Kategori Berita

Blogger JatengInovasi VIO Optical Clinic Untuk Penglihatan Yang Lebih Baik

Diversifikasi Portofolio Investasi Melalui Reku, Cara Mudah Amankan Asetku

Faisol abrori
Berita ambon Berita maluku
Rabu, 31 Januari 2024

 

passive income

Caraku Cari Cuan Lewat Passive Income


Di zaman yang serba digital ini, ternyata semua hal dapat dikonversi menjadi uang, asal kita benar-benar menggali potensi yang ada. Tentunya, hal ini membuka peluang baru bagi semua kalangan untuk mendapatkan penghasilan, termasuk penghasilan pasif (passive income).


Passive Income yakni penghasilan yang diperoleh tanpa perlu bekerja secara aktif. Nah, penghasilan dengan jenis ini sangat ideal untuk orang-orang yang ingin memiliki kebebasan finansial di masa depan.


Ada banyak cara untuk mendapatkan penghasilan pasif di zaman digital. Berikut beberapa cara yang aku gunakan untuk memaksimalkan potensi keuntungan selama ini:


1. Penulisan Blog


Siapa bilang menulis di blog tidak bisa menghasilkan? Sejauh ini, ada banyak sekali email yang menawarkan kerja sama denganku terkait advertorial, maupun permintaan untuk mereview produk-produk mereka. Bagiku, blog ini merupakan lahan "passive income" yang sangat berkontribusi bagi kehidupanku pribadi.


Nah, penulisan blog menjadi salah satu cara yang paling populer untuk menghasilkan penghasilan pasif. Dengan menulis blog, kita bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain sekaligus mendapatkan uang. 


Apalagi jika kalian memiliki blog yang berkualitas dan memiliki banyak pembaca, tentu dapat menghasilkan cuan dari iklan, affiliate marketing, maupun dari penjualan produk digital. Menggiurkan, bukan?


2. Partnership Sosial Media


Jika memiliki banyak pengikut di media sosial, maka cobalah untuk me-monetizenya. Kalian dapat bekerja sama dengan perusahaan atau brand untuk mempromosikan produk atau layanan mereka. Atau juga dapat menghasilkan uang dari iklan atau sponsorship.


Atau bisa juga untuk menyebarkan link affiliasi agar mendapatkan komisi dari setiap konversi dari followers


3. Reksadana


Aku juga pernah melakukan investasi di reksadana. Di mana reksadana sendiri merupakan salah satu instrumen investasi yang dapat digunakan untuk menghasilkan penghasilan pasif, lho. Dengan berinvestasi di reksadana, kita dapat berinvestasi di berbagai aset, seperti saham, obligasi, atau pasar uang, yang dikelola secara profesional, sehingga tidak perlu "ribet" untuk mengelolanya sendiri.


4. Crypto


Cryptocurrency, atau mata uang kripto, adalah salah satu instrumen investasi yang sedang populer saat ini. Cryptocurrency memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan yang tinggi, tetapi juga memiliki risiko yang tinggi. Jika ingin berinvestasi di cryptocurrency, penting untuk melakukan riset terlebih dahulu dan memahami risikonya.


Nah, karena proyeksi yang bagus dan melalui analisa sederhana terkait instrumen investasi crypto, setidaknya ada 5 alasan kenapa aku bisa sampai "jatuh cinta" sama crypto.


Inilah 5 Alasan Kenapa Aku Memilih Berinvestasi di Crypto


alasan berinvestasi di crypto

Investasi cryptocurrency, atau aset kripto, telah menjadi salah satu tren investasi yang paling populer dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk potensi keuntungan yang tinggi, hadirnya inovasi teknologi blockchain, hingga meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap cryptocurrency turut mendasari keinginanku untuk "terjun" ke investasi ini.


Bagiku, crypto memiliki daya tarik tersendiri dengan kelebihan-kelebihannya yang tidak dimiliki oleh aset investasi fisik seperti emas maupun tanah, setidaknya berikut adalah 5 alasan aku memilih untuk berinvestasi di cryptocurrency:


1. Potensi Keuntungan yang Tinggi


Tak dapat dipungkiri, salah satu alasan utama mengapa banyak orang berinvestasi di cryptocurrency yakni karena tingginya potensi keuntungan yang diperoleh. Dalam beberapa tahun terakhir, harga cryptocurrency telah mengalami kenaikan yang signifikan. Misalnya, harga Bitcoin telah meningkat lebih dari 10.000% sejak tahun 2017.


Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa cryptocurrency juga memiliki risiko yang tinggi. Harga cryptocurrency bisa sangat fluktuatif, dan kita bisa saja mengalami kerugian jika tidak berinvestasi dengan bijak.


2. Inovasi Teknologi Blockchain


Dapat dikatakan bahwa teknologi blockchain adalah teknologi yang mendasari cryptocurrency. Teknologi ini memiliki potensi untuk mengubah berbagai industri, termasuk keuangan, logistik, dan pemerintahan. Investasi di cryptocurrency dapat menjadi cara untuk berpartisipasi dalam perkembangan teknologi blockchain. Jika teknologi blockchain berhasil, maka nilai cryptocurrency juga akan meningkat.


3. Meningkatnya Kesadaran Masyarakat


Kesadaran masyarakat terhadap cryptocurrency juga meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk meningkatnya pemberitaan di media massa, serta meningkatnya jumlah orang yang menggunakan cryptocurrency untuk berbagai keperluan.


Meningkatnya kesadaran masyarakat dapat meningkatkan permintaan terhadap cryptocurrency, yang pada akhirnya dapat meningkatkan harganya.


4. Semakin Tenang dengan Mudahnya Diversifikasi Portofolio


Berinvestasi di cryptocurrency dapat menjadi cara untuk diversifikasi portofolio investasi digital. Cryptocurrency merupakan aset yang berbeda dari aset-aset tradisional, seperti saham dan obligasi. Nah, karena sifatnya yang tidak berbentuk fisik, maka aset kripto menjadi lebih mudah untuk diversifikasi ke berbagai mata uang kripto, seperti bitcoin, ethereum, maupun altcoin lainnya.


5. Aksesibilitas


Berinvestasi di cryptocurrency kini menjadi lebih mudah dan terjangkau. Ada banyak platform yang menyediakan layanan jual beli cryptocurrency, termasuk platform yang dapat diakses melalui smartphone.


Aksesibilitas yang tinggi ini dapat membuat cryptocurrency menjadi pilihan investasi yang menarik bagi investor pemula, namun dengan catatan mengelolanya harus dengan bijak dan tetap menerapkan konsep diversifikasi aset. 


Namun yang jadi pertanyaan, mengapa harus melakukan diversifikasi? Apa yang terjadi jika kita tidak melakukan diversifikasi portofolio? Okey, aku jelasin yah..


Mengapa Perlu Diversifikasi Aset Kripto?


Diversifikasi Portofolio Investasi Bitcoin di Reku


Ini pertanyaan yang bagus. 4 Tahun lalu, aku merupakan tipikal orang yang agresif dan sangat "bernafsu" untuk mengalokasikan seluruh uangku ke dalam aset kripto SushiSwap (SUSHI), tanpa pikir panjang. Karena sebelumnya, aku mendapatkan keuntungan +10% yang menurutku tentu sangat bagus jika kali ini giliran aku taruh semuanya. Namun, di sinilah kesalahanku.


Tepat beberapa hari setelahnya, aku kaget mendengar kabar bitcoin cs crash pada pertengahan Mei 2022, yakni jatuh lebih dari 50 persen. Hal ini terjadi lantaran hancurnya koin Terra (LUNA) waktu itu yang merembet pada sebagian besar koin yang listing



Awalnya aku masih optimis, mungkin kedepannya hal ini bisa diatasi, namun nyatanya terus merosot dan aku mulai khawatir koinku satu-satunya akan ambles, dan perlahan keyakinanku bahwa koinku bisa kembali ke titik awalnya menjadi sangat kecil, aku bahkan jatuh sakit kala itu.


Ya, benar saja, sentimen negatif terus menerus menggaung beberapa bulan kemudian, hingga aku menariknya dengan konsekuensi rugi sangat besar. Saat itu aku baru menyadari betapa pentingnya diversifikasi portofolio dalam investasi.


