Kategori Berita

Blogger JatengInovasi VIO Optical Clinic Untuk Penglihatan Yang Lebih Baik

Apakah Terlalu Sering Eksfoliasi Berbahaya? Ini Dampaknya Menurut Dokter

Faisol abrori
Berita ambon Berita maluku
Selasa, 26 Desember 2023

 

apakah terlalu sering eksfoliasi berbahaya?

Eksfoliasi merupakan salah satu perawatan wajah yang esensial untuk membersihkan pori-pori dan mengangkat sel-sel kulit mati di wajah. Namun, perlu diingat bahwa terlalu sering melakukan eksfoliasi terlalu sering dapat menimbulkan masalah baru pada kulit. 


Menurut artikel hellosehat yang sudah ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, disebutkan bahwa ada 6 hal negatif yang ditimbulkan jika melakukan eksfoliasi berlebihan pada kulit wajah. Apa saja? Simak artikel ini selengkapnya.


Eksfoliasi Wajah, Apa Itu?


Eksfoliasi wajah merupakan metode perawatan yang bertujuan menghilangkan sel-sel kulit mati dan membersihkan kotoran yang menumpuk di lapisan kulit. Meskipun demikian, frekuensi eksfoliasi tidak dapat diterapkan secara seragam pada semua orang, karena hal ini sangat tergantung pada jenis kulit individu dan jenis produk perawatan yang digunakan.


Untuk jenis kulit kering, disarankan melakukan 1 hingga 2 kali eksfoliasi dalam seminggu, dan orang dengan jenis kulit tebal dan berminyak dapat melakukan eksfoliasi sekali dalam sehari. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya over-exfoliation (eksfoliasi berlebih).


Apa Bahayanya Terlalu Sering Eksfoliasi?


bahaya terlalu sering eksfoliasi wajah


1. Kulit Menjadi Sangat Kencang dan Ketat


Hati-hati jika melihat kulit wajah terlihat kencang dan ketat, karena mungkin itu akibat over-exfoliation.


Apabila wajah terasa kencang dan teksturnya mirip lilin, itu pertanda minyak alami di kulit sudah hilang. Kondisi ini sebenarnya menandakan kulit kering dan tipis akibat eksfoliasi yang berlebihan. Jika dibiarkan terus-menerus, risikonya kulit bisa mengalami retakan dan mengelupas.


Ciri kulit yang sehat seharusnya terlihat lembab, tidak kering, tidak tipis, dan jauh dari kesan seperti dilapisi lilin yang halus dan licin. Oleh karena itu, selalu perhatikan tanda-tanda ini agar perawatan kulit tetap seimbang dan memberikan hasil yang optimal.



2. Timbulnya Jerawat pada Kulit Wajah


Timbulnya jerawat di wajah dapat disebabkan oleh kebiasaan eksfoliasi yang berlebihan.


Ketika Anda terlalu sering melakukan eksfoliasi, seluruh lapisan sel kulit yang sehat yang seharusnya melindungi kulit dapat hilang. Dampaknya, kulit menjadi lebih sensitif, rentan terhadap kotoran, dan bakteri penyebab jerawat. Jerawat kecil seringkali menjadi tanda bahwa eksfoliasi dilakukan terlalu sering.


Selain itu, jerawat juga bisa muncul karena produksi minyak berlebih. Ketika kulit menjadi kering akibat over-exfoliation, tubuh merespon dengan meningkatkan produksi minyak (sebum) melalui kelenjar sebasea. Minyak yang diproduksi berlebihan ini dapat menumpuk di pori-pori kulit, memicu kemunculan jerawat.


Rekomendasi produk yang cocok atasi jerawat? Coba baca ini: Inilah Daftar Rangkaian Produk Mirelle Acne Set Series Yang Ampuh Atasi Jerawat 



3. Kulit Menjadi Kemerahan


Melakukan eksfoliasi terlalu sering juga dapat menyebabkan kulit wajah menjadi kemerahan dan bengkak.


Baik menggunakan eksfoliator fisik dengan scrub atau bahan kimia, keduanya memiliki potensi untuk menyebabkan reaksi ini. Bahan kimia seperti alpha-hydroxy acid (AHA) yang terdapat dalam produk eksfoliasi dapat menyebabkan iritasi jika digunakan secara berlebihan.


Selain itu, eksfoliasi berlebihan dapat merusak lapisan pelindung alami kulit, mengakibatkan peradangan. Dampaknya, kulit wajah dapat mengalami ruam yang terasa perih dan terbakar. Selain itu, kulit seringkali mengalami pengelupasan, kekeringan, dan bersisik. Oleh karena itu, perlu berhati-hati dalam melibatkan eksfoliasi dalam rutinitas perawatan kulit untuk mencegah efek negatif ini.



4. Mudah Terkena Iritasi


Eksfoliasi yang berlebihan dapat mengakibatkan pengikisan lapisan terluar kulit, yang juga dikenal sebagai stratum korneum.


Stratum korneum merupakan struktur kulit terluar yang berperan penting dalam menjaga kelembapan kulit dan mencegah timbulnya infeksi. Menurut studi yang dimuat dalam International Journal of Cosmetic Science, penipisan lapisan terluar kulit dapat meningkatkan risiko infeksi kulit, seperti dermatitis atopik atau eksim.


Dengan hilangnya lapisan pelindung ini, kulit menjadi lebih rentan terhadap serangan bakteri atau jamur penyebab infeksi, menimbulkan potensi masalah kesehatan kulit yang lebih serius. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan dalam melakukan eksfoliasi guna mencegah dampak negatif pada struktur kulit.



5. Kulit Menjadi Lebih Sensitif


Penelitian yang dilakukan oleh Brazilian Society of Dermatology menunjukkan bahwa salah satu pemicu kulit sensitif pada wanita adalah penggunaan produk skincare atau kosmetik yang mengandung asam alfa hidroksi.


Meskipun bahan ini dapat membantu mengelupas sel kulit mati, penggunaan yang berlebihan dapat merusak lapisan pelindung kulit dan membuat kulit lebih sensitif. Dampak dari pengangkatan sel kulit mati yang berlebihan ini juga membuat kulit menjadi lebih rentan terhadap paparan sinar UV.


Over-exfoliation dapat mengikis lapisan pelindung kulit, sehingga kulit kehilangan kemampuan untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari. Akibatnya, radiasi sinar UV dapat menembus ke dalam kulit, menyebabkan sunburn, dan mengurangi elastisitas kulit.


Menurunnya elastisitas kulit ini dapat secara bertahap mempercepat penuaan kulit, yang ditandai dengan munculnya garis halus, keriput, dan flek hitam. Oleh karena itu, perlu diingat untuk menggunakan produk perawatan kulit dengan bijak agar kulit tetap sehat dan terlindungi dari efek negatif.


Mencari produk eksfoliasi yang aman dan baik untuk kulit wajah? Kamu bisa cari di sini  


Kesimpulan


Eksfoliasi memiliki peran penting dalam menciptakan wajah yang bersih, menyuluh, dan bercahaya. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa eksfoliasi berlebihan dapat membawa dampak negatif seperti kulit kering, kemerahan, peningkatan sensitivitas, dan risiko infeksi.


Jika Anda mengalami reaksi kulit yang disebutkan di atas, disarankan untuk segera menghentikan proses eksfoliasi dan berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter kulit. Keseimbangan dalam merawat kulit adalah kunci utama untuk mendapatkan manfaat optimal tanpa mengorbankan kesehatan kulit jangka panjang.


>