Apakah Memakan Kacang Dapat Menimbulkan Jerawat? Ini Dia Faktanya

Kategori Berita

Blogger JatengInovasi VIO Optical Clinic Untuk Penglihatan Yang Lebih Baik

Apakah Memakan Kacang Dapat Menimbulkan Jerawat? Ini Dia Faktanya

Faisol abrori
Selasa, 25 Juli 2023

 


Jerawat adalah masalah kulit yang sering dialami oleh banyak orang, terutama remaja. Banyak mitos yang beredar mengenai penyebab jerawat, salah satunya adalah bahwa memakan kacang dapat menyebabkan jerawat. Dalam artikel ini, kita akan mengkaji mitos dan fakta terkait hubungan antara konsumsi kacang dan timbulnya jerawat.


Mitos: Memakan Kacang Menyebabkan Jerawat


Beberapa orang percaya bahwa konsumsi kacang, terutama kacang tanah atau kacang kedelai, dapat menyebabkan jerawat. Mitos ini muncul karena kacang mengandung lemak dan minyak, yang diyakini dapat menyumbat pori-pori kulit dan menyebabkan jerawat. Selain itu, kacang juga mengandung senyawa tertentu yang dikaitkan dengan peradangan, yang dapat mempengaruhi kesehatan kulit.


Namun, perlu dicatat bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang kuat yang menghubungkan konsumsi kacang dengan timbulnya jerawat secara langsung. Jerawat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk hormon, peradangan, produksi minyak berlebih di kulit, dan penumpukan sel kulit mati. Selain itu, setiap individu memiliki sensitivitas kulit yang berbeda-beda, sehingga reaksi terhadap makanan tertentu juga bisa berbeda.


Fakta: Faktor Lain yang Mempengaruhi Timbulnya Jerawat


Penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor berikut lebih berperan dalam timbulnya jerawat:


Produksi Minyak Berlebih di Kulit: Jerawat sering terjadi ketika kelenjar minyak (sebaceous gland) di kulit menghasilkan terlalu banyak minyak. Minyak berlebih ini dapat menyumbat pori-pori kulit dan menyebabkan terbentuknya komedo (whiteheads dan blackheads) yang kemudian dapat berkembang menjadi jerawat.


Peradangan: Peradangan merupakan respons tubuh terhadap infeksi atau iritasi. Jerawat terbentuk ketika bakteri yang biasanya hidup di kulit, seperti Propionibacterium acnes, menginfeksi komedo dan menyebabkan peradangan.


Hormon: Hormon, terutama hormon androgen, berperan dalam pengaturan produksi minyak di kulit. Selama masa remaja atau periode tertentu dalam siklus menstruasi wanita, produksi hormon androgen meningkat, yang bisa menyebabkan produksi minyak berlebih dan kemunculan jerawat.


Faktor Genetik: Faktor genetik juga dapat mempengaruhi kecenderungan seseorang untuk mengalami jerawat. Jika salah satu atau kedua orangtua Anda memiliki masalah jerawat, Anda mungkin juga lebih rentan mengalaminya.


Tips Mengatasi Jerawat


Meskipun konsumsi kacang tidak secara langsung menyebabkan jerawat, tetapi beberapa tips berikut dapat membantu mengatasi jerawat:


  • Membersihkan Wajah dengan Lembut: Cuci wajah dua kali sehari dengan pembersih wajah yang lembut, hindari menggosok wajah terlalu keras karena dapat menyebabkan iritasi.


  • Gunakan Produk Non-Komedogenik: Pilih produk perawatan kulit yang bersifat non-komedogenik, artinya tidak menyumbat pori-pori kulit.


  • Hindari Memencet Jerawat: Hindari memencet jerawat karena dapat menyebabkan peradangan dan bahkan menyebabkan infeksi.


  • Hindari Produk Perawatan Kulit yang Mengandung Minyak: Gunakan produk perawatan kulit yang bebas minyak (oil-free) untuk mengurangi risiko penyumbatan pori-pori.


  • Perhatikan Pola Makan: Meskipun kacang tidak secara langsung menyebabkan jerawat, pola makan sehat dengan mengonsumsi banyak buah dan sayuran serta menghindari makanan tinggi gula dan lemak berlebih dapat membantu menjaga kesehatan kulit.


  • Konsultasi dengan Dokter Kulit: Jika jerawat Anda cukup parah atau tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan perawatan yang sesuai.


Referensi:


Caperton, C., Block, S., & Viera, M. (2014). Double-blind, Placebo-controlled Study Assessing the Effect of Chocolate Consumption in Subjects with a History of Acne Vulgaris. The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, 7(5), 19-23.


Danby, F. W. (2010). Nutrition and acne. Clinics in dermatology, 28(6), 598-604.


Zaenglein, A. L., Pathy, A. L., Schlosser, B. J., Alikhan, A., Baldwin, H. E., Berson, D. S., ... & Bhushan, R. (2016). Guidelines of care for the management of acne vulgaris. Journal of the American Academy of Dermatology, 74(5), 945-973.

>