Kategori Berita

ZMedia

Daftar 5 Makanan yang Mengandung Vitamin D Tinggi, Baik untuk Imun Tubuh!

Faisol abrori
Berita ambon Berita maluku
Rabu, 22 Mei 2024

 


Kekurangan vitamin D merupakan masalah kesehatan yang signifikan di banyak negara, termasuk Indonesia. Vitamin D berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh. Vitamin ini dapat diperoleh dari sinar matahari, maupun dari makanan yang mengandung vitamin D.


Karena masyarakat masih kurang paham mengenai kebutuhan asupan vitamin D, sehingga banyak yang mengalami defisiensi vitamin D dimana kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti osteoporosis, peningkatan risiko infeksi, dan gangguan pertumbuhan pada anak-anak. 


Oleh karena itu, yuk kenali apa saja makanan yang mengandung vitamin D berikut ini:


5 Makanan Dengan Kandungan Vitamin D yang Tinggi


Umumnya, vitamin D diperoleh dari unsur makanan hewani seperti ikan dan daging, namun ada beberapa golongan kecil jenis makanan nabati yang juga mengandung unsur vitamin D yang baik untuk tubuh, di antaranya:


1. Ikan Berlemak (Salmon, Makarel, Tuna)


Ikan berlemak merupakan salah satu sumber alami vitamin D yang paling efektif dan mudah didapatkan. Jenis-jenis ikan seperti salmon, makarel, sarden, dan tuna mengandung kadar vitamin D yang tinggi. 


Salmon, misalnya, diketahui memiliki kandungan vitamin D yang sangat signifikan, dengan sekitar 361 hingga 685 IU (International Units) per 100 gram, tergantung pada apakah salmon tersebut liar atau dibudidayakan. 


Ikan makarel juga menawarkan sumber vitamin D yang melimpah, dengan sekitar 360 IU per 100 gram. Konsumsi rutin ikan-ikan ini tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan vitamin D harian, tetapi juga menyediakan asam lemak omega-3, yang penting untuk kesehatan jantung dan fungsi otak.


Selain kaya akan vitamin D, ikan berlemak juga mengandung nutrisi penting lainnya seperti protein berkualitas tinggi, vitamin B12, dan mineral seperti selenium. Sarden, yang sering dikonsumsi dalam bentuk kalengan, menyediakan sekitar 193 IU vitamin D per 100 gram dan merupakan pilihan yang praktis serta ekonomis. 


Tuna, terutama yang dikalengkan, mengandung sekitar 268 IU vitamin D per 100 gram. Kandungan vitamin D yang tinggi pada ikan berlemak menjadikannya komponen penting dalam diet seimbang, terutama bagi mereka yang memiliki risiko tinggi kekurangan vitamin D, seperti individu yang jarang terpapar sinar matahari atau memiliki kondisi medis tertentu yang mempengaruhi penyerapan vitamin D.


2. Minyak Hati Ikan Kod


Minyak hati ikan kod dikenal sebagai salah satu sumber terkaya vitamin D, menjadikannya suplemen yang populer untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh. Minyak ini dapat mengandung hingga 1.360 IU vitamin D per sendok makan (sekitar 15 ml). Selain vitamin D, minyak hati ikan kod juga mengandung vitamin A dalam jumlah tinggi, serta asam lemak omega-3 yang penting untuk kesehatan jantung dan fungsi otak. 


Kandungan nutrisi yang berlimpah ini membuat minyak hati ikan kod menjadi pilihan yang efektif untuk mengatasi defisiensi vitamin D, terutama di daerah atau musim dengan paparan sinar matahari yang terbatas.


3. Hati Sapi


Hati sapi merupakan salah satu sumber makanan yang kaya akan berbagai nutrisi, termasuk vitamin D. Dalam 100 gram hati sapi, terdapat sekitar 50 IU vitamin D. Meskipun jumlah ini tidak setinggi yang ditemukan pada ikan berlemak atau minyak hati ikan kod, hati sapi tetap menjadi sumber yang signifikan, terutama ketika dikombinasikan dengan diet yang beragam. 


Selain vitamin D, hati sapi juga mengandung vitamin A, vitamin B12, zat besi, dan folat dalam jumlah yang tinggi, menjadikannya makanan padat gizi yang dapat membantu memenuhi berbagai kebutuhan nutrisi tubuh.


4. Jamur


Jamur merupakan salah satu dari sedikit sumber nabati yang mengandung vitamin D, menjadikannya penting terutama bagi mereka yang menjalani diet vegetarian atau vegan. Beberapa jenis jamur, seperti portobello, maitake, dan shiitake, memiliki kemampuan unik untuk menghasilkan vitamin D2 ketika terpapar sinar ultraviolet (UV). 


Proses ini mirip dengan bagaimana kulit manusia memproduksi vitamin D saat terpapar sinar matahari. Misalnya, jamur maitake bisa mengandung hingga 562 IU vitamin D per 100 gram jika terpapar sinar UV. Jamur ini dapat dengan mudah ditambahkan ke berbagai hidangan, seperti sup, tumisan, dan salad, untuk meningkatkan asupan vitamin D.


Mengonsumsi jamur yang kaya vitamin D secara rutin dapat membantu meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh, mendukung kesehatan tulang, dan meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Bagi mereka yang mencari alternatif nabati untuk meningkatkan asupan vitamin D, jamur yang diperkaya UV merupakan pilihan yang sangat baik.


5.  Sari Kedelai (Soy Milk)


Sari kedelai, atau susu kedelai, adalah alternatif populer bagi mereka yang tidak mengonsumsi produk susu hewani, seperti vegan atau individu dengan intoleransi laktosa. Sari kedelai yang diperkaya seringkali mengandung tambahan vitamin D untuk meniru kandungan nutrisi susu sapi. 


Dalam satu cangkir (sekitar 240 ml) sari kedelai, biasanya terdapat sekitar 100-120 IU vitamin D. Penambahan vitamin D ini penting karena susu kedelai alami tidak mengandung vitamin D dalam jumlah signifikan. Dengan diperkaya vitamin D, sari kedelai menjadi sumber yang baik untuk membantu memenuhi kebutuhan harian vitamin D, yang penting untuk kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh.


Penuhi Asupan Vitamin D Harian Dengan Sido Muncul Natural Vitamin D3 400 IU



Berbicara vitamin D, kamu tidak perlu khawatir untuk memperolehnya, karena kini telah hadir Sido Muncul Natural Vitamin D3 400 IU yang membantu memenuhi kebutuhan vitamin D harian.


Sido Muncul Natural Vitamin D3 400 IU sendiri merupakan suplemen yang diformulasikan khusus untuk mendukung kesehatan tulang dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Vitamin D3, atau kolekalsiferol, merupakan bentuk vitamin D yang lebih mudah diserap oleh tubuh. 


Dengan dosis 400 IU per sajian, suplemen ini membantu memenuhi kebutuhan harian vitamin D, terutama bagi individu yang memiliki risiko defisiensi vitamin D karena kurangnya paparan sinar matahari atau asupan makanan yang kurang mencukupi. Yuk, penuhi kebutuhan vitamin D mulai dari sekarang!

>