QRIS Cross-Border: Menebar Kemudahan Pembayaran Digital di Kawasan ASEAN

Kategori Berita

Blogger JatengInovasi VIO Optical Clinic Untuk Penglihatan Yang Lebih Baik

QRIS Cross-Border: Menebar Kemudahan Pembayaran Digital di Kawasan ASEAN

Faisol abrori
Minggu, 29 Oktober 2023


Tak pernah dibayangkan sebelumnya, perjalanan lintas negara di kawasan ASEAN menjadi semudah ini. Batas-batas yang dulunya dianggap sebagai "momok" wisatawan, perlahan mulai berubah seiring kemajuan zaman. Berbagai transaksi yang harus dilakukan selama berada di negara tetangga pun, kini bisa dibayar dengan mudah, melalui pembayaran digital QRIS Cross-Border.


Fikri, seorang turis asal Indonesia yang tengah berlibur di Bangkok, Thailand merasa terbantu dengan kecanggihan pembayaran digital yang dimiliki Indonesia, QRIS Cross-Border. Tangannya terlihat sibuk mengarahkan kamera smartphone ke arah kode QR yang ditampilkan di layar, seketika satu lembar tiket mencuat dari dalam mesin. Betapa bahagianya.


Bagaimana tidak, Fikri tak mengira dapat melakukan perjalanan menuju jembatan Taksin menggunakan moda transportasi BTS Thailand yang dibayar melalui QRIS BCA mobile miliknya, karena selama ini ia hanya menggunakan kartu khusus untuk menaiki BTS. Fikri menambahkan, QRIS Cross-Border ini bisa ia gunakan untuk membeli apa pun dengan mudah selama di Bangkok. "Simpel, tinggal scan aja langsung muncul notifnya," jelasnya singkat.


Bergeser ke sektor jual beli, kemudahan pembayaran menggunakan QRIS Cross-Border semakin jelas terlihat, ketika menyusuri sudut-sudut Lee Garden Night Market, Thailand. Di tengah gemerlapnya Hat Yai kala itu, banyak masyarakat lokal maupun turis mancanegara yang berlalu-lalang mencicipi hidangan khas Thailand yang unik nan nyentrik di sini. 


Di balik kerumunan, tampak seorang wisatawan asal Indonesia, Indra Bayu namanya. Ia berdiri di depan stan Orange Juice sembari menggendong anaknya yang terkantuk-kantuk. Segera ia arahkan kamera smartphonenya untuk memindai kode QR yang ditempel di tiang depan stan. Berkat QRIS Cross-Border, tak butuh waktu lama baginya untuk mengkonversi saldo bank menjadi mata uang Baht guna membayar segelas es jeruk yang telah dipesan sejak tadi. Ini adalah solusi pembayaran nirtunai yang sangat memudahkan baginya.


"QRnya bisa, harganya (segelas es jeruk) 20 Baht, nanti kursnya otomatis muncul, tinggal OK, masukkan pin, dan langsung terpotong (saldonya)," ucapnya, sambil diikuti dengan menunjukkan bukti pembayaran kepada penjual. 


Tak bisa dipungkiri, kehadiran QRIS Cross-Border menjadi terobosan baru yang dinanti-nanti oleh masyarakat di ASEAN saat ini, guna mempermudah kegiatan transaksi antar-negara di wilayah Asia Tenggara. Sejak pertama kali diterapkan Bank Indonesia pada 2022 silam, transaksi QRIS Cross-Border kini mengalami perkembangan yang begitu pesat. 


Tercatat pada Juni 2023, penggunaan QRIS Cross-Border Indonesia-Thailand mencapai 825 transaksi dengan total Rp272 juta, sedangkan Indonesia-Malaysia dengan 8.533 transaksi dan total Rp.1.952.000.000. Hal ini menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia menuju arah yang lebih baik.


Bisnis Berbuah Manis, Berkat QRIS Cross-Border


Siapa yang menyangka ada sosok seperti Andri. Seorang pedagang kaki lima penjual lumpia basah yang ikut "menceburkan diri" ke dalam digitalisasi pasar yang jadi tren saat ini. Gerobaknya didominasi warna merah, berisi tulisan menu makanan lengkap dengan harganya. Menariknya, terdapat kode QR yang terpampang di balik kaca gerobak untuk memudahkan pembeli menggunakan sistem pembayaran digital, QRIS.


Tak seperti penjual kaki lima kebanyakan yang memilih menggunakan sistem pembayaran tunai, ia lebih memilih untuk memberikan opsi yang memudahkan bagi masyarakat melalui pembayaran digital QRIS. Tercatat, sudah dua tahun ia menggunakan sistem pembayaran digital ini dan merasa cukup terbantu dengan kemudahannya.


"QRIS memudahkan pembeli yang tidak membawa uang tunai, jadi bisa membayar secara digital," pungkasnya.


Hal senada juga disampaikan Jano, pengusaha muda asal Lumajang yang turut mengiyakan kemudahan QRIS Cross-Border. Menurutnya, sistem ini sangat bermanfaat untuk pengguna yang mendambakan sistem pembayaran mudah dan praktis.


