Kategori Berita

Blogger JatengInovasi VIO Optical Clinic Untuk Penglihatan Yang Lebih Baik

Cerdas Atur Keuangan Bareng Nanovest Sejak Muda, Demi Bebas Finansial di Hari Tua

Faisol abrori
Berita ambon Berita maluku
Rabu, 31 Mei 2023


Tentang Aku dan Uang yang Sulit Diatur


Di umurku yang menginjak seperempat abad ini, rasanya sudah bukan saatnya main-main lagi terkait perencanaan hidup, salah satunya terkait keuangan. Bagaimana tidak, rasanya makin kesini keuanganku seringkali raib tiba-tiba, entah sudah habis untuk belanja apa saja, yang jelas aku yakin ini semua terjadi karena pengelolaan keuanganku yang ''tidak beres''.


Aku memang bukanlah anak yang ''manja'' ke orang tua, dalam artian untuk belanja keperluan apapun, aku selalu berusaha untuk menggunakan uang pribadi yang didapat dari kegiatan ''freelance''ku selama ini. Bahkan, uang UKT kuliah per semester aku sendiri yang bayar. Bisa dikatakan aku tengah merasakan bagaimana jerih payahnya mencari uang sejak dini. Rasanya, masih belum rela jika uang tersebut malah habis untuk hal-hal yang tidak perlu. Jadi, aku bertekad untuk memperbaiki sistem pengelolaan keuanganku agar lebih baik lagi.



Ngomongin pengelolaan keuangan, ternyata teman-teman satu generasi denganku juga mengalami kesulitan yang sama. Berdasarkan data satu persen, generasi Z atau akrab disebut Gen Z masih minim terkait literasi keuangan. Meski terlahir sebagai generasi yang besar di era digital, disebut sebanyak 4 dari 5 Gen Z masih belum tau cara mengatur keuangan pribadi. Artinya, pengelolaan keuangan adalah PR bagi kita semua, agar uang yang kita miliki awet dan dibelanjakan secara proporsional. 


Menerapkan 4 Konsep Keuangan keuangan Sejak Dini


Bagi aku pribadi nih, aku belajar mengelola keuangan dengan 4 konsep, pertama yakni earning (menghasilkan), spending (belanja), saving (menyimpan), dan investing (berinvestasi). Aku menggunakan konsep ini agar suatu saat nanti berhasil mewujudkan mimpi untuk bisa mencapai financial freedom. Dan kalian juga bisa lho, menggunakan konsep ini untuk membantu dalam mengatur keuangan.


Pertama, earning. Di dunia online seperti sekarang ini, mendapatkan uang bisa dikatakan cukup mudah dan dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun asal memiliki skill di bidang-bidang tertentu seperti desain grafis, kepenulisan, videografi, dan lain sebagainya.



Nah, selama ini, aku menghasilkan uang secara freelance di berbagai platform yang sesuai dengan keahlianku. Kebetulan aku sangat passionate di bidang penulisan dan blogging, jadi aku mendaftar di berbagai marketplace dan beberapa kali mendapatkan klien, baik dari dalam maupun luar negeri, lumayan kan..


Menghasilkan uang dengan cara ini cukup mudah, dan yang terpenting tidak mengganggu studiku. Aku hanya perlu membagi waktu beberapa jam untuk belajar, mengerjakan job, hingga bermain. Semua aku alokasikan sesuai dengan kebutuhan setiap harinya.


Kedua, spending. Ketika sudah berhasil menemukan ''jalan'' untuk menghasilkan uang, langkah selanjutnya yakni kita akan dihadapkan dengan cobaan berupa spending money. Yup, ujian ini cukup berat mengingat seringkali remaja-remaja masa kini gelap mata dan begitu bernafsu untuk membelanjakan uangnya secara besar-besaran untuk berbagai hal yang sepertinya kurang perlu.


Kalau aku pribadi, karena berkaca dari pengalaman sebelumnya, kini aku menerapkan batas maksimal untuk membeli kebutuhan yakni sebesar 40% dari total pendapatan dalam satu bulan. Artinya, untuk membeli berbagai keperluan seperti perabotan rumah, buku bacaan, hingga self-rewards, aku ambil dari bagian ini.


Bagian ketiga, saving. Menyimpan uang sangat dibutuhkan loh, jika kita menginginkan sehat secara finansial. Namun, ternyata banyak remaja seusiaku yang masih stuck dalam pola pikir bahwa pendapatan harus sepenuhnya dinikmati. ''Untuk apa bekerja kalau uangnya tidak bisa dinikmati?" kira-kira begitu kata salah satu temanku. Padahal, jika berpikir lebih jauh, kita harus menyisihkan sebagian uang sebagai langkah mitigasi jika sewaktu-waktu membutuhkan dana secara mendadak.


Seperti kisahku, 3 hari yang lalu laptopku tiba-tiba rusak begitu saja, sensor kursornya tidak bergerak, dan ketika dicek ternyata touchpad-nya bermasalah. Beruntung, karena aku memiliki uang simpanan, aku bisa menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan perbaikan laptop. Bisa dibayangkan jika aku berpikir seperti teman-teman yang menghabiskan uangnya hanya untuk bersenang-senang, alamak.. cuma bisa gigit jari melihat laptop rusak.


