunjung  D’Topeng Museum Angkut bisa melihat benda-benda kuno, ada yang bersifat mistis termasuk ribuan topeng, patung wayang, keris berjumlah ratusan, patung Tao-tao dari Toraja,  Al-Quran berusia 400 tahun sampai patung kematian. Selain topeng, museum juga berisi barang tradisional dan antik.

1. Topeng Koleksi D'topeng

Sebagian besar Topeng di museum bahan dasarnya kayu serta batu. Topeng kayu banyak berasal dari Jawa Timur, Bali, Yogyakarta, Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Topeng batu banyak berasal dari Sulawesi serta Maluku.

Selain itu topeng kematian dari Sulawesi ialah koleksi paling tua. Juga patung Tao­-tao yang menurut masyarakat Toraja adalah patung penjaga makam. Pada zaman dulu, wajah raja yang meninggal ditutupi Topeng Kematian.

Patung Tao-Tao yang sulit didapat layak dimuseumkan sebab sangat sempurna bentuknya dan berusia sangat tua. Topeng dari Jawa dan Bali lebih bervariasi warnanya dan halus ukirannya dibanding topeng dari luar Jawa. Topeng dari luar Jawa bercorak primitif.

2. Barang Kuno Museum

Benda zaman kuno yang dipertunjukkan D'Topeng nilai seninya tinggi sehingga bisa dianggap barang antik. Bahannya dari keramik dan logam. Ada pula kitab suci Al-Quran yang berusia ratusan tahun. Macam-macam wayang dipajang rapi di lemari kaca yang dipercaya merupakan peninggalan Sunan Kalijaga. Kitab dari kulit hewan mengandung ­gambar wayang.

Ada piring keramik dengan tulisan Arab surat Yasin, juga beberapa jenis kaligrafi. Keramik itu diproduksi  abad ke-13 sampai 19, termasuk peninggalan Dinasti Ming. Selain itu ada koleksi perhiasan kuno, dibuat dari emas zaman Majapahit berupa cincin, giwang, dan gelang.

3. Barang Tradisional

Untuk barang tradisional D’Topeng Museum Angkut mempunyai koleksi yang langka dan terkenal yaitu kursi kerajaan Singaraja Bali. Terdapat juga patung kesuburan penduduk Pulau Lombok serta patung Yeni dari batu dengan tinggi setengah meter yang asalnya Pulau Leti di NTT. Patung ini biasa ditaruh di bawah air terjun dan pohon rindang.

Itu tadi ulasan tentang D’Topeng Museum Angkut dengan barang langka dari kayu, kain, batu dan logam. Benda langka ini harus dirawat dan dijaga agar tidak diperdagangkan secara ilegal.

Generasi muda layak belajar tentang budaya Indonesia zaman dahulu. Kerajaan D’Topeng akan mengenalkan kebhinekaan suku, budaya serta kesenian tiap daerah di Indonesia. Juga rekam jejak agama Hindu lalu Budha dan Islam.