Setelah Dua Tahun Pandemi, JNE Kembali Berangkatkan 140 Karyawan ke Tanah Suci -->

Kategori Berita

.

Setelah Dua Tahun Pandemi, JNE Kembali Berangkatkan 140 Karyawan ke Tanah Suci

Faisol abrori
Senin, 13 Juni 2022


 

Menjalankan ibadah ke Tanah Suci Mekah, baik umrah maupun haji menjadi impian setiap muslim di penjuru dunia. Dalam menjalankannya dibutuhkan persiapan yang matang. Bukan hanya kekuatan fisik serta mental saja, melainkan juga dana yang memadai.

Namun, hal tersebut tampaknya tidak berarti apa-apa. Sebab begitu menginjakkan kaki di Tanah Suci tepatnya di depan Ka’bah, akan ada pemandangan haru dari para jamaah. Begitulah yang terjadi pada 140 karyawan JNE yang diberangkatkan umroh pada 16-24 Mei 2022 lalu.

Seluruh karyawan JNE kloter pertama ini mengaku bangga dan terharu sebab bisa menjalankan ibadah umroh untuk pertama kalinya di Masjidil Haram. Tidak terkecuali M. Feriadi Soeprapto selaku Presiden Direktur JNE, juga turut bahagia melihat Ksatria dan Srikandi JNE tersebut, sebutan karyawan JNE yang melaksanakan umrah.

“Setelah dua tahun sempat tertunda akhirnya para karyawan ini dapat diberangkatkan kembali ke tanah suci,” ungkap Feri.

Adapun kegiatan umroh gratis ini dijelaskan merupakan amanah sang Ayah yang merupakan founder JNE, yaitu H. Soeprapto Soeparno (Alm). Yang menggagas untuk memberikan umroh gratis bagi karyawan JNE yang sudah mengabdi lebih dari 12 tahun.

Jamaah umrah gratis ini diikuti oleh karyawan dari berbagai kantor cabang JNE. Seperti Tangerang, Jakarta, Bandung, Cilegon, Semarang, Yogyakarta, Purwakarta, Pontianak, Medan, Sidoarjo dan lainnya. Sementara itu, seluruh rangkaian ibadah umroh yang dijalankan dipandu oleh Ustadz Akhyar Mahpudin.

Semua jamaah mengungkapkan rasa syukurnya sebab akhirnya mimpi untuk menginjakkan kaki di Mekah menjadi kenyataan. Hal ini diungkapkan oleh Dara, jamaah umrah dari JNE Medan. Hal serupa juga disampaikan oleh Edi yang merupakan rombongan dari Departemen EGD JNE pusat Jakarta.



Dikatakan bahwa jamaah tersebut spontan menangis begitu melihat Ka’bah, sebab teringat dengan dosa serta kesalahan di masa lalu. Sementara saat itu, Allah justru memberikan keajaibans erta kenikmatan, dimana apapun yang diterimanya selalu terjadi di awal. Mulai dari pembagian kunci kamar, sarapan dan lainnya.

Ternyata momen yang berkesan ini tidak hanya dirasakan oleh Dara maupun Edi saja, melainkan juga jamaah dari karyawan JNE lainnya. Bahkan ada salah satu karyawan, yaitu Yunus dari JNE Pusat menyebutkan bahwa tanggal keberangkatan tersebut tepat di hari ulang tahunnya.

Sementara Bubun Bunyamin yang berasal dari JNE Cilegon, mengaku sangat bersyukur serta berterimakasih kepada pihak JNE. Sebab sudah memberangkatkan umrah para karyawannya. Meskipun begitu, tentunya hal ini tidak terlepas dari rezeki yang diberikan oleh Allah.

Momen berkesan tampaknya juga dirasakan oleh Srikandi asal JNE Sidoarjo yaitu Devinta. Baginya, manasik umrah adalah bekal ilmu yang harus dimiliki. Dengan begitu, ketika sudah berada di Tanah Suci maka tidak ada keraguan lagi untuk menjalankan ibadah umroh.

Momen berkesan juga dirasakan ketika masuk ke Masjid Nabawi. Sebab antusias  jamaah sangat luar biasa. “Dibutuhkan kesabaran agar bisa memasuki area tersebut,” jelas Yeni yang merupakan sekretariat JNE Semarang.

Yuda Hendrawan, jamaah dari JNE Solo juga mengaku sangat bangga dan terharu sebab bisa menjadi tamu Allah. Terlebih ketika dalam perjalanan menuju Ka’bah bertemu dengan seorang kakek yang terlepas dari rombongannya.

Hingga akhirnya, kakek tersebut digandeng terus selama tawaf agar tidak terlepas dari rombongan. Sampai tiba di bukit Safa, kakek bertemu kembali dengan keluarga serta rombongan jamaahnya.

Tampaknya seluruh jamaah umrah tersebut merasa bangga menjadi bagian dari JNE. Hal ini menjadi bentuk reward terbaik yang pernah didapatkan selama bergabung di JNE, seperti yang diterangkan oleh Ari Bowo, JNE Yogyakarta.