Jika saja saat itu aku membagikan pada koin-koin yang stabil (stablecoin), atau koin lain yang masih bersentimen positif, pasti kerugian tidak akan sebesar ini. Namun, apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur. 


Setidaknya, hal ini menjadi sebuah pelajaran yang sangat penting dan berharga untukku maupun bagi kalian juga terkait seberapa urgent-nya diversifikasi portofolio dalam investasi kripto.


Diversifikasi aset kripto sendiri merupakan langkah penyebaran investasi di berbagai aset kripto yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko yang terjadi.


Seperti yang dikatakan sebelumnya, aset kripto adalah aset yang sangat volatil, artinya harganya dapat berubah dengan cepat dan signifikan. Jika kita hanya berinvestasi di satu aset kripto, maka sangat berisiko mengalami kerugian yang besar jika harga aset kripto tersebut turun.


Dengan diversifikasi aset kripto, kita dapat mengurangi risiko ini. Jika satu aset kripto turun, aset kripto lainnya mungkin akan naik. Hal ini dapat membantu untuk mempertahankan nilai investasi secara keseluruhan.


Berikut adalah beberapa alasan mengapa kita perlu melakukan diversifikasi aset kripto:


1. Mengurangi risiko


Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, diversifikasi aset kripto dapat membantu untuk mengurangi risiko investasi. Hal ini karena kita tidak akan terlalu bergantung pada satu aset kripto saja.


Misalnya nih, kalian berinvestasi Rp10 juta di Bitcoin. Jika harga Bitcoin turun 50%, maka nilai investasi tersebut akan turun menjadi Rp5 juta. Hal ini bisa menjadi kerugian yang cukup besar, terutama jika berinvestasi dengan dana yang cukup besar.


Akan tetapi, dengan melakukan diversifikasi aset kripto, kalian dapat mengurangi risiko ini. Misalnya, jika berinvestasi Rp5 juta di Bitcoin dan Rp5 juta di Ethereum. Apabila harga Bitcoin turun 50% dan Ethereum stabil, maka nilai investasi di Bitcoin akan turun menjadi Rp2,5 juta. Namun, nilai investasi di Ethereum tetap Rp5 juta.


Dengan demikian, nilai investasi tersebut secara keseluruhan akan turun menjadi Rp7,5 juta, bukan Rp5 juta. Inilah yang kemudian dimaksud dengan "meminimalisir resiko".


2. Meningkatkan Potensi Keuntungan


Kelebihan lain melakukan diversifikasi aset kripto yakni dapat meningkatkan potensi keuntungan investasi. Karena disebar di berbagai aset yang berbeda, maka keuntungannya pun berbeda dan ini dapat meningkatkan jumlah akumulasi keuntungan investasi kalian.


Misalnya, ketika berinvestasi Rp5 juta di Bitcoin, Rp5 juta di Ethereum, dan Rp5 juta di Cardano. Jika harga Bitcoin naik 10%, harga Ethereum naik 5%, dan harga Cardano naik 20%, maka nilai investasi secara keseluruhan akan naik menjadi Rp15,25 juta.


Dengan demikian, kalian akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp2,25 juta. Keuntungan ini lebih besar daripada hanya berinvestasi di satu aset kripto saja.


Namun, perlu diingat bahwa tidak ada jaminan bahwa semua aset kripto yang diinvestasikan akan naik. Ada juga kemungkinan bahwa beberapa aset kripto akan turun. Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum berinvestasi di aset kripto apa pun.


3. Menjaga Portofolio Tetap Seimbang


Diversifikasi aset kripto dapat membantu menjaga portofolio tetap seimbang. Hal ini dikarenakan kita dapat menyesuaikan komposisi portofolio sesuai dengan tujuan investasi, yakni apakah jangka panjang atau pendek.


Misalnya, jika ingin berinvestasi jangka panjang, maka kalian bisa berinvestasi di aset kripto yang lebih stabil, seperti Bitcoin dan Ethereum. Namun, jika ingin berinvestasi jangka pendek, kalian dapat memilih berinvestasi di aset kripto yang lebih spekulatif, pada altcoin lainnya.