"Serba mudah jika menggunakan QRIS Cross-Border. Cuma bermodal smartphone, kita bisa beli apa saja, tinggal scan, jadi tidak perlu repot untuk membayar kapan pun dan dimana pun," jelasnya.


Pebisnis ketan premium ini juga tak menampik jika bisnisnya ikut terbantu dengan adanya sistem pembayaran QRIS. Demografi masyarakat di era 4.0 yang dekat dengan teknologi menjadi nilai tambah tersendiri dalam mendongkrak bisnis ketannya tersebut. Ia beranggapan, dalam dunia industri, pebisnis perlu menyesuaikan dengan kemajuan zaman yang kini serba digital.


"Masuk di era 4.0 di mana semua hal serba canggih, kita harus berupaya untuk terus update dengan perkembangan teknologi yang ada, termasuk dengan digitalisasi pembayaran, itu sangat membantu," tambahnya.


Digitalisasi sepertinya berhasil membawa angin segar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sektor UMKM dan Pariwisata terlihat mulai sumringah tatkala mendapati tren pasar yang kian positif. Di Bali misalnya, transaksi digital makin menggeliat di tanah surgawi ini. 


Menurut catatan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, transaksi QRIS di Pulau Dewata menembus angka 3,5 juta setiap bulan dengan total Rp425 miliar per bulannya. Hal ini tentu tak luput dari harmonisasi berbagai pihak, seperti merchant dan pembeli, baik wisatawan lokal maupun luar negeri yang memanfaatkan kemudahan QRIS Cross-Border


Provinsi Jawa Tengah juga tak mau kalah, sektor pariwisata terus digenjot di tengah maraknya kunjungan ke situs bersejarah, Borobudur. Banyaknya turis asing dari negara-negara di ASEAN, juga menjadi alasan menjamurnya transaksi digital QRIS Cross-Border yang terjadi. 


Doni P Joewono, Deputi Gubernur Bank Indonesia mengatakan adanya peningkatan transaksi digital oleh wisatawan Thailand, baik di kawasan Borobudur, maupun Bali melalui sistem pembayaran QRIS Cross-Border. Menurutnya, dengan menggunakan sistem pembayaran ini, dapat menghadirkan transaksi yang lebih mudah dan cepat, hanya dengan sekali pindai. 


BI Jateng terus berkomitmen untuk mendorong destinasi wisata lain dalam hal digitalisasi. Hal ini juga selaras dengan target yang hendak dicapai pada Tahun 2023 ini, yakni mendapatkan 2,3 juta pengguna secara regional. ”Kami berupaya agar jumlah pengguna QRIS di desa-desa wisata bisa terus meningkat,” terang Doni.


Hal serupa juga disampaikan Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif. Neil menyampaikan, dengan terjalinnya kerja sama antar-negara dalam menerapkan QRIS Cross-Border untuk pembayaran, dapat mendukung berbagai sektor ekonomi di Indonesia. 


"Melalui pemanfaatan oleh berbagai negara, terutama dengan Thailand dan Malaysia, tentunya dapat mendukung pengembangan di sektor UMKM dan Pariwisata," jelasnya.


Konektivitas Tanpa Batas


Bukan hanya angan belaka. Konektivitas tanpa batas telah menjadi bukti konkret dalam memperkuat hubungan negara-negara di kawasan ASEAN. Kehadiran QRIS Cross-Border menginisiasi terwujudnya sistem keuangan baru, yang mempermudah pembayaran lintas negara (cross border).


Masyarakat tidak lagi harus menukarkan mata uang untuk menerima maupun melakukan pembayaran di luar negeri seperti Thailand dan Malaysia, atau sebaliknya. Sebab, adanya interkoneksi dari berbagai pihak dalam lingkup ASEAN memungkinkan bertransaksi hanya dengan mengandalkan QRIS Cross-Border.


Kini, kondisi perekonomian digital Indonesia semakin menguat di kancah Internasional. Harapan demi harapan terus dilangitkan guna mewujudkan masa depan sistem pembayaran yang inklusif, cepat, dan aman. 


Kisah Fikri dengan perjalanannya yang berkesan, atau pun Andri yang menggantung harapannya di balik gerobak lumpia basah, hingga Jano dengan optimisme bisnis ketan premiumnya, membuka cakrawala baru, bahwa di luar sana masih banyak lentera yang bercahaya berkat kemudahan yang ditebar QRIS Cross-Border di sepanjang ASEAN.


QRIS Cross-Border tak hanya mampu menghapus batas yang menghambat kemajuan Indonesia, namun juga menyambung setiap mimpi jutaan anak negeri dengan bisnis mereka masing-masing. Sehingga, siapa pun kini bisa merasakan segarnya atmosfer digitalisasi yang positif dan baik untuk perekonomian bangsa dan kawasan ASEAN secara keseluruhan.


QRISnya satu, menangnya banyak!

Participant of BI Digital Content Competition 2023

>