Untuk idealnya, aku mematok sebesar 30% dari penghasilan, karena kebutuhan mendadak itu bermacam-macam, kadang membutuhkan dana sedikit, tak jarang pula membutuhkan dana yang lumayan besar. Sehingga, 30% adalah angka rata-rata yang sesuai untuk mitigasi dengan proporsional.


Keempat, invest. Karena goals-ku adalah meraih financial freedom, maka investasi menjadi pilihan terbaik untuk meraihnya. Bukan tanpa alasan, dengan menginvestasikan sejumlah uang sejak dini, itu artinya kita sudah menerapkan literasi finansial yang baik agar tenang di masa tua nanti.


Bisa kita ambil contoh, seorang Warren Buffet, sang konglomerat dunia pendiri Berkshire Hathway. Namanya masyhur di kalangan investor kelas dunia. Kekayaan yang dimilikinya tidak semata-mata karena ia hebat dalam berinvestasi, melainkan ia konsisten melakukan investasi sejak dini. Artinya, ketika kita berhasil menyadarkan diri akan pentingnya investasi sejak dini, kita bisa menjadi lebih siap dan matang secara finansial untuk mempersiapkan masa yang akan datang.


Bagi aku pribadi nih, di usia 20-an ini, aku memiliki plan untuk mengalokasikan dana 30% dari total pendapatan bulanan untuk kegiatan investasi ini. Perlu digarisbawahi ya teman-teman, uang yang akan digunakan untuk investasi harus berupa uang dingin, artinya tidak dibutuhkan dalam waktu dekat, karena investasi sangat rentan dengan nilai fluktuatif, jadi wajib ada bagian khusus seperti aku misalnya, yang menyisakan 30% untuk berinvestasi.


Dalam berinvestasi, aku sangat berhati-hati untuk memilih platform yang digunakan. Aku hanya menggunakan aplikasi yang legal, aman, dan terpercaya. Beruntung, aku bertemu dengan aplikasi Nanovest, aplikasi investasi yang cocok untuk anak muda sepertiku.


Gimana nggak cocok coba, kita bisa berinvestasi mulai dari Rp5.000, di berbagai emiten saham dan kripto. Tentunya dengan nominal yang terjangkau ini, anak muda tidak lagi kesulitan dalam proses investasi di berbagai aset digital pilihan, sehingga kita bisa mewujudkan hari tua aman bareng Nanovest.


3 Saham Incaranku di Aplikasi Nanovest



Berbicara aset digital pilihanku, ada 3 emiten saham yang kuincar di Nanovest, yakni saham Google, Apple, dan Amazon. Ketiga saham tersebut menurutku sangat kuat secara fundamental, jadi cocok untuk dibeli sebagai investasi jangka panjang.


Saham Google (GOOGL) misalnya. Siapa yang tak kenal dengan mesin pencari yang satu ini? Berbagai produknya terus mengalami inovasi dan terus menerus mengalami perkembangan seiring dengan kebutuhan zaman. Ekosistemnya sendiri sangat kuat, sehingga aku yakin proyeksinya masih bagus dan bisa bertahan dalam jangka waktu yang panjang.


Kemudian saham Apple (AAPL) pun sama. Alasanku memilih saham ini, karena Apple merupakan perusahaan dengan reputasi dan branding yang bagus secara keseluruhan. Hal ini semakin diperkuat dengan loyalitas konsumen yang begitu massive, bikin aku yakin nggak akan boncos jika memilih saham ini.


Yang ketiga, aku juga pilih saham yang kuat secara fundamental, yakni saham Amazon (AMZN). Perusahaan yang didirikan pada 1994 ini cukup kuat di bidang penjualan produk eceran di Amerika Serikat dan Internasional. Alasanku memilih saham ini, mengingat dominasinya dalam pasar e-commerce sangat baik, dan pertumbuhan yang positif dalam bisnis cloud-nya.


Nah, kerennya di aplikasi Nanovest, kita bisa mengetahui bagaimana penilaian analisis terhadap suatu saham, yang bisa membantu kalian untuk memutuskan pembelian atau penjulan emiten saham.


Bagiku, berinvestasi di aplikasi Nanovest adalah langkah yang tepat untuk memulai investasi di masa muda. Di sini, kita tidak hanya melakukan investasi saja, ada juga lho aktivitas menarik berupa berbagai missions dan rewards yang bisa didapatkan.


Nah.. Itulah ceritaku tentang proses panjang menuju financial freedom di hari tua. Kini, aku nggak punya alasan untuk susah mengatur keuangan. Uang mudah diatur kok, asalkan kita bener-bener komitmen mengalokasikannya sesuai porsi yang ditetapkan. Bagiku, ini adalah langkah yang paling ideal untuk mengelola keuangan dengan baik. 


Ayo mulai sekarang, kita atur keuangan lebih bijak lagi, #SetupYourLife to the next level dengan berinvestasi di Nanovest. #AmanBarengNano


Source:


https://satupersen.net/blog/4-dari-5-gen-z-gak-tau-cara-mengatur-keuangan

>