Intinya, diversifikasi portofolio investasi di aset kripto dapat mempermudah kita apabila ingin menyesuaikan dengan tujuan awal melakukan investasi yang bisa kita mulai dengan aplikasi Reku.


Diversifikasi Portofolio Investasi Aman di Aplikasi Reku


Diversifikasi Portofolio Investasi di Aplikasi Reku


Aplikasi Reku merupakan marketplace aset kripto di Indonesia yang terdaftar dan diawasi oleh Bappebti, yang menyediakan berbagai jenis aset kripto, termasuk Bitcoin, Ethereum, Shiba Inu, Bitcoin Cash, dan koin lainnya.


Aplikasi Reku menawarkan proses jual beli aset kripto yang cepat dan mudah. Di sini, kita dapat melakukan transaksi dalam hitungan menit, tanpa perlu menunggu konfirmasi dari jaringan. Hal ini karena Reku menggunakan teknologi blockchain yang terdesentralisasi. Teknologi ini memungkinkan Reku untuk memproses transaksi dengan cepat dan efisien.


Reku juga menggunakan sistem order book untuk mempertemukan penjual dan pembeli aset kripto. Sistem ini memungkinkan untuk melihat harga aset kripto yang tersedia dan melakukan transaksi sesuai dengan keinginan.


Untuk membeli aset kripto di Reku, cukup mengikuti langkah-langkah berikut:


  1. Buka aplikasi Reku dan masuk ke bagian akun.
  2. Klik tab "Transaksi".
  3. Pilih aset kripto yang ingin dibeli.
  4. Masukkan jumlah aset kripto.
  5. Klik "Beli".


Sedangkan untuk menjual aset kripto di Reku, berikut langkah-langkahnya:


  1. Buka aplikasi Reku, menuju ke bagian akun.
  2. Klik tab "Transaksi".
  3. Pilih aset kripto yang ingin dijual.
  4. Masukkan jumlah aset kripto yang ingin dijual.
  5. Klik "Jual".


Reku Tawarkan Biaya Transaksi yang Kompetitif


Terkait biaya transaksi, Reku menawarkan nominal yang kompetitif untuk semua jenis transaksi, termasuk jual beli, deposit, dan withdrawal. Biaya transaksi Reku mulai dari 0,1% untuk transaksi jual beli, 0,2% untuk deposit, dan 0,3% untuk withdrawal.


Dengan biaya yang kompetitif ini, menjadi pilihan tepat bagi kalian yang ingin melakukan diverisifkasi aset investasi dengan aman dan murah.


Keamanan yang Terjamin


Reku menggunakan teknologi keamanan siber yang canggih untuk melindungi aset pengguna. Reku juga memiliki asuransi untuk sebagian aset pengguna terhadap kehilangan akibat peretasan. 


Untuk tingkat keamanannya, seperti yang dijelaskan bahwa Reku terdaftar dan diawasi oleh Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), badan pemerintah Indonesia yang mengatur perdagangan aset kripto. Ini memberikan tingkat keamanan dasar bagi pengguna, karena exchange harus mematuhi peraturan Bappebti untuk beroperasi.


Menyediakan Dukungan Pelanggan yang Responsif


Selain menjadi tempat yang aman dan tepat untuk diversifikasi portofolio investasi, Reku juga memiliki tim dukungan pelanggan yang responsif dan siap membantu jika mengalami masalah saat menggunakan aplikasi Reku. 


Kalian dapat menghubungi dukungan pelanggan Reku melalui email, telepon, atau live chat jika terdapat kendala dalam proses pendaftaran, pembelian, maupun penarikan aset kripto.


Penutup


Untuk memaksimalkan potensi keuntungan dan meminimalkan risiko investasi aset kripto, diversifikasi portofolio adalah strategi yang sangat penting. Dengan diversifikasi portofolio, kita tidak akan terlalu bergantung pada satu aset atau proyek kripto saja, sehingga dapat menekan resiko investasi dengan baik.


Reku menawarkan fitur diversifikasi portofolio yang mudah digunakan dan aman. Dengan fitur ini, kalian dapat dengan mudah membagi investasi ke dalam berbagai aset dan proyek kripto, sesuai dengan tujuan investasi kita masing-masing.


Download Aplikasi Reku Sekarang..

>